Uptodai.com - Program edukasi keselamatan jalan anak menjadi fokus utama PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Kepolisian Republik Indonesia dalam memperingati Hari Anak Nasional 2026. Kegiatan ini berhasil merangkul sebanyak 2.173 anak berusia 5 hingga 9 tahun di berbagai wilayah Nusantara pada rentang waktu 21 hingga 24 Juli 2026. Langkah strategis ini diambil mengingat anak-anak usia dini mulai aktif bergerak di ruang publik, baik sebagai pejalan kaki, pesepeda, maupun pembonceng sepeda motor.

Guna memastikan pesan edukasi diserap secara optimal, AHM menyusun materi interaktif yang disesuaikan dengan psikologi serta daya tangkap anak. Sebanyak 824 murid usia dini dan 1.349 siswa sekolah dasar diajak mengeksplorasi aturan lalu lintas lewat metode simulasi yang menyenangkan. Para instruktur keselamatan berkendara Honda membimbing para peserta secara langsung agar dapat mengenali lingkungan jalan raya dengan lebih bijak.

Materi Pembelajaran dan Pengenalan Helm Standar

Materi yang disampaikan mencakup kebiasaan dasar yang sangat krusial bagi keselamatan anak di jalan raya. Anak-anak diajarkan cara mengidentifikasi area berjalan kaki yang aman, teknik menyeberang jalan yang benar, hingga pemahaman fungsi rambu-rambu lalu lintas. Selain itu, mereka juga dibekali tata cara bersepeda yang aman serta posisi duduk yang tepat saat dibonceng sepeda motor.

Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah menanamkan pentingnya penggunaan helm berstandar sejak usia dini. Penggunaan helm yang benar sangat efektif untuk menekan risiko cedera kepala saat berkendara bersama orang tua. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk keberanian anak untuk turut mengingatkan anggota keluarga mereka agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Apresiasi datang dari Diyana Mayasari, S.Pd.I., seorang guru pendamping dari TK Tisa Islamic School yang melihat antusiasme tinggi dari para siswa. Beliau menyampaikan bahwa metode pembelajaran berbasis permainan dan simulasi interaktif sangat memudahkan anak-anak dalam menyerap materi. Kebiasaan positif ini diharapkan dapat terus terbawa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para siswa.

Urgensi Keselamatan Usia Dini dan Komitmen Long-Term AHM

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia produktif dan anak-anak di Indonesia menjadi alasan utama di balik masifnya program ini. Anak-anak sering kali menjadi korban yang rentan akibat kurangnya pemahaman mengenai bahaya di jalan raya serta minimnya kesadaran penggunaan perlengkapan berkendara yang aman. Oleh karena itu, edukasi usia dini menjadi benteng pertahanan pertama dalam membangun budaya tertib lalu lintas jangka panjang.

Komitmen berkelanjutan AHM dalam mengampanyekan keselamatan berkendara dibuktikan melalui capaian edukasi yang luar biasa pada semester pertama tahun 2026. Perusahaan telah berhasil menjangkau 486.739 orang dari berbagai lapisan masyarakat melalui berbagai fasilitas pusat pelatihan keselamatan berkendara yang tersebar di seluruh Indonesia. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan alat peraga modern serta simulator berkendara canggih untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata.

General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menegaskan bahwa penanaman nilai keselamatan tidak bisa dilakukan secara mendadak, melainkan harus dipupuk secara konsisten sejak dini. AHM meyakini bahwa budaya tertib berlalu lintas hanya dapat terwujud secara maksimal apabila ada sinergi erat antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan sektor industri. Peran orang tua sebagai teladan utama di rumah juga menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan jalan raya yang aman bagi semua.