Uptodai.com - Pendiri raksasa e-commerce ASOS tewas secara mengejutkan di sebuah kawasan resor ternama yang terletak di bagian selatan Thailand. Pria bernama Quentin Griffiths ini ditemukan tak bernyawa di luar gedung apartemen tempat tinggalnya pada Rabu (25/2/2026). Penemuan jasad pria berusia 58 tahun tersebut langsung menggegerkan komunitas ekspatriat dan dunia bisnis internasional.

Kepolisian setempat segera melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian tokoh teknologi tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan analisis rekaman CCTV, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Otoritas keamanan menegaskan bahwa prosedur penyelidikan dilakukan secara transparan untuk menghindari spekulasi liar.

Seorang sumber kepolisian menyebutkan bahwa petugas medis segera tiba di lokasi setelah menerima laporan warga. Ambulans membawa jenazah Griffiths ke rumah sakit terdekat guna menjalani pemeriksaan post-mortem yang lebih komprehensif. Hasil sementara menunjukkan tidak ada bukti keterlibatan pihak luar atau tindak pidana dalam insiden ini.

Misteri Kematian di Tengah Sengketa Hukum

Kematian mendadak ini terjadi di tengah badai hukum yang sedang menjerat Griffiths dengan mantan istrinya, Ploy Kringsinthanakun. Perempuan asal Thailand berusia 43 tahun tersebut sebelumnya melayangkan tuduhan serius terkait penggelapan aset. Griffiths dituduh menjual tanah dan saham senilai 500.000 poundsterling dari perusahaan yang mereka kelola bersama secara ilegal.

Ploy Kringsinthanakun dengan tegas membantah keterlibatan dirinya dalam peristiwa tragis yang menimpa mantan suaminya tersebut. Ia memberikan klarifikasi bahwa dirinya sedang berada di Bangkok saat kejadian itu berlangsung. Ploy mengaku sangat terkejut dan tidak mengetahui detail mengenai apa yang terjadi di kediaman Griffiths di Pattaya.

Pihak kepolisian terus mendalami rekaman kamera pengawas di dalam gedung untuk memastikan aktivitas terakhir korban. Sejauh ini, data digital menunjukkan bahwa Griffiths adalah satu-satunya orang yang memasuki kamar tersebut sebelum ditemukan meninggal. Fakta ini memperkuat keyakinan penyidik bahwa tidak ada hal mencurigakan yang mengarah pada pembunuhan.

Rekam Jejak Quentin Griffiths di Industri Teknologi

Quentin Griffiths merupakan sosok vital yang membidani lahirnya ASOS pada tahun 2000 silam bersama Nick Robertson dan Andrew Regan. Perusahaan ini kemudian bertransformasi menjadi salah satu peritel mode daring terbesar di dunia dengan nilai valuasi mencapai miliaran poundsterling. Visi dan kerja kerasnya telah mengubah cara orang berbelanja pakaian di era digital.

Griffiths memutuskan untuk memulai lembaran hidup baru di Thailand sejak tahun 2007 setelah bercerai dari istri pertamanya di Inggris. Di Negeri Gajah Putih, ia membangun keluarga baru dan memiliki dua orang anak dari pernikahannya dengan warga lokal. Namun, hubungan pernikahan keduanya tersebut juga berakhir dengan perceraian beberapa tahun yang lalu.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Griffiths sempat berurusan dengan otoritas keamanan di Bandara Suvarnabhumi Bangkok pada Januari lalu. Ia ditangkap atas dugaan pemalsuan dokumen untuk menjual aset perusahaan tanpa persetujuan mantan istrinya. Meski membantah keras seluruh tuduhan, proses penyelidikan kasus tersebut masih berjalan hingga saat kematiannya.

Duka Mendalam dari Manajemen ASOS

Manajemen ASOS menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian salah satu pionir yang telah membesarkan nama perusahaan. Mereka mengakui kontribusi besar Griffiths pada masa-masa awal berdirinya platform e-commerce global tersebut. Perusahaan menyatakan akan selalu mengenang jasa Griffiths dalam membangun fondasi bisnis mode digital.

Juru bicara Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) Inggris juga telah memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Mereka berkomitmen untuk memberikan pendampingan konsuler kepada keluarga korban yang berada di Inggris. Koordinasi dengan otoritas Thailand terus dilakukan guna memastikan seluruh proses administrasi dan repatriasi jenazah berjalan lancar.

Kepergian Quentin Griffiths meninggalkan duka mendalam bagi ketiga anaknya serta rekan sejawat di industri teknologi global. Meskipun hidupnya diakhiri dengan berbagai polemik hukum, warisannya dalam dunia e-commerce tetap diakui secara luas. Publik kini menanti hasil akhir autopsi untuk menutup tabir misteri kematian sang pengusaha.