Uptodai.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keberhasilannya dalam melakukan penghematan anggaran Prabowo Subianto yang mencapai angka fantastis sebesar US$ 18 miliar atau setara Rp304 triliun. Pencapaian ini ia sampaikan langsung saat bertemu dengan sejumlah pengusaha besar di Amerika Serikat baru-baru ini.

Dana jumbo tersebut berhasil diselamatkan hanya dalam kurun waktu tiga bulan pertama masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Indonesia. Prabowo menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmennya untuk membersihkan inefisiensi di dalam tubuh birokrasi pemerintahan.

Presiden menjelaskan bahwa sumber penghematan tersebut berasal dari pemangkasan berbagai proyek yang dianggap tidak produktif. Ia menilai banyak alokasi dana yang selama ini menguap begitu saja tanpa memberikan dampak signifikan bagi pembangunan nasional.

Strategi Efisiensi Mirip Departemen DOGE Amerika Serikat

Dalam paparannya, Prabowo menyebut langkah efisiensi ini memiliki kemiripan dengan konsep Department of Government Efficiency (DOGE) yang digagas di Amerika Serikat. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah Indonesia sebenarnya sudah bergerak lebih awal dalam memangkas pengeluaran yang tidak produktif.

Mantan Menteri Pertahanan ini merasa bangga karena menjadi salah satu Presiden Indonesia yang mampu mengamankan dana tunai dalam jumlah besar di awal masa kepemimpinannya. Ia menilai penguatan sistem pengawasan internal menjadi kunci utama dalam mendeteksi kebocoran anggaran negara.

Prabowo ingin menunjukkan kepada investor global bahwa Indonesia kini lebih serius dalam mengelola keuangan negara secara transparan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan para pengusaha Amerika Serikat untuk menanamkan modal mereka di tanah air.

Memangkas Biaya Seremonial dan Perjalanan Dinas Luar Negeri

Salah satu sektor utama yang menjadi sasaran pembersihan adalah biaya seremonial di berbagai kementerian dan lembaga daerah. Prabowo melihat tradisi perayaan hari ulang tahun instansi yang berlebihan sering kali membuang-buang uang rakyat tanpa memberikan dampak nyata.

Ia pun memutuskan untuk membatalkan ratusan upacara dan perayaan serupa di tingkat provinsi hingga kabupaten di seluruh penjuru tanah air. Menurutnya, peringatan hari jadi lembaga cukup dilakukan secara sederhana di lingkungan kantor masing-masing tanpa perlu menggelar pesta pora.

Selain itu, Prabowo menyoroti praktik perjalanan dinas luar negeri yang sering kali tidak masuk akal dan hanya menghabiskan miliaran dolar AS. Ia memberikan contoh nyata mengenai tim studi banding pengentasan kemiskinan yang justru berangkat ke Australia saat musim libur Paskah.

Kondisi tersebut membuat tim tersebut tidak bisa berdiskusi dengan pihak manapun karena kantor-kantor di Australia sedang tutup. Prabowo menganggap fenomena ini sebagai bentuk ketidakrasionalan dalam pengelolaan keuangan negara yang harus segera dihentikan total.

Tantangan dan Tekanan dalam Melakukan Rasionalisasi Anggaran

Upaya melakukan rasionalisasi ini ternyata tidak berjalan mulus tanpa hambatan karena memicu resistensi dari berbagai pihak. Prabowo menceritakan bahwa kebijakan efisiensi ini sempat memicu aksi demonstrasi yang menentang langkah tegas pemerintah.

Meskipun menghadapi tekanan, ia menegaskan tidak akan mundur dan tetap konsisten menjalankan agenda penghematan nasional demi kepentingan publik. Baginya, setiap rupiah dari APBN harus memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Prabowo juga menyinggung adanya laporan tim studi banding ke Jepang yang dilakukan pada akhir Desember saat masa libur Natal. Ia berkomitmen untuk terus menyisir anggaran di setiap kementerian agar tidak ada lagi celah bagi praktik pemborosan yang merugikan negara.