Uptodai.com - Pihak keluarga akhirnya buka suara secara mendalam terkait kasus kematian cucu Mpok Nori yang menghebohkan publik baru-baru ini. Mereka dengan tegas membantah tuduhan perselingkuhan yang sempat dialamatkan kepada almarhumah Anggi sebelum peristiwa tragis itu terjadi di tangan mantan suami sirinya.

Dian, yang merupakan kakak sulung korban, memberikan klarifikasi bahwa adiknya adalah sosok perempuan yang sangat berdedikasi terhadap pekerjaan. Selama masa pernikahan sirinya dengan pria berkebangsaan asing (WNA) tersebut, Anggi justru dikenal sebagai tulang punggung keluarga. Keluarga menilai tudingan miring yang beredar sama sekali tidak berdasar dan melukai perasaan mereka.

Bantahan Tegas Keluarga Soal Isu Perselingkuhan

Menurut penuturan Dian, kasus kematian cucu Mpok Nori ini bermula dari rasa cemburu buta yang tidak beralasan dari pihak pelaku. Pelaku diduga merasa tidak nyaman ketika Anggi mulai aktif bekerja dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan tempat tinggalnya. Interaksi sosial yang terjadi di tempat kerja itulah yang memicu kecurigaan berlebihan dari sang mantan suami siri.

Dian menegaskan bahwa adiknya tidak pernah menjalin hubungan gelap dengan pria lain seperti yang dituduhkan selama ini. Pelaku seolah-olah menciptakan narasi sendiri karena merasa terancam dengan lingkungan kerja korban yang banyak melibatkan lawan jenis. Hal inilah yang kemudian memicu percekcokan terus-menerus di antara keduanya sebelum nyawa Anggi melayang.

Keluarga menyebutkan bahwa selama ini Anggi sangat membatasi pergaulannya demi menjaga perasaan suaminya. Namun, ketika ia harus bekerja demi mencukupi kebutuhan rumah tangga, pelaku justru menunjukkan sikap yang semakin tidak terkendali. Tuduhan selingkuh tersebut dianggap sebagai alasan yang dicari-cari oleh pelaku untuk menutupi sifat temperamentalnya.

Masalah Ekonomi dan Sifat Posesif Pelaku

Selain faktor kecemburuan, kondisi ekonomi disinyalir menjadi motif pembunuhan cucu Mpok Nori yang sebenarnya. Dian mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan terakhir, pelaku diduga tidak lagi memiliki pekerjaan tetap setelah sebelumnya bekerja sebagai sales minyak wangi. Kondisi ini memaksa Anggi untuk bekerja ekstra keras demi menghidupi rumah tangga mereka secara mandiri.

Anggi bahkan diketahui mampu menyewa kontrakan sendiri dari hasil keringatnya sebagai juru masak di program MBG. Keberhasilan Anggi dalam memenuhi kebutuhan ekonomi ini tampaknya membuat pelaku merasa rendah diri sekaligus semakin posesif. Pelaku kerap menunjukkan perubahan sikap yang drastis, terutama saat ia tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.

Dian mengenang bahwa mantan adik iparnya itu memiliki kepribadian yang sangat kontradiktif. Di satu sisi, pelaku bisa bersikap sangat royal dan mengajak Anggi berbelanja ke pusat perbelanjaan jika sedang memegang uang. Namun di sisi lain, sifat aslinya yang tempramental akan muncul seketika jika ada hal kecil yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Sinyal Bahaya Sebelum Tragedi Berdarah

Keluarga sebenarnya sudah mencium adanya gelagat tidak beres beberapa waktu sebelum kejadian memilukan itu terjadi. Dian menceritakan sebuah insiden mengerikan yang terjadi tepat pada saat malam Nisfu Sya’ban. Kala itu, pelaku diketahui sempat melukai tangan korban dengan cara yang sangat sadis, yang seharusnya menjadi peringatan keras bagi keluarga.

Meskipun Dian sudah memberikan peringatan dan merasa was-was, ia tidak menyangka bahwa situasi akan berakhir seburuk ini. Ia merasa sangat terpukul dan merasa kecolongan karena tidak bisa melindungi adiknya dari tindakan nekat sang mantan suami siri. Penyesalan mendalam kini menyelimuti pihak keluarga besar mendiang komedian legendaris Mpok Nori.

Saat ini, keluarga hanya berharap agar proses hukum berjalan dengan adil dan transparan bagi almarhumah. Mereka ingin agar penyebab kematian Anggi ini diusut tuntas tanpa ada narasi palsu yang menyudutkan korban. Keadilan bagi Anggi menjadi prioritas utama keluarga di tengah suasana duka yang masih menyelimuti kawasan Cipayung, Jakarta Timur.