Uptodai.com - Kabar mengenai Build Your Dreams (BYD) yang akan merambah pasar roda dua listrik akhirnya menemui titik terang. Produsen raksasa asal China ini secara resmi memastikan bahwa BYD tidak jual motor listrik untuk pasar global, termasuk Indonesia.

Keputusan strategis ini diambil karena perusahaan masih ingin memusatkan seluruh sumber daya dan perhatiannya pada pengembangan serta pemasaran kendaraan roda empat, termasuk komponen penunjang utama seperti baterai Blade.

BYD Tegaskan Fokus Penuh pada Kendaraan Roda Empat

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Liu Xueliang, General Manager (GM) Sales Division BYD Asia Pasific. Pernyataan ini sekaligus menepis berbagai rumor yang sempat beredar kencang di dunia maya, terutama spekulasi tentang pengembangan skuter matik listrik berdaya besar.

Liu menegaskan bahwa saat ini tidak ada rencana sedikit pun untuk memproduksi atau meluncurkan kendaraan roda dua. Bahkan, uji coba motor listrik di fasilitas internal perusahaan pun tidak pernah dilakukan.

“Kami sampai sekarang tak berencana meluncurkan sepeda motor atau kendaraan roda dua. Apalagi sampai mengujinya di sirkuit balap kami yang berada di Zhengzhou,” ujar Liu saat dikonfirmasi di Henan, China.

Bantahan Keras Soal Sirkuit Uji Coba BYD

BYD diketahui memiliki fasilitas sirkuit all-terrain yang sangat lengkap di Zhengzhou, Henan. Sirkuit ini dirancang untuk menguji berbagai prototipe kendaraan baru, mencakup lintasan balap berkecepatan tinggi, trek off-road, hingga trek pengujian daya tahan lainnya.

Beberapa pengamat sempat berasumsi bahwa sebagian trek tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengetesan motor listrik. Namun, Liu Xueliang memastikan bahwa sirkuit all-terrain tersebut saat ini hanya digunakan secara eksklusif untuk kendaraan roda empat BYD.

Alasannya cukup sederhana, yakni efisiensi dan fokus. “Sekarang hanya untuk BYD saja, karena kami sudah sangat sibuk dengan pengembangan mobil listrik dan hybrid kami,” tambahnya.

Meluruskan Isu Kerja Sama dengan Scorpio Electric

Isu mengenai BYD memasuki pasar motor listrik semakin memanas beberapa waktu lalu setelah muncul kabar kolaborasi dengan perusahaan asal Singapura, Scorpio Electric. Rumor tersebut menyebutkan bahwa kedua pihak telah menandatangani kesepakatan untuk memasarkan model motor listrik di kawasan Asia Tenggara.

Kabarnya, Scorpio Electric berencana memanfaatkan jaringan distribusi dan teknologi baterai milik BYD untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Kerja sama ini konon menargetkan pasar yang cepat mengadopsi elektrifikasi, seperti Thailand, Filipina, Vietnam, dan tentu saja Indonesia.

Meskipun spekulasi ini terdengar menjanjikan bagi pasar Asia Tenggara, petinggi BYD lain sebelumnya juga sempat menepis isu tersebut. Mereka menegaskan bahwa informasi yang beredar di internet belum tentu mencerminkan strategi bisnis resmi perusahaan.

Dengan penegasan ini, BYD memperjelas bahwa prioritas utama mereka adalah menguasai segmen mobil listrik dan kendaraan energi baru (NEV) secara global. Mereka kini fokus pada penguatan lini produk yang sudah ada, seperti Seal, Dolphin, dan Atto 3, sebelum mempertimbangkan ekspansi ke segmen roda dua.

Keputusan untuk tidak memproduksi motor listrik ini menunjukkan komitmen BYD untuk mendominasi pasar mobil EV, segmen yang saat ini menjadi medan pertempuran utama bagi produsen otomotif China di kancah internasional.