Fabregas Bela Alessandro Bastoni Timnas Italia dari Seruan Coret
Uptodai.com - Polemik mengenai posisi Alessandro Bastoni Timnas Italia semakin memanas setelah sang bek Inter Milan tersebut menjadi sasaran kritik tajam publik sepak bola. Gelombang protes muncul menyusul aksi simulasi kontroversial yang dilakukannya saat berhadapan dengan Juventus beberapa waktu lalu.
Insiden tersebut berbuntut panjang karena mengakibatkan bek Juventus, Pierre Kalulu, harus menerima kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan. Karena aturan saat itu tidak mengizinkan VAR melakukan intervensi pada kartu kuning kedua, keputusan wasit tetap berlaku meski dianggap keliru oleh banyak pihak.
Dampak dari kejadian ini sangat masif hingga mendorong IFAB untuk melakukan perubahan protokol VAR yang akan mulai berlaku pada Piala Dunia mendatang. Kini, teknologi video pembantu wasit tersebut memiliki wewenang untuk mengoreksi kesalahan fatal pada pemberian kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Dukungan Tegas Cesc Fabregas untuk Alessandro Bastoni
Meski Bastoni telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, tekanan dari suporter lawan tidak kunjung mereda. Setiap kali ia menyentuh bola dalam laga melawan Lecce maupun Como, sorakan cemoohan selalu menggema di tribun stadion.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, akhirnya angkat bicara untuk memberikan pembelaan kepada pemain berusia 25 tahun tersebut. Fabregas menilai bahwa Alessandro Bastoni Timnas Italia adalah sosok pemain berkualitas yang memiliki integritas tinggi di luar lapangan.
“Saya tidak mengenalnya secara pribadi, tetapi saya yakin dia adalah pemain top dan anak yang luar biasa,” ungkap Fabregas dalam konferensi pers usai laga semifinal Coppa Italia. Mantan bintang Arsenal dan Barcelona tersebut menegaskan bahwa publik seharusnya memberikan perlindungan kepada talenta berbakat seperti Bastoni.
Fabregas bahkan melontarkan prediksi berani bahwa Bastoni merupakan sosok yang paling layak mengemban tanggung jawab besar di masa depan. Ia percaya bahwa sang bek tengah memiliki jiwa kepemimpinan yang dibutuhkan untuk memimpin skuad Gli Azzurri di turnamen internasional.
Calon Kapten Masa Depan Gli Azzurri
Menurut Fabregas, kesalahan di lapangan hijau adalah hal yang lumrah dan bisa menimpa siapa saja, termasuk pemain kelas dunia. Ia meminta semua pihak untuk berhenti menyudutkan sang pemain secara berlebihan karena kontribusi besarnya bagi negara jauh lebih berharga.
“Dia harus menjadi kapten masa depan timnas Italia, dia sangat penting bagi tim dan kita semua harus melindunginya,” tambah Fabregas. Ia juga menceritakan pengalaman pribadinya saat masih aktif bermain di San Siro yang pernah mengalami situasi serupa namun tetap bisa bangkit.
Fabregas yakin bahwa Bastoni adalah sosok yang cerdas dan memiliki mentalitas kuat untuk melewati badai kritik ini. Baginya, meminta maaf adalah langkah awal yang tepat, dan kini saatnya bagi sang pemain untuk fokus kembali pada performa terbaiknya di lapangan.
Giuseppe Rossi: Realitas Sepak Bola Modern
Senada dengan Fabregas, mantan striker tajam Italia, Giuseppe Rossi, juga memberikan pandangan yang realistis terkait insiden tersebut. Berbicara di The Italian Football Podcast, Rossi menekankan bahwa dalam tensi pertandingan yang tinggi, pemain seringkali melakukan apa pun demi kemenangan.
Rossi melihat tindakan Bastoni sebagai bagian dari strategi untuk memberikan keuntungan bagi timnya saat itu. Hasilnya terbukti efektif karena Inter Milan berhasil unggul jumlah pemain dan mengamankan poin penuh dalam laga krusial tersebut.
“Di lapangan, Anda akan melakukan apa saja untuk menang, jika Bastoni merasa itu hal yang benar untuk dilakukan, maka bagi dia itu sah-sah saja,” ujar mantan pemain Manchester United tersebut. Meski secara pribadi tidak menyukai aksi simulasi, Rossi enggan menyalahkan Bastoni sepenuhnya atas kejadian itu.
Rossi justru menyoroti kelemahan sistem dan aturan yang ada sebagai akar permasalahan utama yang memicu polemik ini. Ia berpendapat bahwa teknologi VAR seharusnya sudah sejak lama mampu mengantisipasi insiden-insiden manipulatif seperti yang terjadi pada laga tersebut.
Menolak Seruan Coret Bastoni dari Timnas
Munculnya desakan agar Alessandro Bastoni Timnas Italia dicoret dari skuad untuk babak play-off Piala Dunia dianggap Rossi sebagai reaksi yang sangat berlebihan. Baginya, kualitas teknis Bastoni di lini pertahanan tidak bisa digantikan hanya karena satu insiden kontroversial.
Kebutuhan Italia akan bek yang tangguh dan memiliki kemampuan distribusi bola yang baik membuat posisi Bastoni tetap krusial di bawah asuhan Luciano Spalletti. Kehadirannya dianggap sebagai jaminan stabilitas lini belakang dalam upaya Italia menembus putaran final turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.
Dengan dukungan dari tokoh-tokoh besar sepak bola, Bastoni diharapkan dapat segera memulihkan kepercayaan dirinya. Fokus utama kini beralih pada bagaimana sang pemain merespons tekanan publik dengan performa gemilang di pertandingan-pertandingan mendatang.