Uptodai.com - Sebuah riset global terbaru merilis daftar negara Asia paling percaya akhirat berdasarkan data World Values Survey periode 2017 hingga 2022. Kepercayaan terhadap kehidupan setelah kematian ini mencerminkan bagaimana nilai-nilai spiritualitas masih sangat kental dipegang oleh masyarakat di wilayah Timur. Menariknya, tingkat keyakinan ini sangat bervariasi antarnegara, mulai dari yang mendekati mutlak hingga yang sangat rendah. Indonesia sendiri masuk dalam jajaran sepuluh besar dalam daftar tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Seasia Stats, Bangladesh menempati urutan pertama sebagai negara dengan tingkat kepercayaan tertinggi terhadap akhirat, yakni mencapai 98,8 persen. Posisi berikutnya disusul oleh Turki dengan persentase sebesar 91,8 persen, serta Iran di angka 91,3 persen. Pakistan berada di posisi keempat dengan 89,3 persen, disusul oleh Filipina yang mencatatkan angka 83,8 persen. Dominasi negara-negara mayoritas Muslim dan Katolik taat ini menunjukkan korelasi kuat antara ajaran agama formal dengan keyakinan eskatologis.

Sementara itu, Malaysia menduduki peringkat keenam dengan angka 81,9 persen, tepat satu tingkat di atas Indonesia. Di tanah air, tercatat sebanyak 73,5 persen responden menyatakan percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Meskipun berada di bawah Malaysia dan Filipina, tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga lainnya di Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam. Thailand mencatatkan angka 57,1 persen, sedangkan Vietnam hanya berada di angka 34,1 persen.

Mengapa Terjadi Perbedaan Signifikan di Asia?

Perbedaan mencolok dalam tingkat kepercayaan terhadap akhirat ini sangat dipengaruhi oleh latar belakang budaya, sejarah politik, dan tingkat sekularisasi masing-masing negara. Di Asia Timur, negara-negara seperti Jepang dan China mencatatkan persentase yang sangat rendah, masing-masing hanya 32,2 persen dan 11,5 persen. Hal ini tidak lepas dari pengaruh modernisasi yang cepat serta dominasi filsafat hidup sekuler atau non-teistik seperti Konfusianisme dan Taoisme yang lebih berfokus pada kehidupan saat ini. Di China, kebijakan negara yang mempromosikan ateisme negara juga turut menekan angka kepercayaan spiritual tradisional.

Konteks Religiositas di Indonesia

Bagi Indonesia, angka 73,5 persen ini mencerminkan dinamika sosial-keagamaan yang unik di mana nilai ketuhanan merupakan pilar pertama Pancasila. Meskipun modernisasi dan arus digitalisasi berkembang pesat, fondasi spiritualitas masyarakat Indonesia tetap kokoh karena integrasi agama dalam sistem pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Keyakinan akan adanya hari akhir atau pembalasan pascakematian berfungsi sebagai kontrol sosial yang menjaga moralitas publik di tengah perubahan zaman. Hal ini menjelaskan mengapa Indonesia tetap mempertahankan tingkat religiositas yang relatif tinggi dibandingkan negara-negara industri maju di Asia.

Daftar Lengkap Tingkat Kepercayaan Akhirat di Asia

Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif, berikut adalah urutan negara-negara Asia berdasarkan persentase kepercayaan terhadap kehidupan setelah kematian. Bangladesh memimpin di posisi teratas, diikuti oleh Turki, Iran, Pakistan, Filipina, Malaysia, dan Indonesia di peringkat ketujuh. Di posisi papan bawah, terdapat Thailand, Vietnam, Jepang, dan China yang menutup daftar dengan persentase paling minim. Data World Values Survey ini sekaligus menjadi cerminan bagaimana peta spiritualitas global terus bergeser seiring waktu.