Apakah Mobil Listrik Honda Super One Akan Dinamai Brio EV?
Uptodai.com - Mobil listrik Honda Super One kini tengah menjadi perbincangan hangat setelah tertangkap kamera sedang menjalani serangkaian uji coba di jalanan Indonesia. Kehadiran mobil listrik mungil ini memicu spekulasi kuat di kalangan pencinta otomotif mengenai nama komersial yang akan diusungnya nanti.
Banyak pihak memprediksi bahwa kendaraan ini akan menyandang nama Honda Brio EV saat resmi meluncur ke pasar. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat dimensi dan profilnya yang sangat identik dengan mobil perkotaan (city car) populer milik Honda tersebut.
Secara teknis, Honda Super One memiliki panjang bodi sekitar 3.589 mm, yang berarti hanya selisih 200 mm lebih pendek daripada Honda Brio konvensional. Kemiripan dimensi inilah yang membuat publik meyakini bahwa Super One adalah suksesor Brio di segmen elektrifikasi.
Tanggapan Resmi Honda Mengenai Nama Brio EV
Menanggapi rumor yang beredar luas, Yusak Billy selaku Sales & Marketing and Aftersales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) memberikan penjelasan resmi. Pihaknya menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai nama yang akan digunakan untuk pasar Indonesia.
Yusak Billy memilih untuk tetap merahasiakan identitas asli mobil listrik tersebut meski proses pengujian sudah mencapai tahap lanjut. Ia tidak membenarkan, namun juga tidak secara tegas membantah kemungkinan penggunaan nama Brio EV untuk menarik minat konsumen lokal.
Menurut Billy, penamaan sebuah produk sangat bergantung pada strategi pemasaran yang diterapkan di setiap negara. Sebuah model kendaraan bisa saja memiliki nama yang berbeda di wilayah lain guna menyesuaikan dengan karakteristik pasar dan kekuatan merek di negara tersebut.
Rencana Peluncuran dan Strategi Elektrifikasi Honda
Meskipun masih menutup rapat soal nama, PT Honda Prospect Motor memberikan sinyal kuat bahwa mobil listrik Honda Super One akan segera menyapa konsumen. Billy mengonfirmasi bahwa peluncuran kendaraan ramah lingkungan ini dijadwalkan berlangsung pada tahun ini.
Kepastian ini diperkuat dengan fakta bahwa unit uji coba yang sering terlihat di jalanan memang merupakan model yang sama dengan yang didaftarkan secara resmi. Honda tampaknya ingin memastikan performa kendaraan ini benar-benar sesuai dengan kondisi infrastruktur dan iklim di Indonesia sebelum dilepas ke publik.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen global Honda dalam mempercepat transisi menuju kendaraan bebas emisi. Indonesia dipandang sebagai pasar strategis yang memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai dalam beberapa tahun ke depan.
Bocoran Harga dan Data Samsat DKI Jakarta
Informasi mengenai kehadiran mobil listrik Honda Super One semakin valid setelah data kendaraannya muncul dalam laman resmi Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kendaraan tersebut terdaftar untuk tahun fiskal 2026 dengan kode JG6 A EV ZZE.
Dalam data tersebut, Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) untuk model ini tercatat berada di angka Rp 257 jutaan. Angka ini memberikan gambaran awal bagi calon konsumen mengenai posisi harga yang mungkin ditawarkan oleh Honda untuk bersaing di segmen EV kompak.
Namun, perlu dicatat bahwa angka NJKB bukanlah harga jual resmi (on the road) yang akan diterima oleh konsumen di diler. Harga akhir nantinya akan mencakup berbagai komponen pajak tambahan, biaya pengiriman, serta margin keuntungan perusahaan yang biasanya membuat harga retail lebih tinggi.
Kehadiran mobil listrik mungil ini diprediksi akan memperketat persaingan di pasar kendaraan listrik Indonesia yang saat ini mulai didominasi oleh pabrikan asal China. Honda diharapkan mampu memberikan standar kualitas dan layanan purna jual yang selama ini menjadi kekuatan utama mereka di tanah air.