Uptodai.com - Kenaikan pajak turis Barcelona kini resmi diberlakukan oleh pemerintah regional Catalonia sebagai langkah drastis menghadapi lonjakan wisatawan yang tak terkendali. Kebijakan ini muncul setelah gelombang protes warga lokal yang merasa terpinggirkan oleh dominasi akomodasi liburan jangka pendek. Parlemen setempat sepakat mengambil langkah tegas guna menyeimbangkan ekosistem pariwisata dan kebutuhan dasar penduduk.

Keputusan tersebut bukan sekadar urusan retribusi semata, melainkan respons terhadap meroketnya harga properti yang mencekik warga. Banyak apartemen di pusat kota beralih fungsi menjadi penginapan turis, sehingga pasokan rumah untuk penduduk tetap semakin menipis. Kondisi ini memaksa pemerintah untuk mengintervensi pasar melalui instrumen fiskal yang lebih ketat dan terukur.

Rincian Tarif Baru dan Target Pendapatan Daerah

Parlemen regional Catalonia secara resmi menyetujui penggandaan pajak bagi tamu yang menggunakan jasa penyewaan liburan. Tarif maksimal kini menyentuh angka 12,5 Euro atau sekitar Rp215 ribu per malam, melonjak dari sebelumnya yang hanya 6,25 Euro. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin membatasi pertumbuhan hunian liar yang merusak harga pasar lokal.

Kebijakan fiskal ini merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang yang lebih ambisius bagi masa depan kota. Pemerintah Barcelona bahkan sudah merencanakan pelarangan total terhadap seluruh akomodasi sewa jangka pendek pada tahun 2028 mendatang. Mereka berambisi mengembalikan fungsi kawasan pemukiman sepenuhnya bagi warga yang bekerja dan menetap di sana.

Pemerintah akan mengalokasikan seperempat dari total pendapatan pajak ini khusus untuk membantu mengatasi krisis perumahan di Spanyol, khususnya di wilayah Catalonia. Dana tersebut bakal digunakan untuk membangun hunian subsidi dan memperbaiki infrastruktur publik yang terdampak kepadatan turis. Dengan demikian, sektor pariwisata diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan penduduk lokal.

Dampak Bagi Tamu Hotel dan Penumpang Kapal Pesiar

Sektor perhotelan juga tidak luput dari penyesuaian tarif yang mulai berlaku pada April mendatang. Tamu hotel kini harus membayar pajak maksimum antara 10 hingga 15 Euro per malam, tergantung pada klasifikasi bintang hotel tersebut. Sebelumnya, wisatawan hanya dikenakan biaya tambahan pada kisaran 5 hingga 7,5 Euro saja untuk setiap malam menginap.

Sebagai simulasi, pasangan yang menginap selama dua malam di hotel bintang empat kini harus merogoh kocek lebih dalam. Mereka berpotensi membayar biaya tambahan hingga 45,6 Euro karena pemerintah kota dapat mengenakan pajak hingga 11,4 Euro per orang. Angka ini cukup signifikan bagi wisatawan yang datang dengan anggaran terbatas namun ingin menikmati kenyamanan fasilitas kota.

Sementara itu, tamu hotel bintang lima akan menghadapi tarif tertinggi mencapai 15 Euro per malam sebagai bentuk kontribusi kemewahan. Di sisi lain, penumpang kapal pesiar masih dikenakan tarif yang relatif stabil di angka sekitar 6 Euro. Perbedaan tarif ini mencerminkan upaya pemerintah dalam mengategorikan dampak ekonomi dari setiap jenis moda wisata yang masuk.

Polemik Antara Kebutuhan Warga dan Kekhawatiran Industri

Meskipun bertujuan mulia, kebijakan ini memicu reaksi beragam dari berbagai kalangan, termasuk para pelancong mancanegara. Irene Verrazzo, seorang perawat asal Italia, mengungkapkan keberatannya karena menganggap biaya tambahan tersebut tidak adil bagi turis. Ia merasa wisatawan sudah berkontribusi besar melalui belanja di toko-toko lokal dan tiket masuk monumen bersejarah.

Di sisi lain, warga lokal seperti Ivan Liu melihat kebijakan ini sebagai langkah masuk akal meskipun mungkin bukan solusi tunggal. Ia menilai bahwa tarif pajak wisatawan Catalonia yang lebih tinggi setidaknya memberikan kompensasi atas gangguan kenyamanan yang mereka alami. Warga berharap langkah ini bisa menekan laju gentrifikasi yang selama ini mengusir penduduk asli dari pusat kota.

Asosiasi perhotelan Barcelona menyatakan kekhawatiran mendalam terkait potensi penurunan minat kunjungan wisatawan ke depannya. Direktur Umum Asosiasi Perhotelan Barcelona, Manel Casals, menyayangkan usulan kenaikan pajak secara bertahap yang mereka ajukan justru diabaikan oleh pemerintah. Mereka khawatir Barcelona akan kehilangan daya saing dibandingkan kota-kota besar lainnya di Eropa.

Saat ini, Barcelona tercatat menerima sekitar 15,8 juta turis setiap tahunnya dan menjadi salah satu destinasi konvensi dunia. Kenaikan pajak ini dipastikan juga menyasar peserta konferensi internasional tanpa ada pengecualian khusus. Pemerintah tetap bergeming dan memprioritaskan penyelesaian masalah hunian di atas kepentingan pertumbuhan angka kunjungan semata.