Uptodai.com - Pasar kendaraan operasional global kini kedatangan penantang baru melalui kehadiran MPV pintu geser BYD Linghui M9 yang tampil sangat elegan. Sub-merek terbaru dari raksasa otomotif China ini sengaja dirancang untuk memenuhi kebutuhan armada taksi dan layanan ride-hailing premium.

Linghui sendiri merupakan identitas baru yang diperkenalkan oleh BYD pada awal Februari 2026 sebagai fokus utama untuk kendaraan operasional. Merek ini membagi lini produknya menjadi dua kategori besar, yakni seri e yang mengandalkan tenaga listrik murni serta seri M.

Dalam keluarga besar tersebut, model M9 menjadi satu-satunya varian yang mengusung teknologi plug-in hybrid (PHEV). Langkah strategis ini diambil untuk memberikan fleksibilitas jarak tempuh bagi para pengemudi taksi yang memiliki mobilitas tinggi setiap harinya.

Desain Mewah dan Dimensi Luas Melampaui Alphard

Melihat tampilannya secara sekilas, MPV pintu geser BYD Linghui M9 ini memancarkan aura kemewahan yang sangat kuat. Bagian wajahnya didominasi oleh gril berukuran besar dengan sentuhan aksen krom yang berkilau serta lampu utama yang menyipit tajam.

Desain bodi kotak dengan pintu geser ini mengingatkan publik pada model-model MPV premium yang saat ini sangat digemari di pasar Indonesia. Bagian belakang mobil tetap mempertahankan identitas visual BYD dengan lampu model “Chinese knot” yang sangat ikonik dan modern.

Beralih ke sektor dimensi, Linghui M9 memiliki panjang mencapai 5.200 mm, lebar 1.970 mm, dan tinggi 1.805 mm. Ukuran ini secara fisik sedikit lebih panjang jika kita bandingkan dengan Toyota Alphard yang selama ini menjadi standar MPV mewah.

Jarak sumbu roda yang mencapai 3.045 mm menjanjikan ruang kabin yang sangat lega bagi para penumpang di baris kedua dan ketiga. Penggunaan ban berukuran 235/60R18 juga mempertegas karakter mobil ini sebagai kendaraan yang stabil untuk perjalanan jarak jauh.

Teknologi Mesin Hybrid dan Fitur Canggih

Dapur pacu menjadi nilai jual utama dari spesifikasi BYD Linghui M9 yang mengombinasikan efisiensi dan tenaga. Mobil ini mengandalkan mesin bensin 1.5T yang bekerja sama dengan motor listrik sinkron magnet permanen serta teknologi Blade Battery yang legendaris.

Mesin konvensionalnya mampu memproduksi tenaga sebesar 115 kW atau setara 154 dk untuk mendukung operasional harian. Sementara itu, motor listriknya sanggup menyumbangkan tenaga tambahan hingga 200 kW atau sekitar 268 dk yang sangat responsif.

Pihak BYD juga menyediakan berbagai fitur opsional yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan operator taksi di berbagai negara. Mulai dari pilihan sunroof tunggal atau ganda, hingga penggunaan kamera tambahan pada spion untuk meningkatkan visibilitas pengemudi saat membelah kemacetan.

Rekam Jejak BYD dalam Industri Taksi Indonesia

Kehadiran model Linghui M9 ini memicu spekulasi mengenai potensinya untuk masuk ke pasar transportasi umum di tanah air. BYD sebenarnya bukan nama baru bagi industri transportasi Indonesia karena produk mereka sudah lama mengaspal di jalanan Jakarta.

Sejak tahun 2018, PT Blue Bird Tbk telah memercayakan armada taksi listrik mereka kepada model BYD e6. Perusahaan transportasi berlogo burung biru tersebut awalnya memasukkan 25 unit armada listrik untuk menguji ketangguhan teknologi baterai asal China ini.

Keberhasilan uji coba tersebut kemudian diikuti dengan masuknya model BYD T3 yang juga digunakan sebagai kendaraan operasional logistik dan transportasi. Pengalaman panjang ini menjadi modal kuat bagi BYD jika ingin membawa Linghui M9 sebagai pilihan taksi premium terbaru.

Dengan spesifikasi yang mumpuni dan desain yang sangat representatif, mobil ini berpotensi menggeser dominasi mobil bensin di sektor ride-hailing. Transformasi menuju kendaraan rendah emisi tampaknya akan semakin cepat dengan hadirnya pilihan MPV hybrid yang fungsional seperti ini.