PDUI dan CTARSA Foundation Teken MoU Layanan Kesehatan
Uptodai.com - Perhimpunan Dokter Umum Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan CTARSA Foundation untuk memperkuat sinergi dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Langkah strategis ini diambil guna mempertegas komitmen kedua belah pihak yang sebelumnya telah sering berkolaborasi. Kerja sama ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak wilayah yang membutuhkan bantuan medis darurat maupun berkelanjutan.
Penandatanganan kesepakatan penting ini diwakili oleh Sekretaris Jenderal PP PDUI, Dr. Hartati B. Bangsa, MKK., dan Andra Lesmana selaku Head of Corporate Communication CTARSA Foundation. Sebelum kesepakatan formal ini terjalin, kedua lembaga telah sukses menyelenggarakan berbagai aksi sosial kemanusiaan. Beberapa di antaranya adalah bakti sosial medis di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, serta wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta.
Andra Lesmana mengungkapkan bahwa kontribusi dokter umum sangat vital dalam mendukung pilar kesehatan CTARSA Foundation. Program ini sejalan dengan visi Ketua Yayasan CTARSA Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, untuk mewujudkan kesetaraan pelayanan kesehatan yang optimal hingga ke pelosok negeri. Melalui kolaborasi ini, masyarakat prasejahtera di seluruh penjuru Indonesia akan mendapatkan akses layanan medis secara gratis.
Tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan sering kali menjadi hambatan utama dalam distribusi fasilitas medis yang merata. Banyak masyarakat di daerah terpencil masih kesulitan mendapatkan akses pengobatan dasar yang layak, cepat, dan berkualitas. Oleh karena itu, kolaborasi antara sektor swasta, yayasan sosial, dan organisasi profesi medis menjadi kunci krusial dalam mengatasi ketimpangan ini. Kemitraan taktis seperti ini membantu menjembatani kesenjangan fasilitas kesehatan antara wilayah perkotaan yang padat dan pedesaan yang terisolasi.
Momentum kerja sama ini juga bertepatan dengan pelantikan Pengurus Pusat PDUI periode 2026-2029. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. dr. Slamet Budiarto, S.H., M.H.Kes. Kepemimpinan baru ini kini dinakhodai oleh Dr. Ardiansyah Bahar, M.K.M. sebagai Ketua Umum, didampingi Dr. Hartati sebagai Sekretaris Jenderal.
Acara pelantikan tersebut dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M., selaku Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI. Kehadiran beliau sebagai pembicara kunci menegaskan pentingnya dukungan regulasi hukum dalam perlindungan profesi medis. Hal ini memberikan angin segar bagi para dokter umum untuk mengabdi lebih aman di seluruh wilayah Indonesia.
Dokter umum memegang peranan vital sebagai garda terdepan dalam sistem rujukan pelayanan kesehatan nasional di Indonesia. Mereka tidak hanya bertugas mengobati pasien yang sakit, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit sejak dini. Penguatan kapasitas dokter umum di tingkat layanan primer diyakini dapat menekan beban pembiayaan jaminan kesehatan nasional secara signifikan. Dengan pembekalan klinis dan etika yang matang, kualitas hidup masyarakat di tingkat akar rumput dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Dr. Ardiansyah menegaskan bahwa masa jabatan tiga tahun ke depan merupakan momentum emas untuk memperkuat posisi dokter umum sebagai tulang punggung pelayanan primer. PP PDUI berkomitmen penuh untuk menjadi wadah yang melindungi, memberdayakan, dan memperjuangkan hak-hak anggotanya. Dengan mengusung semangat persatuan “SATU IDI, SATU PDUI”, organisasi ini siap bersinergi demi mewujudkan ketahanan kesehatan nasional yang tangguh.