Curtis Jones Jadi Incaran Premier League, 3 Klub Siap Memburu
Uptodai.com - Bursa transfer musim panas 2026 diprediksi akan kembali memanas, terutama dengan munculnya nama Curtis Jones jadi incaran Premier League. Gelandang jebolan akademi Liverpool ini tiba-tiba menjadi komoditas panas setelah tiga klub papan atas Inggris menyatakan minat serius untuk merekrutnya.
Pemain berusia 25 tahun ini memang memiliki masa pengabdian yang cukup panjang di Anfield, tercatat sudah lebih dari 200 penampilan di tim utama. Meskipun demikian, posisinya di lini tengah The Reds belum sepenuhnya aman, terutama di bawah arahan pelatih baru, Arne Slot.
Persaingan ketat dengan Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai, dan Ryan Gravenberch membuat Jones kesulitan mendapatkan menit bermain yang konsisten sebagai starter. Situasi inilah yang dimanfaatkan oleh klub-klub rival untuk mulai mendekati sang pemain menjelang jendela transfer dibuka.
Tiga Raksasa Inggris Memantau Situasi Curtis Jones
Spekulasi mengenai masa depan Jones sebenarnya sudah mengemuka sejak penghujung bursa transfer musim dingin lalu, di mana ia sempat dikaitkan dengan raksasa Serie A, Inter Milan. Walaupun ia memilih bertahan di Merseyside, rumor tersebut kini kembali mencuat dengan dimensi yang berbeda.
Menurut laporan dari TEAMtalk, tiga klub Premier League kini secara aktif memantau situasi Jones di Anfield. Ketiga klub tersebut adalah Newcastle United, Aston Villa, dan Tottenham Hotspur.
Ketiga tim ini memiliki ambisi besar untuk menembus zona Liga Champions atau setidaknya mengamankan posisi di kompetisi Eropa. Mereka melihat Jones sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan, apalagi mengingat usianya yang masih relatif muda dan pengalamannya di level tertinggi.
Fleksibilitas Menjadi Daya Tarik Utama
Alasan utama mengapa Curtis Jones jadi incaran Premier League adalah fleksibilitasnya di lapangan. Sepanjang kariernya, Jones telah membuktikan diri mampu bermain di berbagai posisi.
Ia tidak hanya fasih mengisi peran sebagai gelandang tengah atau gelandang serang, tetapi juga pernah ditempatkan di sayap, bahkan sesekali sebagai bek sayap kanan. Kemampuan adaptasi ini menjadi aset berharga bagi manajer seperti Eddie Howe (Newcastle), Unai Emery (Villa), atau Ange Postecoglou (Spurs) yang kerap membutuhkan rotasi taktis.
Selain itu, statusnya sebagai pemain homegrown (didikan lokal) sangat penting bagi klub-klub Inggris. Memiliki pemain berkualitas dengan status homegrown memudahkan klub memenuhi kuota registrasi skuad yang diwajibkan oleh FA dan Premier League.
Dilema Finansial dan Keputusan Liverpool
Meskipun Jones adalah produk murni akademi dan memiliki ikatan emosional kuat dengan klub, Liverpool harus menghadapi dilema strategis terkait masa depannya. Kontrak sang pemain akan berakhir pada tahun 2027.
Jika The Reds gagal memperpanjang kontraknya, musim panas 2026 menjadi waktu terbaik untuk menjualnya agar mendapatkan harga maksimal. Menjual Jones juga menawarkan keuntungan finansial murni (pure profit) yang sangat krusial di tengah ketatnya regulasi Financial Fair Play (FFP) dan Profit & Sustainability Rules (PSR).
Setiap keuntungan dari penjualan pemain akademi akan dihitung sebagai laba bersih 100 persen dalam pembukuan klub. Oleh karena itu, menjual Jones dengan harga tinggi bisa memberikan ruang gerak signifikan bagi Arne Slot untuk mendanai target transfernya sendiri.
Hingga kini, manajemen Liverpool di bawah arahan Slot belum mengambil keputusan final apakah mereka bersedia melepas Jones menjelang musim 2026/2027. Keputusan tersebut kemungkinan besar akan sangat bergantung pada rencana taktis Slot di lini tengah dan tawaran yang masuk dari klub peminat.