Uptodai.com - Honda batalkan proyek mobil listrik di pasar Amerika Utara setelah melakukan evaluasi mendalam terhadap strategi elektrifikasi global mereka. Keputusan mengejutkan ini diambil menyusul tren penurunan permintaan kendaraan listrik yang kian signifikan di berbagai belahan dunia dalam beberapa waktu terakhir.

Akibat langkah drastis tersebut, raksasa otomotif asal Jepang ini harus menelan pil pahit berupa kerugian finansial yang sangat besar. Perusahaan memproyeksikan total pengeluaran dan kerugian mencapai angka 2,5 triliun yen atau setara dengan Rp266 triliun akibat perubahan haluan strategis ini.

Dampak Lesunya Permintaan EV Global

Manajemen Honda menyatakan bahwa pembatalan ini merupakan upaya nyata untuk menjaga stabilitas pendapatan perusahaan dalam jangka panjang. Mereka menilai bahwa memaksakan produksi di tengah kondisi pasar yang sedang mendingin hanya akan memicu kerugian yang jauh lebih parah bagi korporasi.

Langkah efisiensi ini melibatkan penghentian pengembangan tiga model utama yang sebelumnya diproyeksikan menjadi ujung tombak penjualan di Amerika Serikat. Ketiga model yang terdampak langsung adalah Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon, serta model sport mewah Acura RSX.

Pihak Honda menegaskan bahwa mereka mempertimbangkan berbagai opsi untuk memperbaiki situasi pendapatan secepat mungkin di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, setelah melalui pertimbangan yang sangat cermat, penghentian pengembangan menjadi pilihan paling rasional saat ini.

Nasib Honda 0 Series yang Futuristik

Dari ketiga model yang dibatalkan, Honda 0 Saloon menjadi kendaraan yang paling mencuri perhatian publik karena desainnya yang sangat radikal. Mobil ini mengusung konsep futuristik yang menyerupai perpaduan antara estetika supercar Lamborghini Gallardo dengan fungsionalitas sebuah minivan.

Honda sebelumnya sempat menjadwalkan peluncuran sedan listrik ini di Amerika Utara pada tahun 2027 setelah mengalami beberapa kali penundaan. Sayangnya, status penundaan tersebut kini resmi berubah menjadi pembatalan total yang mengakhiri harapan konsumen akan hadirnya sedan listrik revolusioner tersebut.

Sementara itu, Honda 0 SUV dirancang sebagai kendaraan listrik praktis yang mengusung sistem operasi cerdas ASIMO terbaru milik pabrikan. Model ini awalnya diharapkan menjadi mesin pencetak uang utama bagi perusahaan berkat desain kabin tinggi dan sistem pencahayaan bergaya piksel yang sangat modern.

Kegagalan Kebangkitan Nama Ikonik Acura RSX

Pembatalan yang mungkin paling mengecewakan bagi para antusias otomotif adalah nasib Acura RSX yang seharusnya mulai masuk jalur produksi akhir tahun ini. Acura sendiri telah memamerkan prototipe SUV coupe tersebut dengan janji performa motor ganda dan sistem penggerak semua roda yang tangguh.

Kehadiran RSX sebenarnya bertujuan untuk menghidupkan kembali nama besar yang pernah sangat ikonik di masa lalu sebagai mobil sport yang berfokus pada pengemudi. Mobil ini diproyeksikan memiliki nuansa yang jauh lebih sporty dibandingkan dengan model ZDX berbasis General Motors yang juga baru saja dihentikan produksinya.

Realitas ekonomi yang pahit akhirnya memaksa Honda untuk mengubur ambisi menghidupkan kembali legenda tersebut demi menyelamatkan neraca keuangan perusahaan. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa industri otomotif global sedang melakukan kalibrasi ulang besar-besaran terhadap masa depan kendaraan listrik.