Uptodai.com - Musim penghujan selalu membawa tantangan tersendiri bagi pengendara di perkotaan. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, genangan air tak terhindarkan muncul di berbagai ruas jalan, bahkan sering kali ketinggiannya mencapai batas yang mengkhawatirkan.

Meskipun demikian, keputusan untuk menerobos banjir risiko water hammer dan bahaya keselamatan lainnya seringkali tetap diambil oleh pengendara yang terdesak waktu. Padahal, tindakan nekat ini memiliki konsekuensi yang jauh lebih mahal daripada waktu yang berhasil dihemat.

Bahaya Tersembunyi di Balik Genangan Air

Praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menegaskan bahwa tindakan nekat ini harus dihindari. Ia tidak menyarankan kendaraan melewati genangan yang kedalamannya sudah melebihi batas aman. Risiko yang dihadapi bukan hanya sekadar kerusakan kendaraan, melainkan juga potensi ancaman serius terhadap keselamatan pengemudi itu sendiri.

Menurut Sony, pengemudi harus mampu menahan emosi dan tidak sembarangan menerobos genangan air. Air banjir yang keruh seringkali menyembunyikan bahaya yang tidak terduga, sehingga pengemudi harus selalu waspada dan tidak mudah terprovokasi untuk melaju.

Arus Deras yang Menipu Mata

Salah satu bahaya utama adalah arus air yang tidak terbaca dan cenderung deras di bagian bawah. Meskipun permukaan air terlihat tenang, arus di bawahnya bisa sangat kuat dan mampu menyeret kendaraan, terutama sepeda motor atau mobil berukuran kecil.

Sony menyarankan, cara termudah untuk menilai kekuatan arus adalah dengan melihat material yang dihanyutkan. Jika material seperti sampah atau ranting bergerak cepat, itu berarti ada arus yang menyeretnya. Jika sudah terjebak dalam arus yang kuat, segera evakuasi diri untuk keluar dari kabin kendaraan.

Objek Tak Terlihat dan Kerusakan Fisik

Genangan air yang keruh juga berpotensi menyembunyikan objek-objek berbahaya yang bisa merusak kendaraan. Banyak kasus terjadi di mana roda kendaraan masuk ke lubang, got, atau bahkan menabrak pembatas jalan yang tertutup air.

Selain itu, benda-benda tajam seperti pecahan kaca atau logam yang terbawa arus juga bisa merusak ban atau menghambat putaran roda. Benda-benda tersebut bahkan berisiko merusak bodi kendaraan bagian bawah, yang pada akhirnya menuntut biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Ancaman Teknis: Menerobos Banjir Risiko Water Hammer

Dari sisi teknis, risiko paling fatal yang mengintai kendaraan yang nekat menerobos banjir adalah fenomena yang dikenal sebagai *water hammer*. Kerusakan ini bisa membuat mesin kendaraan jebol total dan membutuhkan perbaikan besar-besaran.

Fenomena ini terjadi ketika air masuk ke dalam ruang bakar mesin melalui saluran udara (intake). Air yang masuk ke silinder akan terperangkap di atas piston. Karena air adalah zat yang tidak bisa dikompresi, berbeda dengan campuran udara dan bahan bakar, tekanan yang dihasilkan saat piston bergerak ke atas akan sangat besar.

Bagaimana Water Hammer Terjadi?

Tekanan ekstrem yang tidak bisa ditoleransi oleh komponen mesin menyebabkan setang piston bengkok, bahkan dalam kasus terburuk, bisa menyebabkan silinder mesin pecah. Jika sudah terjadi water hammer, biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan pasti sangat besar, seringkali setara dengan harga mesin baru.

Oleh karena itu, jika kedalaman air sudah mencapai setengah ban atau bahkan lebih, sebaiknya putar balik dan cari rute alternatif. Memastikan kondisi aman sebelum melanjutkan perjalanan adalah langkah yang jauh lebih bijak daripada mengambil risiko kehilangan nyawa atau merusak kendaraan secara permanen.

Tips Aman Menghadapi Genangan Air

Jika terpaksa harus melewati genangan air, pastikan kedalamannya tidak melebihi batas aman, yaitu di bawah knalpot dan saringan udara (air intake). Amati kendaraan lain yang melintas di depan sebagai patokan kedalaman.

Saat melintas, jaga putaran mesin agar tetap stabil dan jangan pernah menginjak pedal gas terlalu dalam. Kecepatan yang disarankan adalah konstan dan pelan, sehingga air tidak terdorong tinggi dan masuk ke ruang mesin. Setelah berhasil melewati genangan, segera injak rem beberapa kali untuk mengeringkan kampas rem yang basah.