Ressa Rossano dan Denada Bertemu 19 Maret, Pengacara: Kena Prank
Uptodai.com - Pertemuan Ressa Rossano dan Denada dijadwalkan bakal segera berlangsung pada 19 Maret 2026 di Jakarta setelah sempat tertunda beberapa kali. Agenda ini menjadi momen yang sangat dinantikan untuk menjernihkan berbagai spekulasi dan ketegangan yang menyelimuti hubungan kedua belah pihak selama ini.
Meskipun kabar ini membawa angin segar, pihak Ressa Rossano justru menunjukkan sikap skeptis dan penuh kehati-hatian. Mereka merasa was-was karena janji pertemuan serupa seringkali berujung pada pembatalan sepihak yang mengecewakan pihak keluarga.
Kuasa hukum Ressa Rossano, Andika M, SH, mengungkapkan kekecewaannya terkait ketidakpastian yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Ia bahkan mengibaratkan penundaan yang berulang kali tersebut sebagai sebuah “prank” yang merugikan posisi kliennya secara moral.
“Sebenarnya kita ini yang sudah kena prank, karena rencana pertemuan ini sudah dibahas sejak bulan lalu,” ujar Andika dalam sambungan Zoom pada Rabu (18/3/2026). Ia sangat berharap jadwal kali ini benar-benar terealisasi tanpa ada alasan penundaan mendadak lagi dari pihak lawan.
Inisiatif Pertemuan dari Pihak Denada
Andika menegaskan bahwa inisiatif untuk menggelar pertemuan tatap muka ini murni datang dari pihak Denada. Ressa sendiri secara pribadi memiliki keinginan kuat untuk bertemu dengan sosok yang ia sapa Bunda tersebut guna menyelesaikan segala urusan yang menggantung.
Pihak pengacara mengaku tidak akan menghalang-halangi keinginan tulus Ressa untuk menjalin komunikasi kembali secara langsung. Bagaimanapun, hubungan personal antara Ressa dan Denada tetap menjadi prioritas utama di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
“Ressa mau ketemu dengan Bundanya, Mbak Denada itu, itu sah-sah saja dan kami tidak bisa menghalang-halangi hal tersebut,” jelas Andika. Namun, ia menekankan pentingnya transparansi dalam pertemuan tersebut agar tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan.
Kejanggalan Aliran Dana ke Sosok Almarhumah
Selain masalah jadwal pertemuan, tim kuasa hukum juga menyoroti adanya kejanggalan dalam narasi transfer uang di masa lalu. Mereka mempertanyakan alasan mengapa aliran dana justru diarahkan kepada sosok almarhumah yang intensitas pertemuannya dengan Ressa sangat minim.
Menurut Andika, logika keuangan tersebut sulit diterima jika melihat siapa yang sebenarnya mengasuh Ressa sejak kecil. Ia menyebutkan bahwa selama ini Ressa tumbuh besar di bawah perawatan intensif dari Mama Ratih dan Papa Dino.
“Logikanya sederhana, siapa yang merawat Ressa dari kecil? Tentu Mama Ratih dan Papa Dino, bukan?” tegas Andika dengan nada bertanya. Hal inilah yang memicu tanda tanya besar mengenai transparansi pengelolaan dana yang melibatkan nama almarhumah tersebut.
Menanti Detail Lokasi dan Daftar Undangan
Hingga saat ini, pihak Ressa Rossano mengaku belum menerima informasi teknis mengenai lokasi pasti pertemuan yang direncanakan besok. Mereka masih menunggu kabar lebih lanjut dari pihak Denada terkait tempat dan waktu pelaksanaan yang spesifik agar bisa melakukan persiapan.
Selain masalah lokasi, daftar peserta yang akan hadir dalam pertemuan tersebut juga masih menjadi misteri bagi tim hukum. Belum ada kejelasan apakah pertemuan ini hanya bersifat privat untuk Ressa atau turut melibatkan seluruh pihak yang menjadi penggugat dalam kasus ini.
Ketidakjelasan informasi teknis ini menambah keraguan di benak tim kuasa hukum menjelang hari pelaksanaan yang sudah di depan mata. Mereka berharap pihak Denada segera memberikan kepastian agar pertemuan dapat berjalan kondusif dan menghasilkan solusi nyata bagi semua pihak.