Uptodai.com - Veda Ega Pratama podium Moto3 menjadi tajuk utama setelah sang pembalap muda berhasil mengukir tinta emas di kancah internasional. Keberhasilan luar biasa ini ia raih dalam balapan dramatis di Moto3 Brasil 2026 yang berlangsung di Sirkuit Interlagos. Pencapaian tersebut sekaligus mengukuhkan namanya sebagai pembalap Indonesia pertama yang mampu menembus tiga besar di kejuaraan dunia.

Pembalap andalan Honda Team Asia tersebut membuktikan kualitasnya sebagai salah satu talenta terbaik yang pernah dimiliki tanah air. Sejak awal musim, publik memang menaruh harapan besar pada pundak remaja asal Gunungkidul ini. Namun, podium di Brasil terasa sangat spesial karena ia harus melewati berbagai rintangan teknis yang menguji mentalitas bertandingnya.

Drama Red Flag dan Perjuangan dari Barisan Belakang

Veda mengawali balapan dengan posisi yang cukup menguntungkan, yakni dari grid keempat. Sayangnya, ia tidak melakukan start dengan sempurna sehingga posisinya melorot ke urutan bawah pada tikungan pertama. Alih-alih tampil agresif secara membabi buta, Veda memilih untuk tetap tenang dan menjaga ritme balapnya agar ban tidak cepat aus.

Ia terus membayangi rombongan besar di posisi ke-10 sambil menunggu momentum yang tepat untuk melakukan serangan. Veda beberapa kali memanfaatkan teknik slipstream di lintasan lurus untuk memangkas jarak dengan pembalap di depannya. Strategi ini terbukti efektif meskipun ia sempat kesulitan mempertahankan posisi saat memasuki tikungan-tikungan teknis.

Situasi berubah mencekam ketika balapan memasuki lap ke-14 setelah kecelakaan hebat menimpa Scott Ogden. Race Direction segera mengibarkan bendera merah atau red flag untuk memberikan penanganan medis kepada pembalap tersebut. Karena durasi balapan belum mencapai dua pertiga jarak tempuh, panitia memutuskan untuk memulai kembali balapan dengan format sprint lima lap.

Aksi Heroik di Lap Terakhir Sirkuit Interlagos

Pada saat balapan dimulai kembali, Veda harus rela memulai perjuangan dari posisi ke-10 berdasarkan hasil sebelum bendera merah berkibar. Tantangan ini terlihat sangat berat mengingat hanya tersisa lima putaran untuk merangsek ke barisan depan. Namun, semangat pantang menyerah Veda justru semakin membara di lintasan yang mulai mendingin tersebut.

Satu per satu lawan berhasil ia lewati dengan manuver yang bersih namun sangat berani. Puncaknya terjadi pada lap terakhir, di mana Veda terlibat duel sengit dengan Alvaro Carpe untuk memperebutkan tempat ketiga. Melalui pengereman yang sangat telat di tikungan akhir, Veda berhasil menyalip Carpe dan mempertahankan posisinya hingga garis finis.

Keberhasilan mengamankan podium ketiga ini disambut haru oleh seluruh kru Honda Team Asia di pit lane. Veda mengaku sempat mengalami kendala pada manajemen ban belakang sebelum balapan dihentikan sementara. “Hari ini kami melakukan pekerjaan yang luar biasa, meski awalnya sulit mengelola ban,” ungkap Veda saat berada di Parc Ferme.

Apresiasi untuk Dukungan Masyarakat Indonesia

Kemenangan bersejarah ini tidak lepas dari dukungan penuh keluarga dan para penggemar otomotif di Indonesia. Veda secara khusus mempersembahkan trofi ini untuk orang-orang tercinta yang terus mendoakannya dari tanah air. Ia merasa bahwa pencapaian di Grand Prix keduanya ini hanyalah awal dari perjalanan panjang di kelas dunia.

Keberhasilan Veda Ega Pratama di Brasil memberikan sinyal positif bagi industri balap motor Indonesia di mata global. Prestasi ini membuktikan bahwa pembalap lokal mampu bersaing di level tertinggi jika mendapatkan pembinaan yang tepat. Kini, publik menanti aksi-aksi selanjutnya dari sang “Wonderkid” di seri-seri balap berikutnya.

Hasil Lengkap Moto3 Brasil 2026:

1. Maximo Quiles: 7 menit 19,821 detik
2. Marco Morelli: +0,143 detik
3. Veda Ega Pratama: +1,650 detik
4. Alvaro Carpe: +1,741 detik
5. Guido Pini: +1,786 detik
6. Rici Salmela: +1,842 detik
7. Valentin Perrone: +1,949 detik
8. Adrian Fernandez: +2,522 detik
9. Casey O’gorman: +2,894 detik
10. Hakim Danish: +3,083 detik