Gunung Semeru Erupsi Jelang Lebaran, Awan Panas Capai 3,5 KM
Uptodai.com - Gunung Semeru erupsi jelang Lebaran 2026 pada Jumat pagi yang mengejutkan warga di sekitar lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Fenomena alam ini terjadi saat masyarakat mulai bersiap menyambut hari raya Idul Fitri di tengah status gunung yang masih berada pada Level III atau Siaga.
Petugas mencatat adanya luncuran awan panas yang cukup signifikan keluar dari kawah Jonggring Saloko. Kejadian ini memicu kewaspadaan tinggi bagi otoritas setempat maupun para pemudik yang melintasi wilayah Lumajang dan sekitarnya guna menghindari risiko bahaya.
Detail Erupsi dan Sebaran Awan Panas Semeru
Berdasarkan laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, erupsi terpantau terjadi tepat pada pukul 05.26 WIB. Letusan kali ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur yang mencapai 3,5 kilometer dari pusat kawah.
Awan panas tersebut bergerak mengarah ke sektor tenggara, tepatnya menuju wilayah aliran sungai Besuk Kobokan. Selain guguran panas, kolom abu vulkanik juga terlihat membumbung tinggi hingga 1.000 meter di atas puncak kawah yang tertutup kabut tipis.
Tinggi kolom abu tersebut mencapai sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut dengan intensitas warna kelabu tebal. Angin membawa material vulkanik ini bergerak perlahan ke arah timur laut, sehingga warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Peringatan Radius Aman dan Potensi Bahaya Lanjutan
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukijo, mengonfirmasi bahwa aktivitas vulkanik saat ini masih tergolong sangat tinggi dan fluktuatif. Oleh karena itu, masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 13 kilometer dari puncak gunung.
Larangan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa akibat aktivitas vulkanik yang bisa terjadi secara mendadak. Selain itu, warga juga diminta menjauhi area sepanjang 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan.
Otoritas setempat mengkhawatirkan adanya perluasan awan panas serta aliran lahar yang bisa terjadi sewaktu-waktu jika terjadi hujan di puncak. Terlebih lagi, cuaca ekstrem di sekitar lereng dapat memicu banjir lahar dingin yang memiliki daya hancur sangat besar.
Imbauan bagi Masyarakat dan Pemudik di Jalur Selatan
Menjelang perayaan Lebaran, koordinasi antara BPBD dan pemerintah daerah terus diperketat guna memantau perkembangan situasi di lapangan. Para pemudik yang berencana melewati jalur rawan di kaki Gunung Semeru diminta untuk selalu memperbarui informasi aktivitas vulkanik.
Pemerintah juga mengingatkan potensi bahaya sekunder berupa aliran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Kewaspadaan ekstra diperlukan mengingat mobilitas warga yang meningkat drastis selama musim mudik berlangsung di wilayah Jawa Timur.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III atau Siaga sejak beberapa waktu terakhir. Petugas terus melakukan pengamatan intensif selama 24 jam penuh untuk memberikan peringatan dini jika terjadi eskalasi aktivitas vulkanik yang lebih besar.