Uptodai.com - Perjuangan Christopher Nkunku di AC Milan menjadi salah satu narasi paling menarik di panggung Serie A musim 2025/2026. Penyerang berkebangsaan Prancis ini mendarat di San Siro dengan ekspektasi setinggi langit setelah memutuskan hengkang dari Chelsea. Publik Milanista berharap banyak pada mantan bintang RB Leipzig ini untuk menjadi mesin gol baru bagi Rossoneri.

Namun, kenyataan di lapangan ternyata jauh lebih pahit daripada bayangan para pendukung. Nkunku harus melewati fase sulit yang menguji mentalitasnya sebagai pemain kelas dunia di Italia. Hingga memasuki pekan ke-15, ia sama sekali belum berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan meskipun sering mendapatkan menit bermain.

Tekanan publik mulai memuncak seiring dengan nihilnya kontribusi gol dari sang pemain. Banyak pihak mulai meragukan apakah Milan telah melakukan investasi yang tepat dengan mendatangkannya. Meski demikian, Nkunku tetap menunjukkan sikap profesional dengan terus bekerja keras di pusat latihan Milanello tanpa banyak mengeluh.

Kendala Fisik dan Adaptasi Tanpa Pramusim

Nkunku mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang menghambat performanya adalah absennya periode pramusim yang ideal. Ia bergabung dengan skuad dalam kondisi fisik yang belum mencapai level kompetitif untuk liga sekeras Serie A. Tanpa dasar kebugaran yang kuat, ia kesulitan mengimbangi intensitas permainan yang diterapkan oleh lawan-lawannya.

Dalam wawancara eksklusif dengan Gazzetta dello Sport, Nkunku menjelaskan betapa krusialnya laga persahabatan sebelum musim dimulai. Ia merasa kehilangan momentum untuk membangun chemistry dengan rekan setim di lapangan hijau. Hal ini membuatnya tampak terisolasi dalam skema penyerangan Milan pada beberapa pertandingan awal.

Situasi ini diperparah dengan gaya bertahan tim-tim Italia yang sangat disiplin dan rapat. Nkunku yang mengandalkan kecepatan dan ruang gerak seringkali terjebak dalam kawalan ketat bek lawan. Ia mengakui bahwa butuh waktu ekstra untuk memahami ritme permainan yang jauh berbeda dengan Premier League atau Bundesliga.

Sentuhan Magis Massimiliano Allegri di San Siro

Di tengah badai kritik, sosok Massimiliano Allegri muncul sebagai pelindung sekaligus mentor bagi Nkunku. Pelatih berpengalaman tersebut tidak lantas memarkir sang pemain di bangku cadangan meski produktivitasnya sedang menurun. Allegri justru terus memberikan kepercayaan dan instruksi taktis yang lebih spesifik untuk membantu sang penyerang.

Peran Massimiliano Allegri di Milan terbukti sangat vital dalam menjaga stabilitas mental Nkunku. Ia memberikan pendekatan psikologis yang tenang agar sang pemain tidak merasa terbebani oleh target gol. Allegri meyakinkan Nkunku bahwa kontribusinya dalam membangun serangan jauh lebih penting daripada sekadar angka di papan skor.

Nkunku sangat menghargai setiap masukan yang diberikan oleh pelatih yang akrab disapa Max tersebut. Ia merasa instruksi Allegri sangat logis karena didasarkan pada pengalaman bertahun-tahun menangani pemain bintang. Komunikasi yang efektif antara pelatih dan pemain ini akhirnya mulai membuahkan hasil positif di lapangan.

Titik Balik dan Kebangkitan Sang Penyerang

Momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba pada pekan ke-17 saat Milan menjamu Hellas Verona. Nkunku berhasil memecah kebuntuan dengan mencetak dua gol sekaligus dalam pertandingan tersebut. Keberhasilan ini seolah meruntuhkan tembok penghalang yang selama ini menyumbat keran golnya di Italia.

Setelah laga tersebut, kepercayaan diri Nkunku meningkat drastis dan ia mulai tampil lebih lepas. Pergerakannya tanpa bola menjadi lebih dinamis dan ia lebih berani melakukan penetrasi ke kotak penalti lawan. Para penggemar mulai melihat kembali sosok Nkunku yang tajam dan kreatif seperti saat ia berjaya di Jerman.

Kini, Nkunku menatap sisa musim dengan optimisme tinggi bersama skuat asuhan Allegri. Ia bertekad untuk terus memberikan kemenangan bagi Milan demi mengejar gelar Scudetto. Perjuangan panjangnya di awal musim kini menjadi pelajaran berharga untuk terus berkembang di kompetisi Serie A.