Menteri Singapura Turun Tangan Selamatkan Nasi Padang Legendaris
Uptodai.com - Kabar mengenai penutupan Warong Nasi Pariaman, restoran Nasi Padang tertua di Singapura, ternyata menarik perhatian hingga level tertinggi, bahkan membuat Menteri Singapura selamatkan Nasi Padang legendaris ini. Pengumuman penutupan yang mendadak tersebut sontak menimbulkan kegaduhan di kalangan pecinta kuliner, terutama mereka yang memiliki kenangan panjang dengan hidangan autentik Minangkabau tersebut.
Warong Nasi Pariaman yang berlokasi di Kampong Gelam ini mengumumkan akan mengakhiri operasionalnya pada 31 Januari. Keputusan tersebut langsung memicu gelombang dukungan dan curahan hati dari berbagai lapisan masyarakat. Banyak warga Singapura yang berbagi memori mereka tentang rumah makan bersejarah ini melalui media sosial.
Sentuhan Pejabat Tinggi untuk Warisan Kuliner
Melihat reaksi publik yang masif, Menteri Negara Senior untuk Pembangunan Sosial dan Keluarga, sekaligus pejabat yang bertanggung jawab atas Urusan Muslim Singapura, Faishal Ibrahim, mengambil langkah tak terduga. Ia secara pribadi mengunjungi keluarga pemilik Warong Nasi Pariaman sehari sebelum pengumuman resmi penutupan.
Faishal Ibrahim mengungkapkan bahwa penutupan Warong Nasi Pariaman mengejutkan dirinya dan banyak warga lainnya. Ia merasa perlu menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi restoran tersebut terhadap budaya dan kuliner lokal Singapura.
“Saya berbagi dengan keluarga bahwa saya berharap mereka tahu bahwa mereka sangat dihargai, dan bahwa makanan mereka telah menjadi bagian dari makanan dan kenangan bersama banyak orang Singapura selama bertahun-tahun,” ujar Faishal, seperti dikutip dari laporan media setempat.
Ia menekankan bahwa nilai toko-toko seperti Pariaman tidak dapat diukur hanya dengan materi semata. Bagi banyak keluarga, termasuk dirinya sendiri, kunjungan ke kawasan Kampong Gelam selalu terasa kurang lengkap tanpa menyantap hidangan di sana.
Oleh karena itu, Faishal Ibrahim tidak hanya berhenti pada kunjungan emosional. Ia juga mengambil langkah praktis dengan meminta bantuan dari rekan-rekan sejawatnya di berbagai instansi Pemerintah. Tujuannya adalah untuk segera terhubung dengan pemilik restoran.
“Saya juga telah meminta rekan-rekan saya di berbagai instansi Pemerintah untuk terhubung dengan pemilik untuk memahami apa yang mungkin membantu saat mereka merencanakan langkah selanjutnya,” tegasnya, mengindikasikan adanya upaya serius dari pemerintah untuk mencari solusi agar bisnis ini dapat berlanjut.
Jejak Sejarah Warong Pariaman, Restoran Nasi Padang Tertua di Singapura
Warong Nasi Pariaman memang bukan sekadar tempat makan biasa. Pendirian rumah makan ini berawal pada tahun 1948, menjadikannya Restoran Nasi Padang tertua Singapura yang masih beroperasi hingga saat ini. Lokasinya yang ikonik berada di sebuah ruko di sepanjang 738 North Bridge Road, jantung kawasan Kampong Gelam.
Restoran ini didirikan oleh seorang pria bernama Isrin, yang berasal dari kota Pariaman, Sumatera Barat. Nama Warong Nasi Pariaman diambil langsung dari kota asal pendirinya, membawa cita rasa autentik Minangkabau ke Negeri Singa.
Selama puluhan tahun, Warong Nasi Pariaman telah menyajikan hidangan-hidangan khas yang menjadi favorit lintas generasi. Beberapa menu populer yang selalu diburu pelanggan setia adalah rendang daging sapi, sambal goreng, dan ikan bakar asap yang terkenal dengan bumbu khasnya.
Meskipun upaya penyelamatan dari pejabat tinggi sedang berjalan, pihak Warong Nasi Pariaman telah menyampaikan salam perpisahan melalui unggahan di akun Instagram mereka. Dalam bahasa Melayu, mereka menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.
“Dengan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya, kami ingin memberitahu Anda bahwa Warong Nasi Pariaman akan berhenti beroperasi pada 31 Januari,” tulis mereka. “Terima kasih atas dukungan, cinta, dan kenangan indah Anda bersama kami selama bertahun-tahun.”