Uptodai.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menilai penggunaan Suzuki Carry untuk Makan Bergizi Gratis sangat potensial untuk mendukung logistik nasional. Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. AHY hadir di lokasi pameran pada Jumat (13/2) malam sekitar pukul 19.37 WIB dengan agenda meninjau perkembangan industri kendaraan tanah air.

Booth Suzuki yang terletak di Hall A menjadi destinasi pertama yang disambangi oleh Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. Kedatangan Menko AHY disambut hangat oleh Donny Saputra selaku Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Dalam kesempatan tersebut, fokus pembicaraan tertuju pada unit Suzuki Carry pick-up yang telah dimodifikasi untuk keperluan niaga khusus.

Potensi Suzuki Carry dalam Ekosistem Makan Bergizi Gratis

Donny Saputra menjelaskan bahwa Suzuki Carry memiliki fleksibilitas tinggi untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk distribusi pangan. Ia menunjukkan satu unit display yang membawa muatan sayuran dan buah-buahan segar sebagai simulasi kendaraan logistik. “Ada yang buat angkut sayuran, buat proyek MBG ini juga bagus pak,” ujar Donny kepada AHY di sela-sela peninjauan unit tersebut.

Mendengar penjelasan tersebut, AHY memberikan respons positif mengenai keterlibatan Suzuki Carry untuk Makan Bergizi Gratis (MBG). “Oh ya, buat MBG ya?” timpal AHY sambil mengamati detail bak angkut mobil yang dikenal sebagai raja jalanan di kelas niaga ringan tersebut. Ia tampak antusias melihat bagaimana kendaraan fungsional ini bisa menjadi tulang punggung distribusi makanan sehat bagi masyarakat.

Pihak Suzuki juga menekankan bahwa proyek strategis seperti MBG tidak hanya memberikan dampak pada penyediaan makanan. Industri pendukung, mulai dari karoseri hingga pemasok komponen lokal, dipastikan akan ikut merasakan dampak ekonomi yang signifikan. Donny menegaskan bahwa ekosistem ini akan menghidupkan banyak rantai pasok di sektor otomotif dan logistik.

Dampak Ekonomi dan Penguatan Industri Karoseri

AHY menyetujui pendapat bahwa program pemerintah harus mampu menggerakkan roda ekonomi secara luas. Ia mengungkapkan bahwa topik mengenai industri pendukung ini baru saja dibahas bersama Presiden dalam agenda economic outlook. “Ikut hidup ya (industri pendukungnya). Tadi juga baru kita bahas sama presiden pada acara economic outlook,” kata Menko AHY menjelaskan relevansi program tersebut.

Selain model pengangkut sayur, AHY juga menaruh perhatian pada modifikasi Suzuki Carry yang disulap menjadi kafe keliling atau mobile cafe. Kendaraan jenis ini memang sedang tren di berbagai daerah sebagai solusi bisnis UMKM yang fleksibel. Donny menjelaskan bahwa banyak pengusaha di daerah kini beralih ke konsep kafe mobile untuk menjangkau lebih banyak pelanggan secara dinamis.

Menko AHY sempat menanyakan mengenai kekuatan struktur karoseri pada unit modifikasi tersebut. Ia memastikan bahwa kualitas pengerjaan lokal harus tetap terjaga meski digunakan untuk mobilitas tinggi setiap hari. “Ini tapi untuk karoserinya beda ya? Cukup kuat ya buatannya,” tanya AHY yang kemudian diyakinkan oleh tim Suzuki mengenai standar keamanan dan ketahanan unit mereka.

Meninjau Kendaraan Listrik dan Update Pindad Maung

Setelah menghabiskan waktu di booth Suzuki, AHY melanjutkan langkahnya untuk melihat berbagai inovasi teknologi di brand lain. Ia mengunjungi sejumlah booth merek global seperti AION, BYD, Hyundai, hingga VinFast yang memamerkan lini kendaraan listrik terbaru. Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memantau transisi energi di sektor transportasi Indonesia.

Tak ketinggalan, AHY juga menyempatkan diri mampir ke booth Prestige Motorcars yang memajang dua unit Maung buatan PT Pindad. Mobil taktis kebanggaan nasional ini menjadi sorotan karena rencananya akan digunakan sebagai kendaraan dinas resmi para menteri di kabinet. AHY melihat langsung detail kendaraan gagah yang mencerminkan kemandirian industri pertahanan dan otomotif dalam negeri.

Terkait rencana penggunaan Pindad Maung sebagai mobil dinas, AHY memberikan keterangan terbaru mengenai status pengadaannya. Meskipun kabar tersebut sudah beredar luas, ia menegaskan bahwa prioritas saat ini masih tertuju pada pemenuhan kebutuhan militer. “Waktu itu kita diberi kabar seperti itu, tapi kita fokusnya untuk kebutuhan Kemhan (Kementerian Pertahanan) dulu ya,” pungkasnya menutup rangkaian kunjungan di IIMS 2026.