Uptodai.com - Persaingan di pasar kendaraan energi baru (NEV) China semakin brutal, memunculkan pemain yang menawarkan kombinasi harga murah dan performa tinggi. Salah satu bintang baru yang menarik perhatian adalah Mobil Listrik Xpeng Mona M03.

Mobil ini langsung mendapat julukan “Tesla Killer” karena banderol harganya yang sangat agresif. Bayangkan, harga jualnya di China setara dengan model tertinggi Toyota Avanza di Indonesia, namun menawarkan spesifikasi yang jauh di atas rata-rata mobil di kelasnya.

Harga yang Menghancurkan Pasar dan Dominasi Penjualan

Xpeng Mona M03 dipasarkan mulai dari 119.800 yuan, atau jika dikonversi ke kurs saat ini setara dengan sekitar Rp 286 juta. Angka ini menempatkannya di segmen harga yang sangat kompetitif, bahkan hanya setengah dari harga Tesla Model 3 versi dasar di pasar Tiongkok.

Strategi harga yang cerdas ini membuat Mona M03 menjadi fenomena penjualan di negeri tirai bambu. Mobil ini bahkan menyumbang lebih dari 41,66 persen total penjualan Xpeng sepanjang periode Januari hingga November 2025.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa konsumen mencari kendaraan listrik yang efisien tanpa harus menguras dompet. Pada November 2025, volume pengiriman Mona M03 bahkan telah melampaui 200.000 unit, hanya 14 bulan setelah peluncuran perdananya pada Agustus 2024.

Performa Kencang yang Mengagumkan

Meskipun harganya terjangkau, Xpeng tidak berkompromi soal tenaga yang ditawarkan. Sedan listrik ini dibekali motor listrik berkekuatan 160 kW, setara dengan 215 tenaga kuda (hp).

Performa tersebut memungkinkannya berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 7,4 detik. Angka ini secara mengejutkan mengungguli beberapa SUV populer di Indonesia, seperti Mitsubishi Pajero Sport yang hanya menghasilkan 181 hp, bahkan lebih bertenaga dari Honda CRV RS e:HEV yang memiliki output 201 hp.

Kunci Efisiensi: Desain Aerodinamis dan Pembaruan Jarak Tempuh

Untuk mempertahankan dominasinya di pasar sedan listrik segmen A, Xpeng baru-baru ini meluncurkan versi terbaru Mona M03 dengan beberapa pembaruan krusial. Perubahan ini fokus pada efisiensi dan peningkatan jarak tempuh yang lebih jauh.

Kunci utama efisiensi dari Mobil Listrik Xpeng Mona M03 terletak pada desain aerodinamisnya yang revolusioner. Mobil ini mencatatkan koefisien hambat udara (Cd) sangat rendah, yakni 0,194.

Catatan koefisien tersebut menjadikannya salah satu sedan produksi massal dengan aerodinamika terbaik di dunia. Efisiensi aerodinamika yang luar biasa ini secara langsung berkontribusi signifikan dalam menambah jangkauan tempuh baterai.

Jarak Tempuh Hingga 640 Km

Pembaruan signifikan terlihat pada sektor baterai dan dimensi bodi yang sedikit memanjang 5 mm menjadi 4.785 mm. Konsumen kini ditawarkan total 12 opsi jarak tempuh yang jauh lebih beragam.

Jangkauan paling pendek dimulai dari 485 km, sementara varian teratas mampu menempuh jarak hingga 640 km dalam standar pengujian CLTC. Variasi jangkauan ini dimungkinkan berkat penggunaan tiga opsi baterai lithium besi fosfat (LFP) yang berbeda kapasitasnya, yaitu 51.8 kWh, 61.6 kWh, dan 62.2 kWh.

Interior Minimalis dan Praktis

Bagian interior Mona M03 mengadopsi gaya minimalis khas mobil listrik modern. Kokpit didominasi oleh layar sentuh masif berukuran 15,6 inci yang berfungsi sebagai pusat informasi dan hiburan.

Layar tersebut ditenagai oleh chip Qualcomm Snapdragon 8155 yang menjamin responsivitas dan konektivitas tinggi. Selain itu, Xpeng membuat kompromi cerdas dengan menggunakan suspensi torsion beam di belakang.

Keputusan teknis ini memberikan keuntungan besar dari sisi kepraktisan. Penggunaan suspensi tersebut memungkinkan mobil memiliki ruang bagasi luar biasa luas, mencapai 621 liter, sebuah kapasitas yang jarang ditemukan pada sedan listrik sekelasnya.