Uptodai.com - Rencana MotoGP Australia pindah ke Adelaide mulai musim 2027 mendatang memicu kontroversi besar di kalangan pembalap dan penggemar balap motor dunia. Keputusan untuk meninggalkan Sirkuit Phillip Island yang legendaris diambil karena fasilitas paddock di sana dianggap sudah tidak memadai untuk skala industri modern. Langkah ini menandai babak baru sekaligus penuh risiko karena motor prototipe akan dipaksa berpacu di lintasan jalan raya.

Sirkuit Adelaide yang akan digunakan memiliki panjang lintasan sekitar 4,195 kilometer dengan total 18 tikungan yang menantang. Penyelenggara memproyeksikan motor MotoGP dapat menyentuh kecepatan puncak hingga 340 km/jam di beberapa titik lintasan tersebut. Namun, karakteristik jalan raya yang memiliki banyak marka jalan dan aspal yang tidak rata menjadi kekhawatiran utama bagi keselamatan para rider.

Risiko Besar Balapan MotoGP di Sirkuit Jalan Raya

Miguel Oliveira menjadi salah satu pembalap yang paling vokal menyuarakan keraguannya terhadap rencana ambisius ini. Ia mengaku sangat terkejut ketika mendengar kabar bahwa motor kelas utama harus berkompetisi di tengah kota dengan pengamanan yang terbatas. Menurutnya, motor MotoGP dirancang khusus untuk sirkuit permanen dengan standar keamanan tingkat tinggi yang sangat ketat.

Pembalap asal Portugal tersebut menekankan bahwa memacu motor hingga kecepatan lebih dari 300 km/jam di atas marka jalan adalah tindakan yang mengerikan. Ia mengkhawatirkan daya cengkeram ban yang tidak stabil saat melintasi garis putih atau sambungan aspal di jalan raya Adelaide. Meski demikian, Oliveira tetap menaruh harapan besar kepada Dorna dan FIM untuk memastikan standar keamanan tetap menjadi prioritas utama.

Liberty Media selaku pemegang hak siar MotoGP tampaknya ingin membawa atmosfer hiburan baru dengan mendekatkan balapan ke pusat keramaian kota. Strategi ini serupa dengan yang mereka terapkan pada ajang Formula 1 untuk menarik minat penonton baru dari kalangan urban. Membawa raungan mesin motor ke tengah kota diyakini akan meningkatkan jumlah penonton secara signifikan pada setiap akhir pekan balap.

Kritik Pedas dari Legenda dan Pembalap Aktif

Kritik tajam juga datang dari Marcos Ramirez yang menegaskan bahwa keselamatan pembalap tidak boleh dikorbankan demi kepentingan hiburan semata. Ia mengingatkan penyelenggara bahwa risiko kecelakaan di sirkuit jalan raya jauh lebih fatal dibandingkan sirkuit permanen yang memiliki area runoff luas. Baginya, setiap keputusan perubahan lokasi balapan harus melalui kajian teknis yang mendalam dari sisi medis dan keselamatan.

Legenda hidup MotoGP asal Australia, Casey Stoner, juga tidak ketinggalan memberikan komentar pedas terkait penghapusan Phillip Island dari kalender balap. Stoner sangat menyayangkan sirkuit yang dianggapnya sebagai salah satu trek terbaik di dunia itu harus disingkirkan begitu saja. Ia berpendapat bahwa Phillip Island hanya membutuhkan sedikit renovasi fasilitas untuk tetap layak menggelar balapan kelas dunia.

Stoner menilai Phillip Island selalu menyuguhkan drama balapan yang spektakuler dan paling dinanti oleh para pembalap setiap tahunnya. Ia mempertanyakan logika penyelenggara yang lebih memilih sirkuit jalan raya Adelaide daripada memperbaiki sirkuit yang sudah memiliki sejarah panjang. Keputusan ini dianggap sebagai langkah mundur bagi kualitas kompetisi MotoGP yang mengutamakan performa murni di lintasan balap sesungguhnya.