Uptodai.com - Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama Moto3 Brasil 2026 sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih podium ketiga di Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna. Keberhasilan ini memancing decak kagum dari berbagai pihak, termasuk manajer timnya sendiri yang melihat potensi besar dalam diri sang pembalap.

Hiroshi Aoyama, Manajer Honda Team Asia, secara terbuka melontarkan pujian setinggi langit atas ketenangan Veda di lintasan balap. Meskipun baru menjalani musim perdana sebagai rookie, pembalap asal Gunungkidul tersebut menunjukkan mentalitas yang sangat matang menghadapi tekanan tinggi.

Balapan di Brasil kali ini berlangsung penuh drama dan ketegangan sejak putaran pertama dimulai. Insiden di lintasan sempat memaksa pengawas balapan mengibarkan bendera merah atau red flag, yang mengubah dinamika persaingan secara drastis bagi seluruh kontestan.

Strategi Brilian Veda Ega Pratama di Lintasan Brasil

Kondisi red flag justru menjadi titik balik yang menguntungkan bagi Veda Ega Pratama Moto3 Brasil untuk memperbaiki posisinya. Saat balapan diputuskan untuk diulang dengan format lima putaran pendek, Veda harus memulai perjuangan kembali dari posisi ke-10.

Namun, tantangan tersebut tidak menyurutkan nyali pembalap muda ini untuk merangsek ke barisan depan. Ia melakukan serangkaian aksi overtake yang sangat bersih dan agresif terhadap para rival seniornya di setiap tikungan sirkuit.

Hiroshi Aoyama menyebut bahwa momen kembalinya Veda ke posisi depan merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Menurutnya, tidak mudah bagi seorang pendatang baru untuk tetap fokus dalam balapan singkat yang sangat intens dan penuh risiko.

“Balapannya sangat panas dan menarik, terutama setelah momen red flag mengubah segalanya. Veda melakukan comeback yang hebat dengan menyalip sejumlah rival hingga akhirnya finis di posisi ketiga,” ujar Aoyama dalam keterangan resminya.

Kematangan Mental Sang Rookie Honda Team Asia

Performa apik yang ditunjukkan oleh Veda sebenarnya sudah terlihat sejak sesi latihan bebas hingga kualifikasi. Ia sempat mencatatkan waktu terbaik yang membawanya mengamankan posisi start keempat di barisan depan sebelum balapan dimulai.

Meskipun sempat tercecer ke urutan belakang karena kendala teknis pada ban, Veda mampu bangkit dengan cepat. Hiroshi Aoyama Puji Veda karena kemampuannya beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kondisi suhu lintasan dan performa motor.

Aoyama juga menekankan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras seluruh kru mekanik yang mendukung Veda sepanjang akhir pekan. Konsistensi tim dalam menyiapkan motor yang kompetitif menjadi kunci utama keberhasilan mereka meraih podium di seri kedua ini.

“Untuk seseorang yang masih berstatus rookie dan baru menjalani balapan keduanya, ini adalah hasil yang sangat luar biasa. Dia melakukan pekerjaan yang sangat bagus, didukung oleh kerja sama tim yang solid,” tambah mantan juara dunia tersebut.

Optimisme Menuju Seri Balap Amerika Serikat

Veda Ega Pratama sendiri mengakui bahwa dirinya merasa jauh lebih percaya diri saat balapan dimulai kembali pasca jeda. Ia mengungkapkan bahwa sempat mengalami kesulitan mengendalikan ban belakang pada putaran-putaran awal sebelum bendera merah dikibarkan.

Kondisi ban yang lebih dingin saat restart memberinya peluang untuk menekan motor lebih maksimal tanpa takut kehilangan daya cengkeram. Karakteristik sirkuit Brasil yang menantang ternyata sangat cocok dengan gaya balap agresif yang dimiliki oleh Veda.

“Saya langsung menyukai tata letak sirkuit ini sejak melakukan track walk. Tim melakukan pekerjaan yang luar biasa, sehingga semua elemen pendukung terasa sangat menyatu saat balapan berlangsung,” ungkap Veda dengan nada bangga.

Keberhasilan meraih podium di Brasil menjadi suntikan motivasi besar bagi Veda untuk menghadapi seri-seri berikutnya. Kini, ia merasa sudah sejajar dengan para pembalap papan atas dan siap bertarung memperebutkan kemenangan di Amerika Serikat mendatang.