Uptodai.com - Mobil dinas Gubernur Kaltim menjadi sorotan tajam setelah Presiden Prabowo Subianto menyindir penggunaan kendaraan mewah di lingkungan pemerintah daerah. Sindiran ini mencuat di tengah upaya pemerintah pusat yang sedang gencar melakukan penghematan dan efisiensi anggaran besar-besaran.

Dalam sebuah pertemuan dengan awak media, Presiden Prabowo mengungkapkan kekecewaannya terhadap ketidakefisienan birokrasi yang masih terjadi. Ia membandingkan penggunaan mobil operasionalnya yang seharga Rp700 jutaan dengan kendaraan dinas kepala daerah yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Prabowo secara spesifik menyebut adanya pemerintah daerah yang mengalokasikan dana hingga Rp8 miliar hanya untuk satu unit mobil dinas gubernur. Menurutnya, tindakan tersebut sangat tidak sejalan dengan semangat pengabdian kepada rakyat yang seharusnya menjadi prioritas utama setiap pejabat publik.

Respons Gubernur Kaltim Terkait Kritik Efisiensi Prabowo Subianto

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai status kendaraan operasional yang ia gunakan. Ia mengakui bahwa mobil mewah jenis Range Rover Autobiography tersebut kini sudah tidak lagi berada di tangannya.

Rudy menjelaskan bahwa kendaraan asal Inggris itu telah ia kembalikan ke kas daerah sejak awal Maret 2026. Proses administrasi pengembalian aset negara tersebut dinyatakan rampung sepenuhnya pada tanggal 11 Maret, jauh sebelum isu ini menjadi konsumsi publik secara luas.

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap arahan pimpinan nasional mengenai pentingnya pola hidup sederhana bagi pejabat. Rudy kini memilih untuk menggunakan fasilitas kendaraan yang lebih sesuai dengan standar efisiensi yang ditetapkan pemerintah pusat.

Polemik Alasan Wibawa dan Spesifikasi Range Rover Autobiography

Sebelumnya, penggunaan kendaraan dinas mewah Rudy Mas’ud ini sempat memicu kontroversi karena alasan yang dikemukakan sang gubernur. Rudy sempat menyatakan bahwa kendaraan kelas atas tersebut diperlukan untuk meningkatkan wibawa dan citra pemimpin di mata masyarakat serta tamu mancanegara.

Namun, setelah munculnya kritik efisiensi Prabowo Subianto, ia kini sepakat bahwa efektivitas kerja jauh lebih penting daripada sekadar simbol kemewahan. Ia menganggap teguran Presiden sebagai pengingat penting bagi seluruh kepala daerah di Indonesia agar lebih bijak mengelola APBD.

Mobil dinas yang sempat menuai polemik tersebut merupakan tipe Range Rover Autobiography dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). SUV premium ini memang dikenal memiliki harga selangit karena kombinasi fitur kenyamanan tingkat tinggi dan performa mesin yang luar biasa tangguh.

Detail Kemewahan Kendaraan Dinas yang Dikembalikan

Di sektor dapur pacu, Range Rover Autobiography mengandalkan mesin bensin 3.000 cc 6 silinder turbocharged yang mampu menghasilkan tenaga hingga 440 PS. Tenaga besar tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis 8 percepatan dengan sistem penggerak All Wheel Drive (AWD) yang andal.

Interior mobil ini menawarkan kemewahan kelas satu dengan balutan kulit Perforated Semi-Aniline di seluruh bagian jok. Selain itu, terdapat sistem hiburan canggih berupa layar sentuh 13,1 inci pada bagian dasbor serta layar Multi Information Display (MID) berukuran 13,7 inci.

Sebagai trim tertinggi, varian Autobiography juga dilengkapi dengan panel kontrol digital di baris kedua untuk mengatur kenyamanan penumpang secara mandiri. Sistem audio premium yang tertanam di dalamnya memberikan pengalaman berkendara yang jauh lebih eksklusif dibandingkan versi standar.

Langkah pengembalian aset ini diharapkan menjadi preseden positif bagi pejabat daerah lainnya di seluruh Indonesia. Pemerintah pusat terus mendorong agar dana daerah dialokasikan untuk program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, seperti infrastruktur dan kesejahteraan sosial.