Ambisi Pelatih Iran Piala Asia Futsal 2026: Mengulang Sejarah di Jakarta
Uptodai.com - Iran memastikan diri melaju ke partai puncak kompetisi regional paling bergengsi. Pelatih Iran Piala Asia Futsal, Vahid Shamsaee, membawa ambisi besar untuk mengamankan gelar juara di Indonesia, sebuah negara yang menyimpan memori kejayaan pribadinya.
Keberhasilan ini datang setelah Team Melli menaklukkan Irak dalam laga semifinal yang sengit. Pertandingan tersebut digelar di Indonesia Arena pada Kamis (5/2/2026) sore WIB, berakhir dengan skor 4-2 untuk keunggulan Iran.
Bagi Shamsaee, Jakarta bukan hanya sekadar lokasi turnamen, tetapi panggung bersejarah yang menyimpan kenangan manis 24 tahun lalu. Kini, sebagai arsitek tim, ia bertekad mengulang pencapaian tersebut.
Evaluasi Kritis Setelah Kalahkan Irak
Meskipun meraih kemenangan krusial dan memastikan tiket ke Final Piala Asia Futsal 2026, Vahid Shamsaee justru melontarkan kritik tajam terhadap performa anak asuhnya. Ia merasa Iran seharusnya bisa bermain jauh lebih baik, terutama dalam hal efektivitas di depan gawang.
Pelatih berusia 50 tahun itu menyoroti dua gol yang berhasil dicetak oleh Irak, menunjukkan adanya celah dalam pertahanan timnya. Ia juga mengakui bahwa beberapa peluang emas yang terbuang merupakan kesalahan yang harus dievaluasi secara mendalam.
“Saya percaya seharusnya kami bisa tampil lebih baik dari ini. Irak punya dua gol, dan kami kehilangan beberapa peluang emas yang seharusnya bisa menjadi gol,” ujar Vahid Shamsaee usai pertandingan.
Secara jantan, Shamsaee tidak mau menyalahkan pemain sepenuhnya, bahkan ia menyebut kegagalan memanfaatkan peluang itu sebagai kesalahannya. Namun, hal terpenting baginya adalah tim berhasil melangkah ke final, meskipun ia pribadi tidak sepenuhnya puas dengan penampilan tersebut.
Mengenang Kejayaan di Indonesia Tahun 2002
Tekad Shamsaee untuk meraih gelar kali ini sangat kuat, apalagi Iran berstatus sebagai juara bertahan turnamen. Namun, motivasi terbesarnya adalah mengulang kejayaan pribadi yang pernah ia rasakan di Indonesia saat masih aktif sebagai pemain.
Shamsaee merupakan bagian dari skuad Iran yang berlaga di Piala Asia Futsal edisi 2002, di mana Indonesia juga bertindak sebagai tuan rumah. Kala itu, ia menjadi aktor kunci saat Iran berhasil merengkuh gelar juara.
Di partai final tahun 2002, Iran tampil dominan dan melibas Jepang dengan skor telak 6-0. Kenangan manis di Jakarta itulah yang kini menjadi motivasi ganda bagi sang pelatih untuk kembali mendulang kesuksesan di lokasi yang sama, namun dengan peran yang berbeda.
Menghindari Tekanan Jelang Final Piala Asia Futsal 2026
Menjelang laga puncak, Shamsaee tidak hanya fokus pada strategi lapangan. Ia juga mewanti-wanti timnya agar tidak terjebak dalam tekanan psikologis, sebuah pengalaman yang pernah ia rasakan secara langsung.
Shamsaee teringat betul bagaimana tekanan berat dirasakan saat dirinya menjadi pemain di final 24 tahun lalu. Ia menceritakan bahwa sebagai pemain, ia merasa begitu tertekan, dan hal itu bisa memengaruhi performa di lapangan.
Oleh karena itu, prinsip utama yang ia tanamkan kepada skuadnya saat ini adalah bermain tanpa beban. Ia menegaskan bahwa ia tidak ingin timnya terkungkung oleh masa lalu atau status juara bertahan.
“Saya tidak bisa terjebak kepada masa lalu, kami harus fokus atas apa yang akan terjadi. Saya ingat betul 24 tahun lalu, sebagai pemain saya begitu tertekan,” jelasnya.
Pelatih Iran ini kembali mengingatkan para pemain untuk menikmati setiap momen dan tampil lepas. Baginya, ia tak menoleransi adanya tekanan berlebihan dalam tim, karena hal itu hanya akan menghambat langkah mereka menuju trofi Final Piala Asia Futsal 2026.