Uptodai.com - Persaingan infrastruktur energi semakin memanas setelah Geely resmi mengoperasikan ribuan stasiun pengisian mobil listrik 1.500 kW di berbagai wilayah Tiongkok. Langkah masif ini menempatkan Geely selangkah lebih maju dibandingkan kompetitor utamanya, BYD, yang baru saja memperkenalkan teknologi serupa. Meski BYD mulai mempromosikan Flash Charging untuk baterai generasi terbaru, Geely justru sudah memiliki jaringan yang siap pakai.

Hingga Maret 2026, Geely tercatat telah memperluas jangkauan fasilitas pengisian daya ekstrem mereka ke 215 kota. Perusahaan otomotif raksasa ini telah membangun setidaknya 2.103 stasiun pengisian yang memiliki daya output mencapai 1.500 kW. Angka ini sangat kontras dengan target BYD yang baru berencana membangun 20.000 titik pengisian pada akhir tahun 2026 mendatang.

Dominasi Geely dalam Ekosistem Megawatt Era

Geely menyebut pengembangan masif ini sebagai bagian dari strategi “Megawatt Era” untuk mendukung mobilitas elektrik masa depan. Penyebaran SPKLU dengan daya sebesar itu menjadikan ekosistem pengisian Geely sebagai salah satu yang terpadat di dunia untuk kategori arus ultra-high. Perusahaan ingin memastikan bahwa pengguna kendaraan listrik mereka tidak lagi mengalami kecemasan terkait durasi pengisian daya di perjalanan.

Teknologi mutakhir ini telah melalui serangkaian uji coba ketat menggunakan model flagship terbaru, yaitu Zeekr 001. Mobil listrik ini mengusung inovasi internal yang mereka sebut sebagai Golden Battery dengan kemampuan 12C charging rate. Kombinasi antara stasiun pengisian berdaya tinggi dan teknologi baterai canggih ini menghasilkan performa pengisian yang sangat impresif bagi konsumen.

Kecepatan Pengisian Kilat Hanya Tujuh Menit

Dalam sebuah demonstrasi teknis, Zeekr 001 mampu mengisi daya dari kondisi 10 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar tujuh menit. Kecepatan luar biasa ini terjadi berkat penggunaan arsitektur tegangan tinggi 900 volt yang mampu mengalirkan arus listrik hingga 1.488 ampere. Teknologi ini secara signifikan memangkas waktu tunggu pengguna di stasiun pengisian umum secara drastis.

Penggunaan sistem 900 volt memberikan keunggulan teknis dibandingkan standar industri 800 volt yang banyak digunakan produsen lain saat ini. Arsitektur ini terbukti jauh lebih efisien dalam menyalurkan energi besar sekaligus meminimalisir suhu panas yang muncul selama proses pengisian berlangsung. Efisiensi termal yang lebih baik juga berdampak positif pada usia pakai baterai kendaraan dalam jangka panjang.

Strategi Infrastruktur Mandiri Tanpa Pihak Ketiga

Berbeda dengan banyak pabrikan yang bekerja sama dengan operator pengisian daya pihak ketiga, Geely memilih membangun infrastrukturnya sendiri secara mandiri. Model bisnis ini memungkinkan perusahaan memegang kendali penuh atas komunikasi data antara kendaraan dan perangkat pengisian. Hasilnya, integrasi sistem menjadi lebih mulus dan meminimalisir risiko kegagalan teknis saat proses pengisian berlangsung.

Setiap unit charger berdaya 1.500 kW ini dirancang untuk melayani sekitar 50 hingga 60 unit kendaraan setiap harinya. Geely memproyeksikan rata-rata penggunaan energi sebesar 50 kWh per sesi pengisian untuk setiap mobil yang datang. Dengan kapasitas sebesar itu, produktivitas setiap stasiun pengisian menjadi sangat tinggi dibandingkan charger standar pada umumnya.

Sistem Buffer Energi untuk Stabilitas Jaringan Listrik

Guna mencegah lonjakan beban yang dapat mengganggu jaringan listrik lokal, Geely melengkapi setiap lokasi dengan sistem penyimpanan energi internal. Baterai cadangan ini memiliki kapasitas antara 300 hingga 500 kWh yang berfungsi sebagai penyangga atau buffer daya. Sistem ini memastikan beberapa sesi pengisian ultra-cepat dapat dilakukan berturut-turut tanpa membebani trafo listrik utama di area tersebut.

Langkah agresif Geely dalam membangun stasiun pengisian mobil listrik 1.500 kW ini membuktikan keseriusan mereka memimpin pasar kendaraan listrik global. Dengan infrastruktur yang sudah matang, Geely memberikan tekanan besar bagi produsen lain untuk segera mempercepat pembangunan fasilitas serupa. Persaingan ini pada akhirnya akan menguntungkan konsumen yang mendambakan kemudahan pengisian daya secepat mengisi bensin konvensional.