Tur Konser BTS Arirang Picu Lonjakan Hotel Hingga 6.700%
Uptodai.com - Tur konser BTS Arirang resmi menjadi magnet utama pariwisata global tahun ini dengan catatan angka yang sangat fantastis. Fenomena yang kerap disebut sebagai “BTS Effect” ini kembali membuktikan kekuatan grup asal Korea Selatan tersebut dalam menggerakkan ekonomi dunia. Berdasarkan data terbaru, pengumuman tur dunia mereka langsung memicu lonjakan pencarian akomodasi hingga ribuan persen di berbagai negara tujuan.
Platform perjalanan Trip.com mengidentifikasi bahwa wisata konser menjadi pendorong paling menguntungkan bagi industri pariwisata sepanjang tahun 2026. Tur bertajuk “Arirang” ini rencananya berlangsung di 34 kota besar yang tersebar di Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, Australia, hingga Eropa. Dampaknya tidak hanya terasa pada penjualan tiket, tetapi juga merembet ke sektor penerbangan dan perhotelan secara masif.
Lonjakan Pencarian Hotel di Berbagai Kota Dunia
Hanya dalam waktu 48 jam setelah pengumuman resmi pada 13 Januari 2026, minat wisatawan global langsung meledak. Platform Hotels.com mencatat lonjakan pencarian perjalanan ke Seoul meningkat sebesar 155% dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, kota Busan mengalami kenaikan yang jauh lebih ekstrem dengan angka mencapai 2.375% dalam periode yang sama.
Efek domino ini ternyata tidak hanya terbatas di wilayah Korea Selatan saja. Di Kaohsiung, Taiwan, data dari Booking.com menunjukkan lonjakan pencarian perjalanan hingga 6.700% secara tahunan untuk tanggal konser 19 November. Angka ini menunjukkan bahwa para penggemar sudah mulai mengamankan akomodasi jauh-jauh hari demi menyaksikan idola mereka secara langsung.
Pihak maskapai penerbangan juga melaporkan tren serupa di mana rute-rute menuju kota lokasi konser mengalami peningkatan reservasi yang signifikan. Banyak wisatawan bahkan tetap nekat datang ke lokasi konser meskipun mereka belum mengantongi tiket resmi. Fenomena ini menciptakan kerumunan tambahan yang tetap memberikan kontribusi ekonomi bagi pelaku usaha lokal di sekitar area pertunjukan.
Tiket Ludes dalam Hitungan Menit
Antusiasme luar biasa ini membuat tiket konser global BTS 2026 terjual habis hanya dalam waktu 20 menit saja. Kecepatan ini sangat kontras jika kita bandingkan dengan tur “Permission to Dance” pada periode 2021-2022 yang membutuhkan waktu 5 hingga 6 jam untuk habis terjual. Manajemen BTS sendiri sebenarnya sudah memperluas wilayah konser dan melipatgandakan jumlah kuota tiket bagi para penggemar.
Kondisi kelangkaan tiket ini akhirnya memaksa banyak penggemar beralih ke pasar sekunder atau platform resale. Di situs StubHub, harga tiket “Arirang” tercatat menyentuh angka US$7.276 atau setara dengan Rp114 juta per lembar. Harga tersebut melambung hingga 40 kali lipat dari harga aslinya, namun tetap diburu oleh para kolektor dan penggemar fanatik.
Tingginya permintaan ini juga berdampak langsung pada tarif menginap di hotel-hotel sekitar pusat transportasi utama. Laporan lokal menyebutkan bahwa sebagian besar kamar hotel di Korea Selatan sudah penuh dipesan untuk tanggal pelaksanaan konser. Meskipun tarif kamar melonjak dua kali lipat dari harga akhir pekan biasa, para penggemar tetap bersedia membayar demi kenyamanan akses.
Dampak Ekonomi Wisata Konser bagi Industri Global
Analis dari Euromonitor International, Prudence Lai, menjelaskan bahwa dampak ekonomi wisata konser memang bersifat jangka pendek namun sangat intens. Kota-kota yang menjadi tuan rumah biasanya akan merasakan lonjakan belanja yang signifikan dari wisatawan mancanegara. Pengeluaran ini mencakup sektor kuliner, transportasi lokal, hingga pusat perbelanjaan dan oleh-oleh khas daerah tersebut.
Selain BTS, beberapa artis internasional lain seperti Bruno Mars, Harry Styles, dan grup K-pop EXO juga diprediksi akan memperkuat tren ini. Namun, skala pengaruh BTS tetap dianggap yang paling dominan di industri hiburan saat ini. Sebagai perbandingan, festival musik legendaris Coachella di California hanya menghasilkan jumlah pencarian internet setengah dari total pencarian yang dipicu oleh BTS.
Chief Marketing Officer Event Tickets Center, Ben Kruger, menilai bahwa kelangkaan acara berskala besar menciptakan peluang emas bagi industri pariwisata. Penggemar menganggap tur ini sebagai kesempatan sekali seumur hidup yang tidak boleh terlewatkan. Hal inilah yang menjadikan industri hiburan dan perjalanan menjadi sangat menguntungkan dan saling terintegrasi erat pada tahun 2026 ini.