Record of Ragnarok God’s Apocalypse 21: Duel Tercepat Muramasa
Uptodai.com - Kelanjutan cerita dalam manga Record of Ragnarok God’s Apocalypse 21 menghadirkan kejutan besar yang tidak terduga oleh para penggemar. Pertarungan antara Muramasa melawan Ahura Mazda yang semula diprediksi akan berlangsung sengit, justru berakhir dengan sangat cepat. Kejadian ini mencatatkan sejarah baru sebagai duel tersingkat dalam turnamen para dewa tersebut.
Sebelum memasuki inti pertarungan, pembaca diajak menyelami masa lalu kelam dari sosok Ahura Mazda. Berbeda dengan catatan mitologi aslinya, kemunculan dewa ini berawal dari konflik abadi antara kubu dewa baik pimpinan Spenta Mainyu dan kubu jahat di bawah kendali Angra Mainyu. Keduanya terus bertarung tanpa henti hingga munculnya ancaman baru yang lebih mengerikan.
Sosok Azi Dahaka muncul sebagai perwujudan kekacauan yang memaksa kedua kubu yang bertikai untuk bersatu. Spenta Mainyu dan Angra Mainyu akhirnya beresonansi dan menyatukan kekuatan mereka menjadi satu entitas tunggal bernama Ahura Mazda. Kekuatan gabungan ini memang berhasil memusnahkan Azi Dahaka, namun melahirkan petaka baru bagi alam semesta.
Tragedi Kelahiran Outer God yang Tak Stabil
Penyatuan dua aspek yang bertolak belakang ternyata merusak kewarasan Ahura Mazda secara permanen. Ia tidak lagi memiliki nurani sebagai dewa baik maupun ambisi sebagai dewa jahat, melainkan menjadi entitas absolut yang haus darah. Tanpa pandang bulu, Ahura Mazda langsung membantai para pengikut setianya sendiri dari kedua kubu.
Legenda menyebutnya sebagai Outer God yang tidak stabil karena sifat destruktifnya yang meledak-ledak. Tragedi ini membuat para dewa lain merasa ngeri setiap kali nama Ahura Mazda disebutkan dalam arena. Kini, dalam Record of Ragnarok God’s Apocalypse 21, kengerian itu kembali bangkit saat ia berhadapan dengan Muramasa.
Begitu duel dimulai, Ahura Mazda langsung melesat dengan kecepatan tinggi dan mengonsentrasikan seluruh kekuatannya. Ia tampak ingin mengakhiri nyawa Muramasa hanya dalam satu serangan tunggal yang mematikan. Aura membunuh yang terpancar darinya bahkan membuat penonton di tribun merasa nyawa mereka sedang terancam.
Satu Tebasan Muramasa yang Mengguncang Arena
Muramasa yang dikenal sebagai dewa muda dengan kemampuan menempa pedang legendaris tetap berdiri tenang menghadapi terjangan maut tersebut. Banyak pihak meragukan kemampuannya untuk menahan gempuran dari dewa sekelas Ahura Mazda. Namun, kenyataan di lapangan justru membalikkan semua prediksi para ahli strategi dewa.
Hanya dalam satu gerakan yang nyaris tidak terlihat oleh mata telanjang, Muramasa berhasil melancarkan tebasan balasan yang sangat presisi. Tebasan tersebut langsung menghentikan laju Ahura Mazda dan memberikan luka fatal yang tidak bisa disembuhkan. Arena seketika hening saat melihat sang Outer God yang ditakuti tersungkur dalam waktu singkat.
Kemenangan ini secara otomatis menempatkan Muramasa sebagai petarung yang patut diwaspadai di babak selanjutnya. Rekor kemenangan tercepat ini membuktikan bahwa kualitas teknik pedang Muramasa berada di level yang berbeda. Para dewa lain kini mulai memperhitungkan eksistensi Muramasa sebagai kandidat kuat pemenang turnamen.
Implikasi Kemenangan Muramasa bagi Turnamen
Hasil dari Record of Ragnarok God’s Apocalypse 21 ini dipastikan akan mengubah peta kekuatan dalam kompetisi. Gugurnya Ahura Mazda berarti hilangnya salah satu entitas terkuat yang selama ini dianggap sebagai penghalang utama. Muramasa kini memikul ekspektasi besar dari para pendukungnya untuk terus melaju hingga babak final.
Selain itu, misteri mengenai teknik pedang yang digunakan Muramasa mulai menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan penonton. Banyak yang bertanya-tanya apakah pedang yang ia gunakan memiliki kemampuan khusus untuk menembus pertahanan dewa absolut. Pertanyaan ini kemungkinan besar akan terjawab pada babak-babak mendatang yang semakin menantang.
Dengan berakhirnya duel kelima ini, tensi di dalam arena semakin memanas seiring munculnya petarung-petarung baru yang tidak kalah tangguh. Para penggemar kini menantikan siapa lawan berikutnya yang akan dihadapi oleh sang maestro pedang. Kemenangan kilat Muramasa telah menetapkan standar baru bagi setiap petarung yang ingin bertahan hidup di turnamen ini.