Uptodai.com - Belakangan ini, tren nikah di KUA semakin digandrungi oleh generasi muda, khususnya Gen Z yang lebih memilih kesederhanaan. Pergeseran preferensi ini tentu saja membawa dampak yang cukup signifikan bagi para pelaku industri pernikahan di tanah air. Banyak pengusaha dekorasi dan perencana pernikahan yang mulai merasakan penurunan omzet akibat perubahan perilaku konsumen ini.

Ketua Aspedi DKI Jakarta, Warsono, mengungkapkan bahwa penurunan permintaan di industri ini berkisar antara 25 persen hingga 35 persen dibandingkan tahun lalu. Calon pengantin masa kini dinilai jauh lebih selektif dalam menekan anggaran belanja pernikahan mereka. Selain itu, mereka juga cenderung mengambil keputusan dalam waktu yang sangat mepet, yaitu sekitar empat bulan sebelum hari H.

Pergeseran Tren Pernikahan Gen Z

Tekanan ekonomi global dan tingginya biaya hidup disinyalir menjadi alasan utama mengapa Gen Z enggan menggelar pesta mewah. Dibandingkan menghabiskan ratusan juta rupiah untuk acara satu hari, mereka lebih memilih mengalokasikan dana untuk uang muka rumah atau investasi masa depan. Tren hidup minimalis yang populer di media sosial juga turut memperkuat keputusan rasional ini.

Penurunan orderan paling drastis sangat dirasakan pada segmen menengah ke atas yang biasanya mengundang hingga seribu tamu. Sebaliknya, konsep pernikahan yang bersifat intim atau intimate wedding justru menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. Konsep ini dinilai lebih hangat karena hanya dihadiri oleh keluarga serta kerabat terdekat saja.

Pemilik SatSet Wedding Organizer, Adi Rahzalafna, juga membenarkan adanya pergeseran pola permintaan dari konsumen saat ini. Beberapa sektor seperti katering, pembawa acara (MC), dan dekorasi skala besar memang mengalami penurunan permintaan yang cukup drastis. Namun, jasa fotografer, videografer, dan penata rias (MUA) terpantau masih relatif stabil.

Adaptasi Vendor dan Peluang Baru

Menghadapi situasi ini, para pelaku usaha dituntut untuk lebih kreatif dan adaptif dalam mengemas paket layanan mereka. Banyak vendor kini mulai menawarkan paket khusus KUA yang sudah mencakup dokumentasi estetis dan riasan minimalis dengan harga terjangkau. Langkah ini diambil agar bisnis mereka tetap relevan dan mampu bertahan di tengah gempuran tren baru.

Menariknya, fenomena ini juga melahirkan peluang baru bagi penyedia jasa pendukung skala kecil di pasar pernikahan. Jasa asisten pribadi pengantin dan penyedia stan jajanan kekinian kini justru kebanjiran orderan dari pasangan muda. Hal ini membuktikan bahwa industri kreatif selalu menemukan celah untuk tumbuh meski format acaranya berubah.