Uptodai.com - Berat badan YouTuber Tzuyang turun drastis hingga menyentuh angka yang cukup mengkhawatirkan bagi para penggemar setianya. Meski dikenal luas sebagai konten kreator yang mampu menyantap makanan dalam porsi jumbo secara rutin, kondisi fisiknya justru menunjukkan tanda-tanda penurunan stamina yang signifikan.

Kabar mengejutkan ini terungkap saat sang YouTuber melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh di sebuah pusat sertifikasi kebugaran. Dalam kunjungannya tersebut, Tzuyang mengeluhkan rasa sakit pada bagian lutut yang mulai sering ia rasakan belakangan ini tanpa alasan yang jelas.

Ia mengakui bahwa aktivitas fisik sederhana kini terasa jauh lebih berat dan melelahkan daripada biasanya. “Sekarang sulit sekali menaiki lima anak tangga saja,” ungkap Tzuyang dengan nada prihatin saat menceritakan penurunan kondisi fisiknya kepada petugas medis.

Sebelumnya, Tzuyang sempat memiliki berat badan yang cukup ideal di kisaran 46 hingga 48 kilogram. Ia kemudian sempat rutin berolahraga hingga bobot tubuhnya naik secara sehat mencapai angka 58 kilogram dengan massa otot yang terjaga.

Namun, perubahan gaya hidup yang drastis terjadi saat ia memutuskan untuk berhenti berolahraga secara total karena kesibukan konten. Sejak saat itu, berat badannya merosot tajam hingga ia kehilangan hampir 14 kilogram dari massa tubuh puncaknya tersebut.

Hasil Pemeriksaan InBody yang Mengejutkan

Berdasarkan hasil pengukuran InBody yang dilakukan secara profesional, tinggi badan Tzuyang tercatat mencapai 161,7 sentimeter. Namun, berat badannya saat ini hanya menyentuh angka 45,7 kilogram, yang memicu kekhawatiran mengenai asupan nutrisi dan metabolisme tubuhnya.

Data medis lebih lanjut memperlihatkan bahwa massa otot rangka Tzuyang hanya berada di angka 18 persen saja. Sementara itu, persentase lemak tubuhnya tercatat sebesar 26,5 persen, sebuah angka yang mengindikasikan adanya ketidakseimbangan komposisi tubuh yang nyata.

Petugas medis yang menangani pemeriksaan tersebut menyatakan bahwa massa otot sang YouTuber berada jauh di bawah standar normal. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama mengapa ia sering merasa cepat lelah dan mengalami nyeri sendi meski usianya masih tergolong muda.

Evaluasi Stamina dan Rekomendasi Medis

Setelah menjalani serangkaian tes ketangkasan, Tzuyang hanya mampu mendapatkan skor kebugaran pada level Grade 3. Sebagai perbandingan, Grade 1 mencerminkan fleksibilitas prima, sedangkan Grade 2 menunjukkan daya tahan otot yang baik bagi orang dewasa.

Skor rendah tersebut didapatkan karena kekuatan otot inti dan otot rangkanya telah mengalami degradasi yang cukup serius. Petugas pemeriksaan bahkan menyebut bahwa tingkat kekuatan fisik Tzuyang saat ini setara dengan remaja sekolah menengah atas yang kurang gerak.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, tim medis sangat menyarankan Tzuyang agar segera memulai latihan beban yang fokus pada penguatan otot. Latihan ini dianggap sangat krusial mengingat massa otot manusia akan terus menurun secara alami seiring bertambahnya usia jika tidak dilatih secara konsisten.

Komitmen Tzuyang untuk Kembali Berolahraga

Menyadari kondisi kesehatan YouTuber Tzuyang yang mulai menurun, ia bertekad kuat untuk kembali menjalani pola hidup aktif. Ia mengakui sudah terlalu lama mengabaikan pentingnya aktivitas fisik sejak terakhir kali ia aktif berolahraga beberapa tahun silam.

Padahal, di masa lalu Tzuyang merasa dirinya cukup mahir dalam berbagai gerakan atletik dan memiliki ketahanan fisik yang kuat. Kini, prioritas utamanya adalah mengembalikan massa otot yang hilang demi menunjang aktivitas mukbang yang menjadi profesi utamanya.

Di akhir sesi pemeriksaan, ia juga memberikan pesan menyentuh kepada jutaan pengikutnya di berbagai platform media sosial. Ia mengajak semua orang untuk lebih peduli terhadap kesehatan tubuh dan tidak hanya fokus pada penampilan luar semata.

“Saya akan berolahraga dengan tekun demi menjaga kesehatan saya sendiri mulai sekarang,” pungkasnya dengan penuh semangat. Ia berharap langkah perbaikan ini bisa menjadi motivasi bagi orang lain untuk tetap menjaga kebugaran di tengah rutinitas yang padat.