Uptodai.com - Kasus rasisme di Transjakarta kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat setelah sebuah video rekaman penumpang viral di berbagai platform media sosial. Kejadian tidak menyenangkan ini menimpa seorang wanita yang tiba-tiba mendapatkan serangan verbal bernada rasis dari seorang pria paruh baya tanpa alasan yang jelas.

Insiden tersebut terekam jelas dalam unggahan akun media sosial @ryllyby yang merupakan korban sekaligus saksi kunci dalam peristiwa tersebut. Melalui keterangan videonya, ia menceritakan kronologi saat dirinya dan pasangannya sedang berdiri di dalam bus Transjakarta rute 10H.

Peristiwa ini berlangsung pada sore hari sekitar pukul 17.50 WIB, tepatnya pada tanggal 10 Februari 2026 yang lalu. Korban mengaku sangat terkejut karena pelaku tiba-tiba melontarkan kata-kata kasar yang menyinggung latar belakang etnisnya di hadapan penumpang lain.

Kronologi Aksi Rasisme Transportasi Umum di Rute 10H

Pelaku yang merupakan seorang bapak-bapak terlihat berteriak dengan nada emosional sambil menyuruh korban untuk pergi ke hotel. Kalimat rasis tersebut ia ucapkan berulang kali meskipun korban tidak melakukan tindakan provokatif apa pun sejak memasuki bus.

Merasa tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban langsung melabrak pria itu untuk meminta penjelasan atas ucapan kasarnya. Perdebatan sengit pun tidak terhindarkan di tengah suasana bus yang saat itu sedang mengangkut cukup banyak penumpang.

Suasana di dalam bus sempat mencekam karena pelaku terus bersikap agresif saat ditegur oleh korban. Beruntung, aksi tersebut tidak berlanjut ke kontak fisik berkat adanya intervensi dari penumpang lain yang berada di lokasi kejadian.

Aksi Heroik Penumpang Lain Membela Korban

Di tengah ketegangan tersebut, seorang pria yang duduk tepat di belakang pelaku akhirnya angkat bicara untuk menengahi situasi yang memanas. Pria berbaju putih itu dengan tegas menegur pelaku dan pasang badan membela korban yang sedang mengalami tekanan mental.

Saksi mata tersebut menyatakan bahwa pelaku memang sudah bertindak rasis terlebih dahulu sejak awal tanpa pemicu yang jelas. Kehadiran pembela ini menjadi sorotan utama netizen karena keberaniannya mengambil tindakan nyata di saat penumpang lain cenderung hanya terdiam.

Netizen memberikan apresiasi tinggi kepada pria berbaju putih tersebut melalui berbagai kolom komentar di media sosial. Banyak pihak menyayangkan sikap pasif penumpang lain yang hanya menonton saat video viral wanita dihina etnis tersebut berlangsung di depan mata mereka.

Hingga saat ini, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 20 ribu suka dan dibagikan ribuan kali oleh pengguna internet di Indonesia. Masyarakat berharap pihak pengelola transportasi publik dapat meningkatkan sistem pengawasan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Pentingnya Menjaga Etika dan Toleransi di Ruang Publik

Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna transportasi umum di wilayah DKI Jakarta untuk selalu menjaga etika dan toleransi antar sesama. Tindakan rasisme dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan karena melanggar norma sosial dan hukum yang berlaku.

Pihak manajemen Transjakarta sendiri terus mengimbau para penumpang untuk segera melaporkan tindakan pelecehan atau diskriminasi kepada petugas keamanan di halte terdekat. Kesadaran kolektif untuk saling menjaga kenyamanan bersama menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem transportasi yang inklusif.

Dukungan moral terus mengalir bagi korban agar tetap berani bersuara jika mengalami ketidakadilan di ruang publik. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas mengenai dampak buruk dari prasangka etnis yang masih terjadi di lingkungan perkotaan.