Uptodai.com - Pabrikan asal Tiongkok, Geely, langsung tancap gas setelah meluncurkan model mobil listrik terbarunya, Geely EX2, di pasar Indonesia. Untuk membuktikan klaim efisiensi dan jarak tempuh, unit ini segera diuji dalam perjalanan jarak jauh. Hasilnya, konsumsi listrik Geely EX2 dari Jakarta menuju Cibodas, Jawa Barat, terbilang sangat irit dan efisien.

Uji coba ini dilakukan dalam agenda media drive yang mengambil rute menantang. Perjalanan dimulai dari diler Geely di Fatmawati, Jakarta Selatan, dan berakhir di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, melalui jalur Puncak yang terkenal dengan tanjakan dan kelokan.

Uji Jarak Jauh Geely EX2: Menaklukkan Rute Puncak

Geely EX2 yang digunakan dalam pengujian ini memiliki kapasitas baterai LFP sebesar 40,8 kWh. Kapasitas ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 395 kilometer berdasarkan standar NEDC (New European Driving Cycle).

Total jarak yang ditempuh dalam perjalanan dari Jakarta menuju Cibodas mencapai 88,3 kilometer. Meskipun rute yang dilalui melibatkan jalan tol dan tanjakan Puncak yang cukup menguras daya, kecepatan rata-rata mobil tercatat 39 kilometer per jam.

Pengemudi juga memiliki fleksibilitas dalam memilih mode berkendara, yaitu Eco, Comfort, dan Sport. Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, menjelaskan bahwa pilihan mode ini penting untuk menyesuaikan performa mobil dengan kondisi jalan dan gaya mengemudi.

Efisiensi Baterai di Rute Menanjak

Meskipun menempuh rute menanjak yang biasanya meningkatkan penggunaan daya, Geely EX2 menunjukkan efisiensi yang impresif. Setelah menempuh jarak 88,3 kilometer, mobil ini hanya menghabiskan daya sebesar 17,5 kWh.

Angka 17,5 kWh tersebut setara dengan 43 persen dari total kapasitas baterai. Artinya, sisa daya yang terpampang di Multi Information Display (MID) mobil masih berada di angka 57 persen.

Data ini menunjukkan bahwa performa baterai Geely EX2 cukup andal, bahkan ketika dihadapkan pada medan yang tidak rata dan membutuhkan torsi lebih besar. Selain itu, mobil ini juga sempat diajak melintasi genangan air dan jalan berkelok di area Cibodas tanpa kendala.

Biaya Operasional yang Sangat Hemat

Salah satu poin penting dari pengujian ini adalah perhitungan biaya yang dikeluarkan untuk mengisi ulang daya. Apabila dikonversikan ke dalam biaya pengisian di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), angkanya sangat mengejutkan.

Dengan asumsi harga pengisian di SPKLU rata-rata sebesar Rp 2.466 per kWh, total biaya yang dikeluarkan untuk menempuh jarak 88,3 kilometer tersebut hanya mencapai Rp 43.155. Angka ini jauh lebih hemat dibandingkan biaya bahan bakar minyak (BBM) untuk jarak tempuh yang sama.

Efisiensi ini tentu menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang mencari kendaraan ramah lingkungan dengan biaya operasional harian yang minimal. Geely EX2 tipe Max yang digunakan dalam pengujian ini membuktikan bahwa mobil listrik Tiongkok mampu bersaing dalam hal efisiensi daya.

Fitur Pendukung dan Perakitan Lokal

Geely EX2 tipe Max tidak hanya unggul dalam efisiensi daya, tetapi juga dilengkapi dengan fitur keselamatan modern. Mobil ini sudah dibekali dengan 12 fungsi ADAS (Advanced Driver Assistance Systems).

Salah satu fitur canggih yang disematkan adalah Transparent Chassis View. Fitur ini memungkinkan pengemudi melihat area di sekitar kendaraan, bahkan hingga ke bawah bodi mobil, yang sangat membantu saat melakukan parkir paralel atau melintasi jalan sempit.

Perlu diketahui, seluruh unit Geely EX2 yang dipasarkan di Indonesia sudah dirakit secara lokal. Proses perakitan dilakukan di pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat, menegaskan komitmen Geely terhadap industri otomotif nasional.