Uptodai.com - Kebijakan mengenai larangan penggunaan power bank di pesawat akan segera diberlakukan secara resmi mulai April 2026 mendatang. Aturan ketat ini menyasar seluruh maskapai domestik di Jepang guna meningkatkan standar keselamatan bagi para penumpang dan kru kabin selama perjalanan udara. Langkah drastis tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya laporan gangguan keamanan yang melibatkan perangkat penyimpanan daya portabel.

Kementerian Transportasi Jepang memutuskan untuk memperketat regulasi setelah mengevaluasi serangkaian insiden baterai yang mengeluarkan asap hingga terbakar di dalam kabin. Otoritas penerbangan menilai risiko panas berlebih atau overheating pada baterai litium-ion menjadi ancaman nyata bagi keamanan operasional pesawat. Kebijakan ini diharapkan mampu meminimalisir potensi kebakaran yang sulit dipadamkan saat pesawat berada di ketinggian.

Detail Aturan Baru Baterai Portabel di Kabin

Berdasarkan laporan dari NHK, instruksi khusus ini telah disampaikan kepada seluruh jajaran maskapai penerbangan di Negeri Sakura. Aturan ini secara spesifik melarang penumpang menggunakan power bank untuk mengisi daya perangkat elektronik apa pun selama berada di dalam pesawat. Larangan ini berlaku tanpa terkecuali demi menjaga kestabilan suhu perangkat di ruang kabin yang tertutup.

Selain dilarang mengisi daya ponsel, penumpang juga tidak diperbolehkan melakukan pengisian ulang unit power bank itu sendiri. Penggunaan stopkontak atau port USB yang tersedia di kursi pesawat untuk mengisi daya baterai portabel kini menjadi aktivitas yang dilarang keras. Petugas kabin akan melakukan pengawasan lebih ketat untuk memastikan tidak ada kabel yang terhubung ke perangkat penyimpan daya tersebut.

Meski penggunaan dilarang total, otoritas penerbangan masih mengizinkan penumpang membawa maksimal dua unit power bank ke dalam kabin. Namun, perangkat tersebut harus dalam kondisi mati dan disimpan dengan aman di bawah pengawasan langsung pemiliknya. Pejabat Biro Penerbangan Sipil Jepang menyatakan bahwa detail teknis aturan ini masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan secara lengkap pada akhir Maret.

Mitigasi Risiko Kebakaran Baterai Litium

Pemerintah sebelumnya memang sudah menerapkan aturan yang melarang penyimpanan power bank di dalam bagasi terdaftar. Hal ini dikarenakan potensi kebakaran di ruang bagasi bawah pesawat sangat sulit dideteksi dan ditangani dengan cepat oleh kru. Baterai dengan kapasitas 160 watt-jam (Wh) atau lebih tinggi bahkan sudah dilarang total untuk dibawa, baik di bagasi kabin maupun bagasi terdaftar.

Keputusan memperketat aturan ini semakin kuat setelah peristiwa menegangkan menimpa maskapai Air China pada Oktober tahun lalu. Pesawat dengan rute Hangzhou menuju Incheon tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di Shanghai akibat munculnya api di kompartemen bagasi atas. Investigasi menemukan bahwa kebakaran bersumber dari baterai litium milik penumpang yang mengalami kegagalan termal.

Rekam Jejak Insiden Keamanan Udara

Kejadian serupa juga sempat menimpa maskapai ANA dalam penerbangan domestik dari Naha menuju Tokyo pada periode yang sama. Sebuah baterai portabel tiba-tiba mengeluarkan asap tebal di tengah penerbangan yang sedang berlangsung, memicu kepanikan singkat di antara penumpang. Beruntung, kru kabin yang terlatih sigap memadamkan sumber api menggunakan peralatan pemadam api ringan yang tersedia di pesawat.

Para ahli keselamatan penerbangan memperingatkan bahwa fenomena thermal runaway pada baterai litium-ion sangat berbahaya karena menghasilkan panas yang merambat cepat. Jika satu sel baterai terbakar, ia akan memicu sel di sekitarnya hingga menimbulkan ledakan kecil atau api yang sulit dikendalikan. Oleh karena itu, pencegahan melalui regulasi ketat menjadi langkah paling rasional untuk menjamin keselamatan seluruh nyawa di dalam pesawat.

Dengan adanya aturan baru ini, para pelancong internasional maupun domestik diharapkan mulai menyesuaikan kebiasaan mereka saat bepergian. Pastikan semua perangkat elektronik telah terisi penuh sebelum memasuki pesawat untuk menghindari ketergantungan pada power bank. Kesadaran kolektif terhadap aturan keselamatan ini menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem penerbangan yang jauh lebih aman di masa depan.