Waspada Gejala Aritmia pada Usia Muda, Kenali Penyebab dan Tandanya
Uptodai.com - Gejala aritmia pada usia muda patut diwaspadai karena sering muncul tanpa tanda-tanda yang mencolok pada awalnya. Gangguan irama jantung ini terjadi akibat adanya masalah pada sistem kelistrikan jantung yang mengatur detak organ vital tersebut. Kondisi ini membuat jantung berdetak tidak beraturan, baik terlalu cepat maupun terlalu lambat.
Dalam kondisi normal, jantung manusia berdetak secara stabil antara 60 hingga 100 kali per menit saat sedang beristirahat. Namun, penderita aritmia akan merasakan ritme yang tidak sinkron yang bisa mengganggu distribusi darah ke seluruh tubuh. Masalah ini tidak lagi hanya menyerang kelompok lanjut usia, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Mayapada Hospital Surabaya, dr. Rerdin Julario, Sp.JP(K), memberikan penjelasan mendalam mengenai fenomena ini. Ia menyebutkan bahwa faktor pemicu kondisi ini pada anak muda sangatlah beragam dan kompleks. Pemahaman sejak dini mengenai penyebab detak jantung tidak normal menjadi kunci utama dalam pencegahan komplikasi yang lebih berat.
Pemicu Utama Aritmia di Usia Produktif
Salah satu penyebab yang sering terabaikan adalah ketidakseimbangan elektrolit di dalam tubuh. Mineral penting seperti kalium, magnesium, dan kalsium memegang peranan vital dalam menjaga stabilitas kelistrikan jantung. Kekurangan zat-zat ini biasanya dipicu oleh dehidrasi berat, pola makan yang buruk, atau gangguan makan yang tidak tertangani.
Selain faktor nutrisi, kelainan jantung bawaan juga menjadi ancaman serius bagi kaum muda. Kondisi medis seperti sindrom Wolf Parkinson White (WPW) atau sindrom QT panjang sering kali menjadi dalang di balik detak jantung yang sangat cepat. “Keduanya merupakan gangguan irama jantung yang menyebabkan detak jantung sangat cepat dan tidak beraturan,” ungkap dr. Rerdin.
Masalah pada kelenjar tiroid juga memiliki kaitan erat dengan ritme jantung seseorang. Penderita hipertiroidisme cenderung mengalami detak jantung yang terpacu sangat kencang karena kelebihan hormon. Sebaliknya, kondisi hipotiroidisme atau kekurangan hormon tiroid justru akan memperlambat irama jantung secara drastis.
Gaya Hidup dan Risiko Gangguan Irama Jantung
Pola hidup modern yang tidak sehat berkontribusi besar terhadap peningkatan faktor risiko gangguan irama jantung. Kurang tidur kronis dan tingkat stres yang tinggi memicu hormon adrenalin bekerja secara berlebihan. Kebiasaan merokok serta konsumsi alkohol juga terbukti merusak sistem konduksi listrik jantung secara perlahan.
Gaya hidup sedentari atau kurang gerak yang dikombinasikan dengan konsumsi kafein berlebih turut memperparah kondisi ini. Banyak anak muda yang tidak menyadari bahwa kelelahan ekstrem yang mereka rasakan adalah sinyal dari jantung. Detak jantung yang terasa melompat atau berdebar kencang saat istirahat merupakan alarm yang harus segera direspons.
Sayangnya, ciri jantung berdebar tidak teratur sering kali dianggap sebagai angin lalu karena gejalanya yang bersifat hilang timbul. Pusing, sesak napas ringan, hingga rasa mudah lelah sering kali disalahartikan sebagai kelelahan biasa. Jika keluhan ini muncul berulang, pemeriksaan medis seperti EKG sangat disarankan untuk memastikan diagnosis secara akurat.
Langkah Pencegahan dan Penanganan Medis
Pencegahan aritmia dapat dimulai dengan memperbaiki pola hidup sehari-hari secara konsisten. Membatasi asupan kafein, mengelola stres dengan baik, serta memastikan waktu tidur yang cukup adalah langkah awal yang sangat efektif. Selain itu, menghindari obat-obatan stimulan tanpa resep dokter sangat penting untuk menjaga kestabilan ritme jantung.
Makan makanan bergizi seimbang dan rutin memeriksakan kesehatan jantung menjadi investasi jangka panjang yang berharga. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Deteksi dini melalui skrining kesehatan dapat meminimalisir risiko kematian mendadak akibat serangan jantung di usia muda.
Menanggapi tren peningkatan gangguan jantung ini, Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan solusi melalui Heart and Vascular Center. Fasilitas ini mengedepankan pendekatan kolaboratif yang komprehensif, mulai dari tahap pencegahan hingga rehabilitasi pasien. Layanan ini didukung oleh tiga pilar utama Advanced Treatment yang mencakup penanganan vaskular dan kelainan struktur jantung.
Keunggulan lain yang ditawarkan adalah Emergency Excellence melalui layanan Cardiac Emergency yang siaga selama 24 jam penuh. Pasien dapat mengakses bantuan cepat melalui call center 150990 atau fitur Emergency Call di aplikasi MyCare. Dengan Team-Based Management, setiap keputusan klinis diambil melalui diskusi para ahli untuk memastikan rencana perawatan yang paling tepat bagi pasien.