Uptodai.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) terus memperkuat langkahnya dalam mendukung kebijakan energi nasional terbaru demi menjamin kedaulatan sumber daya dalam negeri. Langkah ini menjadi krusial mengingat sektor pertambangan merupakan tulang punggung bagi stabilitas ekonomi dan kemandirian energi Indonesia di masa depan.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kehadiran holding ini bukan sekadar untuk mengelola kekayaan alam mentah. MIND ID memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh pengelolaan sumber daya terintegrasi dari hulu ke hilir guna memperkuat rantai pasok industri global.

Pemerintah sendiri telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025 sebagai landasan hukum baru dalam mengatur tata kelola energi. Maroef menyampaikan pandangannya dalam acara Sarasehan dan Sosialisasi PP tersebut yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (27/2/2026).

Tiga Pilar Utama dalam Kebijakan Energi Nasional Terbaru

Implementasi peran strategis MIND ID dalam aturan ini mencakup tiga sasaran utama yang menjadi fokus perusahaan. Sasaran pertama adalah penguatan ketahanan energi nasional yang menjamin ketersediaan pasokan dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat luas.

Melalui salah satu anggotanya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), MIND ID mengelola wilayah pertambangan batu bara seluas 65.632 hektare. Wilayah ini menyimpan cadangan sebesar 2,88 miliar ton dengan total sumber daya mencapai 5,72 miliar ton yang siap dioptimalkan.

Maroef menjelaskan bahwa ketahanan energi berarti pasokan harus selalu ada dan tidak boleh terganggu oleh gejolak eksternal. Stabilitas harga menjadi poin penting agar industri nasional tetap kompetitif di pasar internasional sekaligus menjaga daya beli domestik.

Peningkatan Kapasitas Produksi dan Infrastruktur

Sasaran kedua berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. MIND ID berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi batu bara guna mencukupi kebutuhan pembangkit listrik dan industri manufaktur di tanah air.

Saat ini, Bukit Asam tengah memacu pembangunan fasilitas infrastruktur berskala besar, yakni Coal Handling Facility (CHF) serta Train Loading Station (TLS) 6-7. Proyek strategis ini bertujuan menambah kapasitas angkutan batu bara hingga 20 juta ton per tahun.

Dengan adanya fasilitas baru ini, kapasitas produksi Bukit Asam diproyeksikan melonjak signifikan dari 43 juta ton menjadi lebih dari 60 juta ton per tahun. Langkah ekspansif ini memastikan bahwa kebutuhan energi nasional tidak akan mengalami defisit di tengah pertumbuhan pembangunan.

Komitmen Dekarbonisasi dan Transisi Energi Hijau

Sasaran ketiga yang tidak kalah penting adalah mewujudkan dekarbonisasi dan percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission pada 2060. MIND ID mulai menggeser pola konsumsi energinya ke arah yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi karbon.

Berdasarkan data internal, total konsumsi energi Grup MIND ID saat ini mencapai kisaran 46 juta giga joule. Dari jumlah tersebut, perusahaan berhasil mencatatkan komposisi penggunaan energi terbarukan (EBT) sebesar 39 persen yang bersumber dari PLTA dan PLTS.

Perusahaan berkomitmen untuk terus mendorong penggunaan teknologi hijau di seluruh wilayah operasional anggota grup. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa industri pertambangan mampu berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup.

Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan pelaku industri. Sinergi ini diperlukan untuk mengawal implementasi PP Nomor 40 Tahun 2025 agar berjalan sesuai target pemerintah.

Pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan industri ini menjadi momentum awal bagi jajaran DEN dalam menyelaraskan visi energi nasional. Kerja sama yang erat antara MIND ID dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan ekosistem energi yang tangguh dan berkelanjutan.