Guardiola Kecam Suporter Leeds yang Soraki Pemain Muslim Man City
Uptodai.com - Pemain Muslim Manchester City menjadi sasaran cemoohan oknum suporter Leeds United saat laga pekan ke-28 Liga Inggris berlangsung di Stadion Elland Road. Insiden memprihatinkan ini terjadi ketika wasit Peter Bankes menghentikan pertandingan sejenak demi memberikan kesempatan berbuka puasa pada Minggu (1/3/2026) dini hari WIB.
Layar lebar di stadion sebenarnya sudah memberikan penjelasan resmi mengenai jeda singkat tersebut untuk menghormati pemain yang berpuasa. Namun, sebagian pendukung tuan rumah justru merespons momen sakral itu dengan sorakan negatif yang memicu kemarahan kubu tamu. Aksi tidak terpuji ini mencoreng sportivitas yang selama ini dijunjung tinggi di kompetisi kasta tertinggi Inggris.
Terdapat tiga pilar utama skuad asuhan Pep Guardiola yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan dalam laga panas tersebut. Mereka adalah Omar Marmoush, Rayan Cherki, dan Rayan Ait-Nouri yang tampil sejak menit awal pertandingan. Ketiganya tetap menunjukkan profesionalisme tinggi meski harus bertanding dalam kondisi fisik yang sedang berpuasa.
Reaksi Keras Pep Guardiola Terhadap Aksi Intoleransi
Pep Guardiola tidak tinggal diam melihat perlakuan tidak terpuji yang menimpa anak asuhnya di lapangan hijau. Pelatih asal Spanyol tersebut langsung naik pitam dan menuntut para suporter untuk lebih menghargai keberagaman keyakinan individu. Baginya, penghormatan terhadap agama adalah prinsip dasar yang tidak bisa ditawar lagi oleh siapa pun.
“Kita hidup di dunia modern, bukan? Lihatlah apa yang terjadi di dunia saat ini, kita harus saling menghargai,” ujar Guardiola dengan nada kecewa. Ia menegaskan bahwa menghormati agama dan perbedaan merupakan inti dari kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Guardiola merasa sedih karena tindakan diskriminatif masih saja muncul di stadion sepak bola.
Guardiola juga menjelaskan bahwa Premier League telah memberikan regulasi resmi yang mengizinkan wasit menghentikan laga sejenak. Para pemain hanya memerlukan waktu satu atau dua menit untuk membatalkan puasa mereka dengan asupan ringan. Hal ini sangat penting agar kondisi fisik pemain tetap terjaga setelah berjuang keras di lapangan.
Pentingnya Menghormati Agama Lain di Lapangan Hijau
Mantan pelatih Barcelona itu menambahkan bahwa para pemainnya benar-benar tidak mengonsumsi makanan apa pun sejak terbit fajar. Rayan Cherki dan Rayan Ait-Nouri hanya mengonsumsi sedikit vitamin dan air putih saat jeda tersebut berlangsung. Guardiola meminta publik untuk memahami beban fisik yang harus mereka tanggung demi membela klub.
Aksi sorakan tersebut dianggap sebagai langkah mundur dalam kampanye inklusivitas yang terus digaungkan oleh otoritas sepak bola dunia. Guardiola berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh suporter di Inggris untuk selalu hormati agama lain. Ia ingin sepak bola menjadi wadah pemersatu, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian antar kelompok.
Meski mendapatkan tekanan mental dari tribun penonton, Manchester City tetap mampu menjaga fokus permainan mereka dengan sangat baik. The Citizens akhirnya berhasil membawa pulang tiga poin penuh setelah menumbangkan Leeds United dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini menjadi jawaban berkelas atas perlakuan buruk yang mereka terima sepanjang laga.
Manchester City Terus Tempel Ketat Arsenal
Antoine Semenyo muncul sebagai pahlawan kemenangan lewat gol tunggalnya pada masa injury time babak pertama. Gol tersebut tercipta melalui skema serangan balik cepat yang memanfaatkan umpan matang dari Rayan Ait-Nouri. Hasil positif ini sangat krusial bagi ambisi Manchester City dalam perburuan gelar juara musim ini.
Tambahan tiga poin ini membuat posisi Manchester City semakin kokoh di peringkat kedua klasemen sementara Liga Inggris. Mereka kini mengoleksi 59 poin dan hanya tertinggal dua angka dari Arsenal yang masih memimpin di puncak. Persaingan menuju tangga juara diprediksi akan terus memanas hingga pekan-pekan terakhir kompetisi.
Guardiola berharap anak asuhnya tetap konsisten dan tidak terpengaruh oleh gangguan non-teknis dari luar lapangan. Fokus utama tim saat ini adalah menyapu bersih sisa pertandingan dengan kemenangan demi mengudeta posisi The Gunners. Semangat toleransi dan kebersamaan di dalam tim diharapkan menjadi modal utama untuk meraih trofi di akhir musim.