Groundbreaking Blok Masela: Proyek Gas Raksasa Siap Dimulai
Uptodai.com - Persiapan intensif terus dilakukan menjelang pelaksanaan groundbreaking Blok Masela yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli 2026 mendatang. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa koordinasi ketat dengan Kodam XVI/Pattimura terus berjalan demi kelancaran acara. Saat ini, sekitar 93 ton logistik berupa tenda, genset, dan peralatan pendukung lainnya sedang dikirimkan menuju Saumlaki, Maluku. Acara monumental ini direncanakan akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Proyek strategis nasional ini kini digarap oleh konsorsium baru setelah hengkangnya Shell dari wilayah kerja tersebut. Saat ini, Inpex Masela Ltd memegang hak partisipasi mayoritas sebesar 65 persen selaku operator utama. Sisa saham sebesar 35 persen yang ditinggalkan Shell kini resmi dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi Masela sebesar 20 persen dan Petronas sebesar 15 persen. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan salah satu aset gas terbesar di Indonesia.
Potensi Raksasa Lapangan Abadi Masela
Lapangan Abadi yang berada di dalam wilayah kerja ini dikenal memiliki cadangan gas Blok Masela yang sangat melimpah. Terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura, proyek ini berada di kedalaman laut mencapai 400 hingga 800 meter. Potensi gas di area ini diperkirakan mencapai 6,97 triliun kaki kubik (TCF). Cadangan jumbo ini menjadikannya salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan energi nasional di masa depan.
Dampak Ekonomi dan Ketahanan Energi Nasional
Pengembangan proyek gas laut dalam ini diproyeksikan akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi wilayah Indonesia Timur, khususnya Provinsi Maluku. Selain menyerap ribuan tenaga kerja lokal, proyek ini juga akan mendorong pertumbuhan industri turunan di sekitar wilayah operasi. Pemerintah optimistis bahwa produksi gas dari wilayah ini dapat menopang kebutuhan industri domestik sekaligus memperkuat porsi ekspor cair (LNG). Langkah ini juga sejalan dengan peta jalan transisi energi bersih yang sedang digalakkan oleh pemerintah.
Perjalanan Panjang Menuju Produksi
Perjalanan proyek ini terbilang sangat panjang sejak penemuan cadangan pertamanya oleh Inpex pada tahun 2000 silam. Setelah melalui berbagai revisi rencana pengembangan (PoD), proyek ini akhirnya mendapatkan lampu hijau untuk memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun. Keberhasilan memulai konstruksi fisik ini menjadi bukti komitmen kuat pemerintah dalam memangkas hambatan birokrasi investasi hulu migas. Dengan dimulainya fase konstruksi, Indonesia selangkah lebih dekat untuk mengoperasikan salah satu kilang LNG tercanggih di dunia.