Haka Auto Agresif Perluas Dealer BYD ke Luar Jawa, Ini Alasannya
Uptodai.com - Ekspansi dealer BYD Haka Auto kini mulai merambah wilayah di luar Pulau Jawa guna mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di tanah air. Langkah strategis ini bertujuan untuk menjangkau konsumen di kota-kota tier 2 dan tier 3 yang memiliki potensi pasar sangat besar namun belum tergarap maksimal.
Haka Auto, sebagai salah satu mitra utama Build Your Dreams (BYD) di Indonesia, mematok target ambisius dengan mengoperasikan total 60 cabang pada tahun 2026. Fokus utama perusahaan kini bergeser ke wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, hingga Sulawesi demi memeratakan distribusi unit.
Optimisme Pasar Kendaraan Listrik di Daerah
CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, menyatakan bahwa prospek kendaraan listrik di Indonesia tetap cerah seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat. Ia meyakini bahwa perluasan infrastruktur pengisian daya akan menjadi kunci utama pertumbuhan industri otomotif masa depan.
Hariyadi menegaskan bahwa listrik merupakan sumber energi yang tersedia hampir di seluruh pelosok negeri, sehingga mempermudah operasional kendaraan listrik. Pemerintah juga terus mendorong kemandirian energi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) yang membebani anggaran negara.
Dukungan regulasi ini diharapkan mampu menekan subsidi energi dan mengalihkan penggunaan transportasi ke arah yang lebih bersih. Haka Auto percaya bahwa kekuatan merek BYD dan rencana jangka panjang mereka akan menjadikan mobil listrik sebagai alternatif utama bagi masyarakat Indonesia.
Tantangan Infrastruktur dan Solusi Plug-in Hybrid
Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa sekitar 80 persen pasar kendaraan listrik nasional masih terpusat di wilayah Jabodetabek. Konsumen di luar Pulau Jawa seringkali merasa ragu untuk beralih ke mobil listrik akibat keterbatasan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Menanggapi tantangan tersebut, Haka Auto melihat potensi besar pada peluncuran model Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) oleh BYD. Teknologi hybrid ini dianggap sebagai jembatan yang sempurna bagi masyarakat di daerah yang infrastruktur kelistrikannya belum sepadat di Jakarta.
Sistem PHEV memungkinkan pengguna tetap berkendara menggunakan bensin saat daya baterai habis, sehingga menghilangkan kecemasan akan jarak tempuh. Strategi ini diprediksi akan mempercepat transisi energi di kota-kota kecil sebelum infrastruktur pengisian daya benar-benar merata.
Strategi Percepatan Jaringan Dealer
Dalam upaya mengejar target 60 cabang, Haka Auto melakukan perubahan strategi dalam pengadaan lahan dan bangunan dealer. Sebelumnya, perseroan lebih banyak mengakuisisi lahan kosong dan membangun gedung dari nol, namun proses ini memakan waktu yang cukup lama.
Hambatan administratif seperti pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) seringkali menjadi kendala utama dalam mempercepat operasional. Oleh karena itu, Haka Auto kini lebih memilih untuk menyewa bangunan dealer dari merek lain yang sudah siap beroperasi.
Langkah taktis ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan renovasi singkat sesuai standar identitas visual BYD tanpa harus menunggu proses konstruksi yang lama. Sekitar 30 cabang baru diproyeksikan sudah mulai melayani pelanggan pada Juni 2026 mendatang.
Saat ini, Haka Auto telah mengelola 15 outlet BYD dan dua cabang khusus untuk merek premium Denza di berbagai lokasi strategis. Dengan manajemen yang agresif, mereka optimis mampu menguasai pasar otomotif regional dan mendukung target pemerintah dalam net zero emission.