Microsoft Dukung Gugatan Anthropic Lawan Kebijakan Donald Trump
Uptodai.com - Gugatan Anthropic terhadap Donald Trump kini memasuki babak baru setelah raksasa teknologi Microsoft secara resmi menyatakan dukungannya di pengadilan federal. Langkah hukum ini diambil menyusul keputusan kontroversial pemerintahan Trump yang memasukkan laboratorium kecerdasan buatan (AI) tersebut ke dalam daftar hitam risiko rantai pasok. Microsoft menilai kebijakan tersebut tidak hanya merugikan satu perusahaan, tetapi juga mengancam stabilitas ekosistem teknologi militer Amerika Serikat.
Perselisihan ini bermula ketika Anthropic secara tegas menolak permintaan Departemen Pertahanan (DoW) untuk menghapus batasan etika pada teknologi AI mereka. Perusahaan yang berbasis di San Francisco tersebut enggan membiarkan produknya digunakan untuk menciptakan senjata otonom atau memata-matai warga sipil. Anthropic menegaskan bahwa visi mereka adalah membantu militer dalam aspek pertahanan dan analisis data, bukan untuk serangan ofensif tanpa kendali manusia.
Tuduhan “Woke” dan Daftar Hitam Rantai Pasok
Donald Trump merespons sikap tegas Anthropic dengan retorika keras yang menuduh perusahaan tersebut sebagai kelompok sayap kiri yang “woke”. Menurut Trump, pembatasan etika yang diterapkan Anthropic justru membahayakan keamanan nasional karena menghambat inovasi persenjataan AS di tengah persaingan global. Ketegangan ini memuncak saat pemerintah memasukkan Anthropic ke dalam daftar hitam perusahaan yang dianggap berisiko bagi rantai pasokan nasional.
Keputusan tersebut memicu perdebatan luas karena daftar hitam itu biasanya hanya diisi oleh perusahaan asing yang dianggap sebagai ancaman spionase. Anthropic menjadi salah satu perusahaan domestik pertama yang mendapatkan perlakuan serupa, yang kemudian memicu gugatan Anthropic terhadap Donald Trump. Mereka menganggap penetapan tersebut bersifat sewenang-wenang dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat dalam konteks keamanan dalam negeri.
Intervensi Microsoft dan Dampak Sektoral
Microsoft tidak tinggal diam melihat mitra strategisnya dipojokkan oleh kebijakan pemerintah yang dinilai agresif. Pada Selasa (10/3/2026), Microsoft mengajukan berkas dukungan hukum untuk memperkuat posisi Anthropic di pengadilan federal San Francisco. Perusahaan besutan Bill Gates ini meminta hakim untuk segera mengeluarkan perintah penangguhan sementara (TRO) terhadap keputusan Departemen Pertahanan tersebut.
Keterlibatan Microsoft didasari oleh kepentingan bisnis yang sangat besar karena mereka telah mengintegrasikan model AI Anthropic ke dalam layanan teknologi militer mereka. Jika Anthropic benar-benar dilarang, Microsoft harus merombak total infrastruktur teknologi yang mereka berikan kepada Pentagon dalam waktu singkat. Hal ini dinilai akan menciptakan gangguan operasional yang masif bagi sistem pertahanan Amerika Serikat yang saat ini sangat bergantung pada kecerdasan buatan.
Upaya Mempertahankan Integritas Teknologi AI
Dalam argumen hukumnya, Microsoft menekankan bahwa periode transisi yang diberikan pemerintah kepada kontraktor militer sangat tidak memadai. Mereka berpendapat bahwa memaksa perusahaan teknologi untuk menghapus batasan etika AI justru bisa memicu risiko keamanan yang lebih besar di masa depan. Dukungan Microsoft untuk Anthropic menunjukkan adanya solidaritas di antara raksasa teknologi untuk melawan intervensi politik yang dianggap melampaui batas.
Hingga saat ini, pengadilan masih mempertimbangkan permohonan Microsoft untuk memberikan kesaksian ahli dalam kasus yang sangat krusial ini. Jika hakim menyetujui penangguhan tersebut, Anthropic akan mendapatkan ruang bernapas untuk terus beroperasi sambil menunggu putusan akhir. Pertarungan hukum ini diprediksi akan menjadi preseden penting mengenai sejauh mana pemerintah dapat mengontrol standar etika perusahaan teknologi swasta demi kepentingan militer.