Peluncuran Crew Dragon SpaceX ke ISS Sukses Bawa Empat Astronot
Uptodai.com - Peluncuran Crew Dragon SpaceX ke ISS kembali mengukir sejarah baru dalam eksplorasi ruang angkasa komersial. Roket Falcon 9 milik perusahaan Elon Musk tersebut melesat mulus dari Florida, Amerika Serikat, pada Jumat (13/2/2026). Keberhasilan ini menandai dimulainya misi jangka panjang untuk memperkuat penelitian di orbit rendah Bumi.
Misi bertajuk Crew-12 ini membawa empat awak profesional yang akan bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Keempat personel tersebut membawa misi penting untuk melakukan berbagai eksperimen ilmiah selama delapan bulan ke depan. Kehadiran mereka di sana diharapkan mampu memberikan terobosan baru dalam kondisi mikrogravitasi yang ekstrem.
Detail Misi Crew-12 dan Awak Internasional
Komposisi awak dalam Peluncuran Crew Dragon SpaceX ke ISS kali ini menunjukkan kerja sama internasional yang sangat erat. Tim ini terdiri dari dua astronot NASA asal Amerika Serikat, satu astronot berbakat dari Prancis, serta satu kosmonot berpengalaman dari Rusia. Kolaborasi lintas negara ini tetap terjaga demi kemajuan ilmu pengetahuan global di luar angkasa.
Mereka akan menjalani kehidupan di laboratorium melayang yang mengorbit sekitar 420 kilometer di atas permukaan Bumi. Selama masa tugasnya, para awak akan fokus pada penelitian biologi, fisika material, hingga kesehatan manusia di ruang hampa. Misi delapan bulan ini menjadi salah satu durasi terlama bagi kru SpaceX di stasiun tersebut.
Kapsul otonom yang membawa para astronot ini memiliki nama yang cukup ikonik, yakni “Freedom”. Nama tersebut mencerminkan semangat kebebasan dalam mengeksplorasi batas-batas baru di luar atmosfer. Kapsul ini telah melalui berbagai uji kelayakan ketat sebelum akhirnya mendapatkan izin terbang dari otoritas penerbangan Amerika Serikat.
Kekuatan Teknis Roket Falcon 9
Roket Falcon 9 SpaceX yang menjadi kendaraan utama lepas landas tepat pada pukul 05.15 waktu setempat dari Cape Canaveral. Sembilan mesin Merlin yang terpasang pada tahap pertama roket mengeluarkan raungan keras yang memecah kesunyian fajar di pesisir Florida. Semburan api kemerahan menerangi langit saat kendaraan setinggi 25 lantai itu mulai menanjak ke angkasa.
Dalam proses peluncurannya, roket ini mengonsumsi sekitar 700.000 galon bahan bakar setiap detiknya. Konsumsi energi yang masif tersebut menghasilkan awan uap tebal yang terlihat jelas dalam siaran langsung NASA-SpaceX. Teknologi mesin Merlin terbukti andal dalam mendorong beban berat menuju orbit dengan presisi yang sangat tinggi.
Sekitar sembilan menit setelah lepas landas, tahap atas roket mencapai kecepatan fantastis hingga 27.360 kilometer per jam. Pada titik ini, kapsul Crew Dragon berhasil melepaskan diri dan memulai navigasi mandiri menuju ISS. Kecepatan tersebut sangat krusial agar kapsul bisa keluar dari tarikan gravitasi kuat Bumi dan masuk ke lintasan orbit yang tepat.
Perjalanan Menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional
Salah satu pencapaian teknis yang selalu memukau adalah kembalinya pendorong tahap pertama Falcon 9 ke Bumi. Setelah menjalankan tugas utamanya, pendorong yang dapat digunakan kembali tersebut mendarat dengan selamat di landasan Cape Canaveral. Keberhasilan pendaratan ini kembali membuktikan efisiensi biaya yang menjadi keunggulan utama kendaraan luar angkasa Elon Musk.
Keempat awak dijadwalkan akan berlabuh di ISS pada Sabtu (14/2/2026) sore waktu setempat. Perjalanan menuju laboratorium luar angkasa tersebut memakan waktu sekitar 34 jam penerbangan otonom. Selama perjalanan, para astronot tetap berada dalam pemantauan ketat tim kendali misi yang ada di darat.
Misi Crew-12 merupakan penerbangan operasional ke-12 bagi SpaceX dalam mengangkut astronot NASA ke orbit. Sejak memulai layanan transportasi manusia pada Mei 2020, SpaceX telah menjadi mitra utama Amerika Serikat dalam menjaga keberlangsungan misi di ISS. Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi sektor swasta dalam industri kedirgantaraan dunia.