Uptodai.com - Tren HP mirip iPhone 17 Air murah kini mulai membanjiri pasar gadget global seiring dengan tingginya minat konsumen terhadap perangkat berdesain ramping. Apple memang dikabarkan akan mendobrak pasar dengan meluncurkan iPhone 17 Air yang memiliki ketebalan sangat ekstrem. Namun, banderol harganya yang menembus angka Rp 21 juta tentu membuat banyak orang berpikir dua kali untuk membelinya.

Melihat peluang tersebut, sejumlah produsen smartphone Android bergerak cepat dengan merilis perangkat yang memiliki estetika serupa. Vendor besar seperti Honor, Tecno, hingga Nubia mulai memperkenalkan lini produk yang menonjolkan bodi tipis dan modul kamera minimalis. Langkah ini memberikan angin segar bagi pengguna yang mendambakan kemewahan desain Apple namun dengan anggaran yang lebih terbatas.

Honor Magic8 Pro Air: Kembaran yang Lebih Terjangkau

Honor menjadi salah satu vendor pertama yang menantang dominasi Apple dengan meluncurkan Honor Magic8 Pro Air pada awal tahun 2026. Perangkat ini mengusung konsep bodi ultra-tipis dengan ketebalan hanya 6,1 milimeter dan bobot yang sangat ringan, yakni 155 gram. Desain modul kamera belakangnya pun dibuat horizontal, sangat mirip dengan bocoran konsep iPhone 17 Air yang beredar di internet.

Meskipun memiliki tampilan yang sangat premium, Honor membanderol ponsel ini dengan harga mulai dari 4.999 yuan atau sekitar Rp 12,1 juta. Harga tersebut hampir setengah dari harga prediksi iPhone 17 Air, namun tetap menawarkan performa flagship yang mumpuni. Pengguna mendapatkan kombinasi antara estetika modern dan kenyamanan genggaman yang sulit ditemukan pada ponsel standar lainnya.

Tecno Pova Slim: Pilihan Ekonomis dengan Desain Kapsul

Tecno juga tidak mau ketinggalan dalam persaingan ponsel tipis melalui seri Tecno Pova Slim yang menyasar segmen menengah. Smartphone ini memiliki ketebalan bodi sekitar 5,95 mm, sebuah pencapaian luar biasa untuk ponsel di kelas harganya. Modul kameranya berbentuk kapsul horizontal yang membentang elegan di bagian atas punggung ponsel.

Di dalam modul tersebut, Tecno menyematkan kamera utama beresolusi 50 MP yang didukung oleh lampu flash LED di bagian tengah. Menariknya, Tecno Pova Slim dijual dengan harga sekitar 19.999 rupee atau setara dengan Rp 3,6 jutaan saja. Penawaran ini tentu sangat menggiurkan bagi konsumen yang mencari HP mirip iPhone 17 Air murah tanpa harus menguras kantong terlalu dalam.

Nubia Air: Ramping dan Stylish di Kelas Entry Level

Nubia turut meramaikan pasar dengan menghadirkan Nubia Air yang memiliki ketebalan bodi hanya 6,7 mm. Walaupun sedikit lebih tebal dibandingkan kompetitornya, ponsel ini tetap terasa sangat tipis saat berada di dalam saku celana. Desainnya yang minimalis memberikan kesan futuristik yang kuat, menyerupai bahasa desain yang diusung oleh produk-produk terbaru Apple.

Sektor fotografi Nubia Air mengandalkan tiga kamera belakang yang terdiri dari sensor utama 50 MP, kamera depth 4 MP, dan lensa tambahan. Kombinasi ini memastikan pengguna tetap bisa mendapatkan hasil foto yang tajam meskipun perangkat memiliki bodi yang sangat tipis. Harga yang ditawarkan pun sangat kompetitif, menjadikannya salah satu alternatif terbaik bagi pecinta desain ramping.

Realme dan Strategi Ponsel Ultra-Thin

Realme dikabarkan tengah menyiapkan perangkat khusus yang akan bersaing langsung dalam kategori ponsel ultra-thin ini. Fokus utama mereka adalah mengoptimalkan kepadatan baterai agar kapasitasnya tetap besar meskipun bodi ponsel dibuat semakin tipis. Inovasi ini sangat penting karena masalah utama ponsel tipis biasanya terletak pada daya tahan baterai yang terbatas.

Dengan teknologi pengisian daya cepat khas Realme, perangkat masa depan mereka diprediksi akan menjadi pesaing kuat di pasar smartphone global. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan perangkat dengan spesifikasi iPhone 17 Air dari sisi estetika namun tetap fungsional. Persaingan ini dipastikan akan menurunkan harga pasar ponsel tipis secara keseluruhan dalam beberapa waktu ke depan.

Tantangan Teknologi di Balik Desain Tipis

Menciptakan ponsel yang sangat tipis bukanlah perkara mudah bagi para produsen smartphone saat ini. Mereka harus memutar otak untuk mengatur tata letak komponen internal seperti prosesor, sistem pendingin, dan modul kamera agar tidak cepat panas. Penggunaan material premium seperti titanium atau aluminium tingkat tinggi menjadi kunci agar bodi tipis tetap kokoh dan tidak mudah bengkok.

Selain itu, produsen juga harus memastikan bahwa kualitas audio dan konektivitas antena tidak terganggu oleh keterbatasan ruang internal. Munculnya berbagai pilihan HP mirip iPhone 17 Air murah membuktikan bahwa teknologi manufaktur kini sudah semakin matang. Pengguna kini bisa menikmati perpaduan antara seni desain dan kecanggihan teknologi dalam satu genggaman yang ringan.