Uptodai.com - Klub raksasa Liga Inggris, Liverpool, baru saja memenangkan persaingan sengit untuk mengamankan tanda tangan bek muda Prancis, Jeremy Jacquet. Investasi besar yang dikeluarkan oleh manajemen Anfield menegaskan bahwa mereka melihat Jeremy Jacquet penerus Van Dijk, sekaligus fondasi baru bagi lini pertahanan klub di masa depan.

Keputusan Liverpool bergerak cepat dalam bursa transfer musim panas ini, terutama untuk posisi bek sentral, menunjukkan keseriusan dalam proyek regenerasi. Jacquet, yang sebelumnya menarik minat Chelsea, kini resmi menjadi bagian dari skuad The Reds, menandai dimulainya era baru di sektor belakang yang telah lama didominasi oleh Virgil van Dijk.

Investasi Jangka Panjang The Reds

Pembelian Jeremy Jacquet datang pada waktu yang sangat krusial bagi Liverpool. Lini pertahanan The Reds sedang berada di fase transisi. Kapten tim, Virgil van Dijk, akan menginjak usia 35 tahun pada Juli mendatang, sementara masa depan beberapa bek senior lainnya masih diselimuti ketidakpastian, baik karena masalah kontrak maupun riwayat cedera.

Manajemen klub dan staf pelatih di bawah arahan Arne Slot jelas memproyeksikan Jacquet sebagai pilar pertahanan jangka panjang. Dana besar yang digelontorkan untuk memboyongnya dari Rennes bukanlah sekadar pembelian biasa, melainkan sebuah pernyataan bahwa Jacquet adalah inti dari rencana pertahanan mereka selama satu dekade ke depan.

Ambisi Awal: Gelandang Bergaya Pogba

Meskipun kini dikenal sebagai bek tengah yang menjanjikan, perjalanan karier Jeremy Jacquet ternyata tidak langsung mengarah ke posisi tersebut. Mantan pelatihnya di tim U-19 Rennes, Laurent Viaud, mengungkapkan bahwa Jacquet muda memiliki ambisi besar untuk bermain sebagai gelandang.

Saat masih menimba ilmu di akademi, Jacquet terobsesi meniru peran dan gaya bermain bintang Prancis, Paul Pogba. Ia ingin menjadi gelandang box-to-box yang dominan di lini tengah. Keinginan tersebut cukup kuat, dan ia berusaha keras untuk mewujudkannya.

Ditemukan Bakat sebagai Bek Sentral yang Cerdas

Namun, para pelatih di Rennes melihat potensi yang jauh lebih besar ketika Jacquet ditempatkan lebih mundur. Laurent Viaud menjadi sosok kunci yang meyakinkan Jacquet untuk mengubah posisinya dari gelandang menjadi bek tengah. Keputusan ini didasarkan pada kemampuan unik sang pemain.

Viaud menjelaskan bahwa kemampuan terbaik Jacquet terletak pada kecerdasannya membaca permainan. Ia memiliki bakat brilian dalam mengamati arah pergerakan musuh dan memprediksi lintasan bola, sebuah kualitas yang sangat vital bagi seorang bek sentral modern.

“Di mana ia benar-benar berkembang adalah dalam membaca situasi dan membaca lintasan bola,” ungkap Viaud, seperti dikutip dari wawancara dengan Get French Football News. Keterampilan analisis ini membuatnya unggul dalam memotong serangan lawan sebelum ancaman itu benar-benar terbentuk.

Perbandingan Mengejutkan: Lebih Cepat dari Van Dijk

Kualitas Jacquet yang matang di usia muda membuat para pemandu bakat Liverpool yakin bahwa mereka telah menemukan pengganti ideal bagi Virgil van Dijk. Viaud sendiri melihat kemiripan yang mencolok antara mantan anak asuhnya dengan sang kapten The Reds, terutama dalam hal ketenangan dan kemampuan membawa bola.

Meskipun demikian, Viaud juga menambahkan satu aspek yang membuat Jacquet berpotensi melampaui Van Dijk: kecepatan. Menurutnya, Jacquet memiliki akselerasi dan kecepatan lari yang lebih unggul dibandingkan bek Belanda tersebut.

“Saya pikir para perekrut melihat Jerem sebagai penerus Van Dijk karena dalam banyak hal Jerem mirip dengannya,” jelas Viaud. “Saya hampir mengatakan ia lebih cepat daripada Van Dijk. Ia tentu harus belajar banyak dari pemain sekaliber Van Dijk, tetapi ada banyak kesamaan antara keduanya yang menjanjikan masa depan cerah di Anfield.”

Dengan usia yang masih sangat muda, Jacquet memiliki waktu yang ideal untuk mengasah kemampuannya di bawah bimbingan pemain kelas dunia seperti Van Dijk. Kehadirannya diharapkan dapat memastikan bahwa transisi pertahanan Liverpool berjalan mulus, menjaga kualitas lini belakang The Reds tetap elite di kancah Eropa.