Purbaya: Defisit APBN Februari 2026 Capai Rp135,7 Triliun
Uptodai.com - Defisit APBN Februari 2026 tercatat menyentuh angka Rp135,7 triliun di tengah upaya pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi nasional secara agresif. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan data tersebut secara transparan dalam konferensi pers resmi pada Jumat (6/3/2026).
Meskipun mencatatkan defisit, kinerja pendapatan negara menunjukkan tren positif yang cukup signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pemerintah tetap optimis bahwa kondisi fiskal nasional berada dalam posisi yang terjaga berkat fondasi penerimaan negara yang semakin kokoh.
Kinerja Pendapatan Negara dan Sektor Pajak
Purbaya menjelaskan bahwa total penerimaan negara hingga akhir Februari 2026 telah berhasil menembus angka Rp358 triliun. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan yang sehat sebesar 12,8 persen jika kita bandingkan dengan realisasi pada tahun lalu.
Sektor perpajakan kembali menjadi motor penggerak utama pendapatan negara dengan pertumbuhan yang sangat impresif mencapai 30,4 persen. Secara nominal, realisasi setoran pajak sudah menyentuh angka Rp245,1 triliun hanya dalam kurun waktu dua bulan pertama tahun ini.
Menkeu meyakini bahwa tren pengumpulan pajak yang tumbuh di atas 30 persen ini akan terus stabil dan konsisten ke depannya. Stabilitas ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk membiayai berbagai program strategis nasional yang telah direncanakan sebelumnya.
Lonjakan Belanja Pemerintah Pusat
Di sisi lain, belanja negara mengalami kenaikan yang cukup drastis hingga mencapai angka Rp493,8 triliun pada periode ini. Total pengeluaran tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 41,9 persen, sebuah angka yang cukup tinggi dalam struktur anggaran tahunan.
Porsi terbesar dari pengeluaran ini berasal dari belanja pemerintah pusat yang menyerap dana sebesar Rp346,1 triliun. Angka belanja pusat ini melesat tajam dengan tingkat pertumbuhan yang mencapai 63,7 persen dibandingkan periode Februari tahun lalu.
Kenaikan belanja yang signifikan ini mencerminkan langkah akselerasi pemerintah dalam melaksanakan berbagai proyek infrastruktur serta program perlindungan sosial. Pemerintah terus berupaya memastikan setiap rupiah yang keluar memberikan dampak langsung dan nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Pembiayaan dan Strategi Fiskal Pemerintah
Untuk menutup selisih antara pendapatan dan belanja tersebut, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah pembiayaan yang terukur dan kredibel. Pembiayaan anggaran hingga akhir Februari 2026 tercatat berada di posisi Rp164,2 triliun.
Purbaya menegaskan bahwa pengelolaan defisit ini tetap berada dalam batas aman dan sesuai dengan koridor undang-undang yang berlaku. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga disiplin fiskal sembari tetap memberikan stimulus bagi pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
Strategi pembiayaan akan terus dipantau secara ketat untuk mengantisipasi dinamika pasar keuangan global yang seringkali fluktuatif. Transparansi dalam pengelolaan APBN menjadi kunci utama pemerintah untuk menjaga kepercayaan investor serta publik terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.