Uptodai.com - Di tengah padatnya agenda kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia di Jawa Timur, Seskab Teddy nobar futsal Malang, tepatnya di sebuah warung kopi sederhana. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyempatkan diri untuk membaur bersama warga lokal dan menyaksikan laga final yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Iran.

Aksi nonton bareng (nobar) yang berlangsung pada Sabtu (8/2/2026) malam tersebut menunjukkan sisi kerakyatan pejabat tinggi negara. Teddy tampak santai, jauh dari kesan formal, saat ia duduk bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan sejumlah anak muda setempat.

Kehangatan di Tengah Ketegangan Final

Suasana di warkop mendadak riuh saat Timnas Futsal Indonesia berhasil mencetak gol ke gawang Iran. Teddy Indra Wijaya tidak bisa menyembunyikan antusiasmenya; ia ikut berdiri, bertepuk tangan, dan bersorak bersama para penonton lainnya yang memadati warung tersebut.

Penampilan Teddy jauh dari protokoler. Ia hanya mengenakan kaus dan sandal jepit, menunjukkan keseriusan untuk benar-benar larut dalam momen kebersamaan tersebut. Seskab terlihat akrab, melayani permintaan swafoto, dan bercengkrama ringan dengan warga Malang.

Momen ini terjadi di sela-sela ia mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di wilayah Malang. Meskipun memiliki jadwal yang ketat, Teddy memilih menghabiskan waktu luangnya dengan cara yang membumi, merasakan langsung euforia masyarakat terhadap olahraga nasional.

Perjuangan Dramatis Timnas Futsal Indonesia

Laga yang disaksikan oleh Seskab Teddy tersebut merupakan final Piala Asia Futsal 2026 yang berlangsung di Indonesia Arena. Pertandingan tersebut menyajikan drama luar biasa, mengingat Iran adalah tim langganan juara dan merupakan kekuatan dominan di kancah futsal Asia.

Tim asuhan Hector Souto, Timnas Futsal Indonesia, mampu memberikan perlawanan sengit yang mengejutkan banyak pihak. Mereka bahkan sempat unggul 3-1 di pertengahan babak pertama berkat dwigol dari Israr Megantara.

Ketegangan semakin memuncak saat Israr mencetak hattrick, membawa Indonesia memimpin 5-4 di akhir babak kedua extra time. Para pendukung di warkop Malang, termasuk Teddy, sempat merasakan optimisme tinggi melihat peluang emas Indonesia meraih gelar Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya.

Sayangnya, harapan tersebut harus pupus setelah Saeid Ahmad berhasil menyamakan kedudukan di menit kesembilan extra time. Skor imbang 5-5 bertahan selama 50 menit, memaksa laga ditentukan melalui adu penalti.

Apresiasi Tinggi dari Sekretaris Kabinet

Dalam babak adu penalti, Indonesia akhirnya harus mengakui keunggulan Iran dengan skor 4-5, setelah dua penendang gagal menjalankan tugasnya. Meskipun hasil akhir tidak berpihak kepada Garuda, Teddy Indra Wijaya tetap memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan keras para pemain.

Ia menilai para punggawa Merah Putih telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka di lapangan dan memberikan tontonan yang menghibur. “Sudah melakukan yang terbaik, mereka sudah melakukan yang terbaik,” ujar Teddy singkat, menanggapi kekalahan yang menyakitkan tersebut.

Sikap santai dan apresiatif yang ditunjukkan oleh Seskab Teddy nobar futsal Malang ini mencerminkan dukungan penuh pemerintah terhadap prestasi olahraga nasional. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa pejabat tinggi negara dapat berinteraksi secara hangat dan setara dengan masyarakat di ruang publik yang sederhana.