Uptodai.com - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan kini mendapatkan desakan kuat untuk memberikan pengobatan terbaik untuk Andrie Yunus yang tengah terbaring di rumah sakit. Komisi IX DPR RI secara resmi meminta agar seluruh fasilitas dan tenaga medis dikerahkan secara optimal guna memulihkan kondisi aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut. Langkah ini dianggap krusial mengingat peran vital korban dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa Wakil Koordinator KontraS tersebut. Ia menilai aksi penyiraman air keras terhadap Andrie merupakan tindakan keji yang tidak bisa ditoleransi. Oleh karena itu, negara harus hadir memberikan perlindungan maksimal melalui layanan kesehatan yang mumpuni.

Politikus dari fraksi PDI Perjuangan ini menekankan bahwa Kemenkes perlu memantau secara berkala perkembangan kesehatan Andrie selama masa perawatan. Charles berharap penanganan medis yang diberikan dapat mempercepat proses pemulihan agar korban bisa segera kembali beraktivitas. “Berharap, Kemenkes bisa memberikan perhatian agar pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Andrie bisa yang terbaik,” ujar Charles dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (18/3/2026).

Komitmen Kemenkes dalam Penanganan Medis Andrie Yunus

Merespons permintaan parlemen, Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah cepat dengan memastikan seluruh biaya perawatan Andrie Yunus ditanggung sepenuhnya oleh negara. Juru bicara Kemenkes, Widyawati, menegaskan bahwa korban saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pemerintah berkomitmen agar tidak ada kendala administratif yang menghambat proses penyembuhan.

Widyawati menjelaskan bahwa fasilitas di RSCM telah disiapkan untuk menangani kasus-kasus trauma kimia yang kompleks seperti yang dialami Andrie. Pihak rumah sakit juga telah menginstruksikan tim dokter spesialis terbaik untuk menangani kondisi luka bakar yang diderita korban. “Dirawat di RSCM dan akan kita gratiskan seluruh biayanya,” ungkap Widyawati saat memberikan keterangan kepada awak media.

Layanan kesehatan gratis ini mencakup seluruh rangkaian tindakan medis, mulai dari operasi, obat-obatan, hingga terapi pemulihan jaringan kulit. Kemenkes menyadari bahwa perawatan medis aktivis KontraS ini memerlukan perhatian khusus karena jenis zat kimia yang digunakan pelaku bersifat sangat korosif. Koordinasi antara pihak rumah sakit dan kementerian terus diperkuat guna memastikan standar pelayanan tetap terjaga.

Kondisi Terkini dan Penanganan Luka Zat Kimia di RSCM

Tim medis RSCM saat ini terus berjuang meminimalisir dampak kerusakan permanen pada tubuh Andrie Yunus akibat paparan zat kimia berbahaya. Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, memaparkan bahwa luka bakar yang dialami korban tersebar di beberapa titik vital. Area yang terdampak meliputi wajah, leher, dada, punggung, hingga kedua lengan korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tim dokter menemukan bahwa zat kimia yang digunakan pelaku memiliki sifat asam yang sangat kuat. Kondisi ini memaksa tim medis untuk segera melakukan tindakan irigasi atau pencucian luka guna menetralkan efek zat tersebut. “Tim langsung melakukan irigasi untuk menetralkan efek zat tersebut agar tidak merusak jaringan lebih dalam,” jelas Yoga Nara di Jakarta.

Selain penanganan fisik, tim medis juga mulai mempertimbangkan aspek psikologis korban yang mungkin mengalami trauma hebat akibat serangan mendadak tersebut. Pemulihan luka bakar akibat zat kimia biasanya memakan waktu yang cukup lama dan memerlukan kesabaran ekstra. Pihak RSCM berjanji akan memberikan laporan berkala mengenai kemajuan kondisi kesehatan Andrie kepada pihak keluarga dan instansi terkait.

Dorongan Penegakan Hukum dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis

Selain fokus pada masalah kesehatan, Charles Honoris juga mengingatkan pemerintah bahwa kasus penyiraman air keras aktivis ini harus diusut tuntas secara hukum. Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak boleh berhenti pada aspek medis semata. Penangkapan pelaku dan pengungkapan motif di balik serangan ini menjadi tanggung jawab besar aparat penegak hukum.

Menurut Charles, keadilan bagi Andrie Yunus hanya bisa terwujud jika pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Serangan terhadap aktivis HAM merupakan ancaman serius bagi demokrasi dan kebebasan berpendapat di tanah air. “Saya berharap tentunya pemerintah memberikan perhatian penuh, tidak hanya pengobatan, tetapi juga penegakan hukumnya,” tambah Charles dengan tegas.

Dukungan dari berbagai elemen masyarakat juga terus mengalir untuk Andrie Yunus, mendesak kepolisian agar bergerak cepat dalam mengidentifikasi pelaku. Publik berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Sinergi antara penanganan kesehatan korban zat kimia dan ketegasan hukum diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh pejuang HAM di Indonesia.