Kunci Sukses Veda Ega Pratama Raih Podium Moto3, Ini Pesan Ayahnya
Uptodai.com - Kunci sukses Veda Ega Pratama dalam menembus ketatnya persaingan balap motor tingkat dunia ternyata berakar dari nilai-nilai keluarga yang sangat kuat. Pembalap muda berbakat asal Gunungkidul ini baru saja mencatatkan tinta emas sebagai orang Indonesia pertama yang berdiri di podium kelas Moto3. Keberhasilan tersebut ia raih pada seri kedua musim 2026 yang berlangsung di Sirkuit Interlagos, Brasil.
Veda mampu menunjukkan performa luar biasa dengan finis di posisi ketiga, sebuah pencapaian yang mengejutkan banyak pengamat balap internasional. Meskipun berstatus sebagai pendatang baru atau rookie, ia tidak gentar menghadapi nama-nama besar yang sudah lebih dulu mencicipi aspal kejuaraan dunia. Kepercayaan diri ini tumbuh berkat persiapan matang dan bimbingan mental yang intensif dari lingkungan terdekatnya.
Wejangan Sudarmono Menjadi Kunci Sukses Veda Ega Pratama
Veda mengakui bahwa setiap putaran gas yang ia tarik di lintasan selalu dibarengi dengan ingatan akan nasihat ayahnya. Sudarmono, atau yang akrab disapa Momon, bukan sekadar orang tua biasa melainkan mantan pembalap nasional dengan segudang pengalaman di lintasan balap. Pengalaman sang ayah menjadi kompas bagi Veda dalam menavigasi karier profesionalnya yang kini mulai mendunia.
Sang ayah selalu menekankan pentingnya menjaga ketenangan batin saat melaju dalam kecepatan tinggi di tengah kerumunan pembalap lain. “Ayah saya kurang lebih setiap memberi wejangan mirip-mirip. Pasti selalu fokus, tenang, terus juga jangan grasak-grusuk,” ungkap Veda saat berbincang dengan media pada Sabtu, 28 Maret 2026. Nasihat sederhana ini memiliki makna mendalam bagi seorang pembalap yang mengandalkan presisi tinggi.
Sikap “grasak-grusuk” atau tergesa-gesa seringkali menjadi musuh utama bagi pembalap muda yang penuh ambisi untuk menyalip lawan. Oleh karena itu, wejangan untuk tetap tenang menjadi jangkar bagi Veda agar tetap konsisten berada di barisan depan sepanjang balapan. Ketenangan inilah yang membuatnya mampu mengambil keputusan tepat dalam sepersekian detik saat berada di tikungan tajam.
Transformasi dari Motorkros hingga Podium Moto3 Brasil
Perjalanan karier Veda tidak terbentuk dalam semalam, melainkan melalui proses panjang dan berjenjang sejak ia masih berusia dini. Ia memulai langkah pertamanya di dunia balap melalui ajang motorkros kelas 50 cc, yang melatih keseimbangan dan instingnya di medan sulit. Pengalaman di jalur tanah tersebut menjadi modal berharga ketika ia akhirnya memutuskan untuk beralih ke lintasan aspal atau road race.
Bakatnya yang sangat menonjol membuat Astra Honda Racing Team (AHRT) meliriknya untuk dibina secara lebih profesional dan terarah. Setelah menjuarai Asia Talent Cup (ATC) dengan dominasi mutlak pada 2023, langkahnya semakin mantap menuju kancah Eropa melalui Red Bull Rookies Cup. Di ajang tersebut, ia belajar beradaptasi dengan karakter sirkuit-sirkuit legendaris di Benua Biru yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Pada musim 2025, ia berhasil mengakhiri kompetisi Red Bull Rookies Cup sebagai runner-up, yang kemudian menjadi tiket emas menuju kelas Moto3. Kini, bersama Honda Team Asia, Veda membuktikan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing sejajar dengan talenta terbaik dari Spanyol maupun Italia. Keberaniannya berduel di barisan terdepan menunjukkan bahwa mentalitasnya sudah setara dengan pembalap elit dunia lainnya.
Persaingan Ketat di Papan Atas Klasemen Moto3 2026
Saat ini, Veda Ega Pratama menempati posisi ketiga dalam klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 27 poin yang sangat kompetitif. Ia hanya terpaut satu angka dari Marco Morelli yang berada di urutan kedua, serta 18 poin dari sang pemuncak klasemen, Maximo Quiles. Persaingan di papan atas klasemen semakin memanas seiring dengan performa konsisten yang ditunjukkan oleh para pembalap muda ini.
Konsistensi menjadi tantangan terbesar bagi Veda untuk mempertahankan posisinya di papan atas hingga akhir musim kompetisi nanti. Namun, dengan dukungan teknis yang solid dari tim serta wejangan sang ayah yang selalu ia pegang teguh, peluang meraih gelar juara dunia tetap terbuka. Setiap poin yang ia raih di setiap seri balapan sangat berarti untuk menjaga momentum positif dalam debut musimnya.
Masyarakat Indonesia kini menaruh harapan besar pada pundak remaja berusia 17 tahun ini untuk terus mengibarkan bendera Merah Putih di podium internasional. Keberhasilan Veda bukan hanya tentang kecepatan di lintasan, tetapi juga tentang pembuktian bahwa disiplin dan nasihat orang tua adalah elemen krusial. Setiap seri balapan ke depan akan menjadi ujian sekaligus panggung bagi Veda untuk terus mengasah kemampuannya sebagai bintang baru otomotif Indonesia.