Uptodai.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa kunci Indonesia jadi negara maju bukanlah terletak pada seberapa banyak gedung rumah sakit yang dibangun, melainkan upaya menjaga masyarakat agar tetap sehat. Strategi utama ini dinilai sangat krusial untuk memanfaatkan bonus demografi agar Indonesia bisa lepas dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap. Menurut Menkes, mengobati orang sakit seharusnya menjadi prioritas kelima dalam skema pelayanan kesehatan nasional.

Indonesia diperkirakan hanya memiliki tenggat waktu hingga tahun 2035 atau 2040 untuk mendongkrak Pendapatan Nasional Bruto (GNI) per kapita dari US$5.000 menjadi US$14.000. Untuk mencapai target ambisius tersebut, negara membutuhkan populasi usia produktif yang bugar dan berdaya saing tinggi. Jika kesempatan emas dari bonus demografi ini terlewatkan tanpa persiapan kesehatan yang matang, generasi mendatang berisiko terus berada di level pendapatan menengah.

Penguatan Layanan Kesehatan Primer hingga Daerah 3T

Langkah konkret yang terus didorong oleh Kementerian Kesehatan adalah menguatkan fasilitas kesehatan primer, seperti Puskesmas dan Posyandu, hingga ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Pendekatan promotif dan preventif dilakukan melalui deteksi dini penyakit kronis, pemenuhan gizi, serta edukasi gaya hidup sehat sejak dini. Fokus pencegahan ini diyakini jauh lebih efisien dalam menekan beban pembiayaan medis jangka panjang yang kerap membebani anggaran negara.

Pemerintah juga memasang target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk menaikkan angka harapan hidup masyarakat dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Selain itu, angka harapan hidup sehat disasar meningkat dari 60 tahun menjadi 65 tahun. Dengan memiliki tubuh yang prima, masyarakat usia lanjut dapat tetap bekerja secara produktif dan berkontribusi langsung pada perekonomian nasional.

Pelajaran dari Negara Tetangga dan Peluang Emas RI

Menkes Budi membandingkan keberhasilan sejumlah negara Asia yang cepat melompati bonus demografi menjadi negara maju, seperti Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan. Sebaliknya, Thailand menjadi contoh negara yang masih tertahan di kelas pendapatan menengah karena gagal mengoptimalkan puncak bonus demografinya sejak 2009. Hal ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan di tanah air agar tidak membuang waktu dan energi secara sia-sia.

Transformasi sistem kesehatan nasional yang berfokus pada pencegahan penyakit juga memerlukan sinergi lintas sektor, termasuk peran aktif masyarakat dalam menjaga pola makan dan rutin berolahraga. Penyakit tidak menular seperti diabetes, stroke, dan jantung dapat dicegah jika kesadaran akan pentingnya kesehatan primer terus ditingkatkan. Indonesia harus bergerak cepat memanfaatkan masa transisi demografi ini demi mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.