Uptodai.com - Induk organisasi sepak bola internasional, FIFA selidiki Timnas Argentina secara resmi akibat kericuhan massal yang pecah sesaat setelah partai puncak Piala Dunia 2026 berakhir. Pertandingan dramatis di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat tersebut ditutup dengan kemenangan tipis Spanyol 1-0 atas La Albiceleste. Namun, tensi tinggi di lapangan justru berlanjut hingga peluit panjang berbunyi dan memicu aksi adu dorong antarpemain dari kedua kubu.

Langkah Tegas Komite Disiplin FIFA

Guna menindaklanjuti insiden memalukan tersebut, Komite Disiplin FIFA secara resmi menunjuk Jaksa Disiplin dan Etik untuk menelaah laporan pertandingan. Proses investigasi mendalam ini akan mengacu pada Pasal 36 Kode Disiplin FIFA (FDC) untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Otoritas tertinggi sepak bola dunia meneliti laporan resmi wasit, dokumen pertandingan, hingga rekaman video siaran langsung.

Sejumlah nama pilar utama Tim Tango kini berada di bawah sorotan tajam Jaksa Disiplin. Rekaman video menunjukkan gelandang Leandro Paredes tertangkap kamera melakukan tindakan provokatif dengan mencekik bek Spanyol, Eric Garcia. Tidak berhenti di situ, Paredes juga mendorong bintang muda Barcelona, Gavi, hingga terjerembap ke rumput lapangan.

Selain aksi kontroversial Paredes, bek kanan Nahuel Molina serta asisten pelatih Roberto Ayala diperkirakan bakal masuk dalam daftar pemeriksaan mendalam. Keterlibatan emosional jajaran pelatih dan pemain cadangan dinilai makin memperkeruh suasana di arena pertandingan. Pelatih kepala Lionel Scaloni sendiri sebenarnya sempat turun ke lapangan untuk melerai keributan sebelum situasi makin tidak terkendali.

Ancaman Sanksi Berat dan Dampak Bagi Argentina

Apabila bukti-bukti yang dikumpulkan mengonfirmasi adanya pelanggaran berat, hukuman larangan bertanding dalam durasi panjang membayangi para pemain terhukum. Sanksi ini tentu menjadi pukulan telak bagi Timnas Argentina yang harus bersiap menghadapi kualifikasi turnamen mayor berikutnya. FIFA dikenal tidak memberikan toleransi terhadap tindakan kekerasan fisik maupun kelakuan buruk yang merusak citra laga final Piala Dunia.

Insiden perseteruan antarnegara Latin dan Eropa ini mengulang catatan kelam kedisiplinan di panggung sepak bola termegah. Ketegangan tinggi yang terjadi sepanjang 90 menit kerap memicu emosi yang tak kontrol saat laga usai. Publik kini menantikan keputusan final dari Komite Disiplin FIFA terkait besaran denda maupun hukuman individu bagi personel Argentina yang terbukti bersalah.