Uptodai.com - Pekan ke-19 Liga Inggris menyajikan drama yang tidak terduga, terutama bagi tim-tim yang sedang berjuang di papan atas. Update Liga Inggris City gagal mendekati Arsenal setelah hanya mampu membawa pulang satu poin dari markas Sunderland, Stadium of Light.

Hasil imbang tanpa gol ini terjadi setelah The Citizens, yang berstatus juara bertahan, kesulitan menembus pertahanan lawan yang bermain sangat disiplin. Pada saat yang sama, Liverpool juga mengalami nasib serupa ketika ditahan imbang 0-0 oleh Leeds United di Anfield.

Kegagalan Manchester City Memecah Benteng Sunderland

Manchester City datang ke laga tandang melawan Sunderland dengan beban berat, sebab Arsenal telah lebih dulu mengamankan kemenangan pada pertandingan pekan ke-19. Situasi ini menuntut skuad asuhan Pep Guardiola wajib menang untuk menjaga selisih poin tetap tipis.

Guardiola langsung menurunkan kekuatan penuh, termasuk mesin gol andalan mereka, Erling Haaland, bersama dengan Phil Foden dan Bernardo Silva di lini serang. Namun, dominasi penguasaan bola City tidak mampu diterjemahkan menjadi gol.

Pertahanan Sunderland menerapkan strategi low block yang ekstrem, menumpuk hingga delapan atau sembilan pemain di kotak penalti ketika City melancarkan serangan. Akibatnya, setiap celah untuk tembakan atau umpan terobosan selalu tertutup rapat.

Bahkan setelah memasukkan pemain-pemain kunci dari bangku cadangan seperti Jeremy Doku, Rodri, dan Josko Gvardiol untuk menambah daya gedor, The Citizens tetap frustrasi. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memaksa City harus puas dengan tambahan satu angka.

Hasil ini tentu merugikan ambisi City dalam perburuan gelar. Selisih poin mereka dengan pemuncak klasemen, Arsenal, kini melebar menjadi empat angka. Ini adalah pukulan telak mengingat kedua tim telah memainkan jumlah pertandingan yang sama.

Liverpool Gagal Kalahkan Leeds, Slot Soroti Penyelesaian Akhir

Tidak hanya Manchester City, raksasa Liga Inggris lainnya, Liverpool, juga gagal meraih poin penuh. The Reds ditahan imbang tanpa gol oleh Leeds United dalam pertandingan yang digelar di Anfield.

Secara statistik, Liverpool mendominasi total pertandingan dan menciptakan banyak peluang emas. Namun, inefisiensi di depan gawang menjadi masalah utama yang membuat mereka gagal mencetak gol pembuka.

Dengan hasil imbang 0-0 ini, Liverpool harus tertahan di papan tengah dan gagal memangkas jarak dengan Aston Villa yang berada di posisi ketiga. Saat ini, The Reds mengumpulkan 33 poin, terpaut enam angka dari Aston Villa.

Analisis Pelatih Arne Slot Mengenai Buntu di Anfield

Pelatih Liverpool, Arne Slot, tidak menyembunyikan kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia secara spesifik menyoroti kurangnya kualitas penyelesaian akhir sebagai faktor utama kegagalan timnya meraih kemenangan.

“Sebuah gol, itu adalah jawaban yang sangat sederhana,” ujar Slot, mengutip dari situs resmi klub. Ia menjelaskan bahwa untuk mencetak gol melawan tim yang bertahan sangat baik dan terus berada di sekitar kotak penalti, dibutuhkan beberapa cara untuk membuka pertahanan tersebut.

Slot menyebutkan, salah satu cara adalah melalui set piece, di mana Virgil van Dijk nyaris mencetak gol. Namun, cara lainnya adalah dengan kecepatan dan kreativitas individual, seperti yang terjadi pada pekan sebelumnya.

Menurut Slot, Leeds United bermain dengan garis pertahanan yang sangat rendah, melibatkan hampir 11 pemain untuk bertahan total. Oleh karena itu, Liverpool membutuhkan kecepatan dan variasi serangan yang lebih baik untuk memecah kebuntuan melawan tim dengan taktik defensif serupa.

“Untuk menciptakan peluang lawan tim yang garis pertahanannya rendah, sebuah tim butuh… kecepatan dan momen kejutan,” pungkasnya, menekankan perlunya peningkatan efektivitas serangan di laga-laga berikutnya.