Sam Altman Sebut Ide Pusat Data Luar Angkasa Elon Musk Konyol
Uptodai.com - Rencana ambisius mengenai pembangunan pusat data luar angkasa Elon Musk mendapatkan kritik tajam dari CEO OpenAI, Sam Altman. Dalam sebuah wawancara terbaru, Altman secara terbuka menyebut gagasan memindahkan infrastruktur komputasi ke orbit bumi sebagai langkah yang tidak masuk akal.
Kritik pedas ini muncul di tengah persaingan sengit antara dua tokoh besar teknologi tersebut dalam memperebutkan dominasi kecerdasan buatan (AI). Altman menilai bahwa tantangan logistik dan biaya yang ada saat ini membuat ide tersebut mustahil untuk diimplementasikan dalam waktu dekat.
Alasan Sam Altman Sebut Data Center Orbital Tidak Masuk Akal
Berbicara dalam acara Express Adda, Sam Altman menegaskan bahwa menempatkan pusat data di luar angkasa adalah hal yang konyol. Ia menyoroti tingginya biaya peluncuran roket yang masih menjadi kendala utama bagi industri teknologi saat ini.
Menurut Altman, perhitungan kasar mengenai biaya operasional menunjukkan bahwa proyek tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan pada dekade ini. Selain masalah biaya, ia juga mengkhawatirkan kompleksitas teknis yang harus dihadapi oleh para insinyur di masa depan.
Salah satu kendala paling nyata adalah sulitnya memperbaiki unit pemrosesan grafis (GPU) yang rusak di lingkungan orbit. Tanpa adanya teknisi manusia yang bisa menjangkau lokasi dengan cepat, kegagalan perangkat keras kecil bisa melumpuhkan seluruh sistem komputasi.
Visi Elon Musk dan Tantangan Energi Global
Pernyataan Altman ini berbanding terbalik dengan visi Elon Musk yang ingin memanfaatkan SpaceX untuk mendukung kemajuan AI. Musk sebelumnya mengusulkan pemindahan beban komputasi ke luar angkasa dengan memanfaatkan energi surya yang tersedia melimpah tanpa hambatan atmosfer.
Langkah ini dianggap sebagai solusi potensial untuk mengatasi krisis energi yang menghantui pusat data di bumi. International Energy Agency (IEA) bahkan memprediksi konsumsi listrik untuk kebutuhan digital bisa meningkat dua kali lipat pada tahun 2026 mendatang.
Meskipun energi terbarukan terus berkembang, stabilitas pasokan listrik tetap menjadi tantangan besar bagi perusahaan teknologi raksasa. Hal inilah yang mendorong sebagian pelaku industri mulai melirik alternatif ekstrem seperti infrastruktur di luar angkasa.
Perseteruan Abadi Pendiri OpenAI
Ketegangan mengenai perseteruan Sam Altman dan Elon Musk sebenarnya sudah berakar sejak lama. Musk merupakan salah satu pendiri awal OpenAI pada tahun 2015 sebelum akhirnya memutuskan hengkang pada tahun 2018 karena perbedaan visi.
Setelah keluar, Musk sering melontarkan kritik terhadap transformasi OpenAI yang kini dianggap terlalu komersial dan tertutup. Ia bahkan mendirikan perusahaan tandingan bernama xAI dengan produk unggulan Grok untuk menantang dominasi ChatGPT.
Hubungan keduanya tampaknya sudah mencapai titik terendah dan sulit untuk diperbaiki kembali dalam waktu dekat. Altman bahkan berkelakar bahwa kemungkinan ia berteman lagi dengan Musk jauh lebih kecil dibandingkan perubahan peta kekuatan industri chip global.
Masa Depan Infrastruktur AI dan Regulasi
Selain kendala teknis, pembangunan pusat data di luar angkasa juga terganjal oleh belum adanya kerangka regulasi internasional yang jelas. Hingga saat ini, belum ada aturan yang mengatur kepemilikan dan pengelolaan data di wilayah luar angkasa secara mendalam.
Altman memprediksi bahwa pembangunan infrastruktur komputasi global akan tetap menjadi proyek paling mahal dalam sejarah modern manusia. Namun, ia lebih memilih fokus pada pengembangan solusi di bumi yang lebih realistis dan dapat dikelola secara langsung.
Dengan kebutuhan daya AI yang terus melonjak, perdebatan mengenai lokasi pusat data masa depan dipastikan akan terus memanas. Apakah visi Musk yang akan terbukti benar, ataukah peringatan Altman mengenai kekonyolan ide tersebut yang menjadi kenyataan?